ads

Slider[Style1]

Interview

Video

Fanmeeting

Drama

[NEWS] 170206 VIP Premiere “Fabricated City” Bertabur Bintang

Ji Chang Wook menghadiri VIP Premiere (dimana para selebritis diundang untuk menonton film) pada 6 Februari kemarin untuk film terbarunya “Fabricated City”, sebelum dirilis ke publik pada tanggal 9 Februari.

Bertempat di CGV Theater Wangsimni, Seoul, acara VIP Premiere ini bisa dibilang sukses dan ramai didatangi para undangan dan fans yang beruntung. Ji Chang Wook menghadiri acara ini bersama sejumlah aktor “Fabricated City” dan sutradara Park Kwang Hyun. Dengan setelan sweater oranye dan celana hitam, Ji Chang Wook terlihat mencolok dibanding para lawan mainnya seperti Shim Eun Kyung, Oh Jung Se, Kim Min Gyo, Kim Ki Cheon, Ahn Jae Hong, dan Kim Sang Ho.
Sejumlah bintang pun berdatangan untuk memberikan dukungan, mulai dari aktor dan aktris, idol, penyanyi, hingga model. Aktor-aktor yang datang antara lain Lee Jun Ki (Hero/7 First Kisses), Go Kyung Pyo (Reply 1988), Jung Kyung Ho (Missing Nine), Park Sung Woong (Task Force 38), Han Sung Min (Sons of Sol Pharmacy), Jo Sung Ha (The K2), Jo Jae Yoon (Empress Ki), Kim Mu Yeong (Empress Ki), Choi Tae Joon (Missing Nine), Kim Young Kwang (Bachelor’s Vegetable Store), dan Kim Tae Hoon (My Beloved Eundong). Sedangkan aktris yang menyempatkan diri untuk datang antara lain Oh Ji Eun (Smile Donghae), Ra Mi Ran (Reply 1988), Esom (Like for Likes), Lee Ye Eun (The K2), Park Jin Joo (Sunny), Nam Bo Ra (The Moon Embraces the Sun), Jin Se Yeon (Five Fingers), Kim Mi Kyung (Healer), Park Min Young (Healer), Song Yoon Ah (The K2), Chae Soo Bin (Moonlight Drawn By the Clouds), Do Hee (Reply 1994), Choi Kang Hee (Protect the Boss), Ha Yeon Soo (Legendary Witches), dan Seo Woo (Cinderella’s Sister). Tak ketinggalan penyanyi Jo Sung Mo, mantan member UKiss Dongho, mantan member After School Jung Ah, Jun.K 2PM, Jonghyun CNBLUE, Junhyung 2Bic, Jinyoung B1A4, dan aktor musikal “The Days” Kang Tae Eul. Model fitness dan selebritis Clara dan Yoo Seung Ok juga hadir untuk mendukung “Fabricated City”. Selain para selebritis tadi, Ji Chang Wook juga mengundang ibunya dan temannya Kang Woo dan Ysvespa.
Teman-teman dan lawan main Ji Chang Wook datang memberikan dukungan untuk film pertamanya
Sekarang tinggal harap-harap cemas sebelum filmnya diputar dalam skala nasional pada 9 Februari nanti. Semoga saja sukses dan mendapat sambutan hangat dari para penonton! “Fabricated City” Fighting!

Berikut foto-foto dan video dari VIP Premiere kemarin:
 
 
 
 

Sumber: JCW Kitchen, naver, as tagged

[WAWANCARA] Majalah Harper’s Bazaar (Maret 2014): Pria yang Sesungguhnya

Pria yang romantis di “Empress Ki” adalah sebuah imajinasi anak muda. Di dalam drama, Ji Chang Wook adalah pemuda sehat yang selalu ceria dan menyenangkan. Namun, orang yang kami temui kenyataannya adalah orang yang kompleks dan realistis yang berkata seseorang tidak bisa hidup dengan mimpi saja, dan seseorang tidak bisa hidup mencintai hanya satu orang saja seumur hidupnya.

Profil Ji Chang Wook


Halo, chingu!! Annyeong haseyo yeoreobun!!
Tak lengkap blog ini tanpa profil Ji Chang Wook. Maka hari ini saya akan bahas profil Ji Chang Wook. Cekidot!

Biodata
Nama: Ji Chang-Wook
Hangul: 지창욱
Tanggal lahir: July 5, 1987
Tempat Lahir: Anyang, Korea Selatan
Tinggi: 180 cm
Twitter/Instagram: @Jichangwook
Official Fan Café: Dayrock

Nominasi di APAN Star Awards untuk Ji Chang Wook


Memasuki akhir tahun, pagelaran ajang penghargaan (awards) untuk insan industri perfilman dan drama Korea Selatan akan semakin banyak. Tak luput Ji Chang Wook juga mendapat satu nominasi di ajang penghargaan drama yang cukup bergengsi, APAN (Asia Pasific Actors Network) Star Awards. Ji Chang Wook mendapat nominasi “Excellence Actor” untuk serial drama panjang (long drama) atas perannya sebagai Ta Hwan di “Empress Ki”. Dia dinominasikan bersama Kim Sang Kyung (What Happens to My Family?), Kim Ji Hoon (Jang Bori Is Here), Park Young Gyu (Jeong Do Jeon), dan Taecyeon (Wonderful Season).

Aktor dan aktris “Empress Ki” yang lain juga tak ketinggalan dinominasikan. Joo Jin Mo mendapat nominasi “Top Excellence Actor”, Ha Ji Won untuk “Top Excellence Actress” dan Baek Jin Hee untuk “Best Supporting Actress”.

Penghargaan APAN Star Awards akan digelar di Jung Shin Hwa International Hall, Chungnam National University, Daejeon pada 15 November 2014. Acara ini juga akan disiarkan secara langsung sejak pukul 17.00 KST di TvN. Kim Sung Joo dan Soyeon T-ARA akan menjadi MC di acara ini dan akan dimeriahkan oleh Ailee dan T-ARA.

Ajang penghargaan ini digelar dalam rangka Daejeon Film Festival, yang digelar pada 12-15 November tahun ini. Untuk tahun 2014, APAN me-review 87 drama yang ditayangkan di stasiun terrestrial (KBS, MBC, SBS) dan semua stasiun TV kabel (TvN, JTBC, dll) pada periode 1 Oktober 2013 hingga 30 September 2014. Juri APAN terdiri dari sutradara drama, penulis, kritikus, dan jurnalis yang menilai 23 kategori penghargaan tahun ini. Acara tahun ini juga akan mempertimbangkan drama yang ditayangkan lewat “media baru” dengan adanya Special Division Award untuk drama-drama yang ditayangkan hanya melalui internet dan media sosial.

Melihat aktor-aktor lain yang dinominasikan di kategori yang sama, kami optimis Ji Chang Wook seharusnya meraih penghargaan di kategori tersebut. Namun, ajang penghargaan di Korea Selatan lebih menekankan pada popularitas dibanding bakat akting dan performa di suatu drama sehingga kami pun tidak menaruh harapan besar pada setiap ajang penghargaan. Namun, apapun itu, kami akan dukung setiap nominasi penghargaan untuk Ji Chang Wook dan berharap dia akan menang karena penampilannya yang brilian di “Empress Ki”. Semoga!

Sumber: JCW Kitchen, Good Morning Chungcheong

[WAWANCARA] eNews 24 (Mei 2014): Hadiah yang Diberkati Bernama Ji Chang Wook

Kekuatan satu karakter dapat menakutkan. Masih terasa aneh melihat Ta Hwan tanpa pakaian kaisar. Begitu kuat kesan yang dia buat terhadap karakternya.

Dengan penayangan episode ke-51, drama MBC hari Senin-Selasa yang berjalan selam 6 bulan “Empress Ki” akhirnya berakhir. Ji Chang Wook, yang menunjukkan cinta penuh kasih dan patah hatinya terhadap Seung Nyang di drama, memiliki penampilan yang hebat hingga akhir sembari drama ditutup dengan akhir yang menyedihkan.

Enam bulan terakhir ini bukanlah perjalanan yang mudah bagi Ji Chang Wook. Dengan mempertimbangkan masa syuting selain 6 bulan, dia telah terlibat dalam drama selama 9 bulan penuh. Dilihat dari sisi lain, “Empress Ki” bisa dianggap sebagai drama yang menunjukkan perkembangan Ji Chang Wook.

Ini membuat kami penasaran. Jika tidak ada Ji Chang Wook, akankah perjalanan ini ada? Ji Chang Wook dengan sukses menjadi satu dengan karakternya melalui aktingnya yang penuh semangat, tidak perlu ada keraguan tentangnya lagi.


Ji Chang Wook, tampilan dari “aktor asli” setelah berpisah dari Ta Hwan

T: Kamu pasti merasa begitu hampa sekarang karena “Empress Ki” berakhir. Apa yang kamu lakukan akhir-akhir ini?
J: Aku sekarang membereskan jadwalku yang sudah diatur yang belum kuselesaikan. Aku belum punya waktu untuk beristirahat. Aku mungkin punya waktu untuk beristirahat setelah aku menyelesaikan jadwalku di Jepang (fanmeeting di Jepang, red).

T: Bagaimana perasaanmu? Apakah kamu merasa sudah melepaskan diri dari “Empress Ki”?
J: Kurasa aku masih dalam proses menyelesaikan itu. Kurasa aku akan merasa sudah selesai setelah aku menyelesaikan semua wawancara.

T: Kamu sangat menjiwai peran itu. Efek lanjutannya itu juga pasti besar.
J: Aku tidak punya efek lanjutan (dari drama). Aku hanya merasa hampa. Fakta bahwa aku tidak lagi bertemu orang-orang yang biasa kulihat setiap hari di tempat syuting membuatku merasakan kehampaan. Tetapi walaupun demikian, tubuhku menjadi jauh lebih nyaman sekarang (tertawa).

T: Apakah berlebihan untuk berkata kau adalah yang paling mendapat keuntungan dari “Empress Ki”. Apakah kamu menyadari betapa terkenalnya dirimu?
J: Aku tidak tahu ketika drama masih berlangsung. Aku hanya menyadari sedikit ketika bertemu orang-orang. Kadang-kadang, ketika aku berjalan-jalan, orang-orang berkata padaku bahwa mereka menikmati menonton “Empress Ki”. Itu membuatku menyadarinya, dan aku berterimakasih kepada orang-orang yang punya ketertarikan besar padaku.

T: Masih terasa sedikit aneh melihatmu tampil dengan pakaian biasa begini setelah melihatmu di sageuk. Saya penasaran bagaimana perasaanmu secara pribadi.
J: Aku sendiri juga merasa begitu. Aku menyemir rambutku sedikit, dan aku sekarang dalam proses keluar dari drama sageuk dan menyesuaikan dengan waktu sekarang.

T: Kau berakting hingga kau menjadi satu dengan Ta Hwan, dan orang-orang bahkan berkata bahwa karakter ini tidak akan mungkin ada jika bukan Ji Chang Wook (yang memainkannya, red).
J: Itu mungkin karena para senior di sekitarku yang membantuku. Sangat menyenangkan bahkan ketika syuting. Entah sekarang atau sebelumnya, satu-satunya pikiran yang kumiliki adalah “Aku harus bekerja lebih keras”, jadi aku malu. Tentu, aku senang orang-orang senang melihatku. Tapi di sisi lain, ada saat dimana aku merasa terbebani. Bahkan ketika itu terjadi, itu menjadi peluang bagiku untuk memperkuat resolusiku untuk bekerja lebih keras lagi.

T: Jelas bahkan kau telah berkembang dalam akting. Saya penasaran bagaimana perasaanmu tentang itu.
J: Aku masih belum tahu. “Jadi aktingmu tiba-tiba meningkat?” Aku tidak tahu apakah begitu. Itu mungkin pujian bagiku yang telah cocok dengan karakter Ta Hwan. Aku hanya merasa malu. Bagiku, menerima penghargaan (piala) di ajang penghargaan adalah yang paling memalukan, dan aku juga malu saat menerima pujian tentang aktingku.

T: Bagaimana perasaanmu setelah menyelesaikan syuting terakhirmu?
J: Aku merasa segar dan juga sedih. Walaupun aku berkata pada diriku sendiri untuk beristirahat dengan baik, ketika aku berpikir aku tidak akan bisa memainkan peran ini lagi dalam hidupku, dan tidak bisa duduk lagi di singgasana yang biasa aku duduki, aku mulai merasa aneh. Karena manusia itu kreatif, mereka tidak tahu bahwa itu baik jika tubuhnya terasa nyaman lagi (tertawa).


“Empress Ki” dan pemerannya menurut Ji Chang Wook

T: Kamu masih menjalin kontak dengan Ha Ji Won bukan?
J: Ya, kami tetap menjalin kontak. Aku memintanya membelikan makanan lezat (tertawa). Karena kami tidak punya waktu, kami tidak bisa bertemu. Dia akan segera ke Amerika. Dia berkata dia akan membelikanku sesuatu yang lezat ketika dia kembali.

T: Di lokasi syuting, kamu sepertinya mendapat cinta dari semua orang.
J: Kurasa mereka benar-benar mencintai dan memperhatikanku. “Empress Ki” adalah memori indah yang kusyukuri.

T: Saya tidak bisa menghindari menyebutkan endingnya. Itu berakhir dimana kau meninggal di pelukan sang ratu?
J: Hatiku terasa sedikit sakit ketika aku melihat naskah untuk episode 51. Ta Hwan yang kubayangkan adalah Ta Hwan yang hanya melihat Seung Nyang. Seung Nyang mengakui cintanya ke Ta Hwan di momen terakhir, dan ketika Ta Hwan mendengarnya, itu terlihat seperti dia melepaskan ikatan di hatinya. Melihatnya, meraih hati Seung Nyang adalah tujuannya selama 51 episode dan itu menyedihkan.

T: Saya penasaran apakah kau menyukai endingnya.
J: Aku membunuh Wang Yoo dan “Seung Nyang dan Ta Hwan hidup bahagia selamanya” terasa terlalu mirip dengan ending sebuah dongeng kupikir. Bagiku, aku puas dengan endingnya.

T: Apakah itu ending yang kamu harapkan?
J: Ada rumor bahwa drama akan berakhir dengan kematian, dan ada juga rumor happy ending. Ada banyak rumor hingga saat naskah final dirilis. Lalu ada rumor kalau Ta Hwan akan meninggal. Sesaat sebelum naskah dirilis, ceritanya punya begitu banyak jalinan yang membuatku merasa akhir yang bahagia mungkin terlalu tidak logis. Aku bilang ke penulis naskah bahkan mungkin lebih baik meninggal. Kudengar ada banyak diskusi yang dibuat secara internal.

T: Pengkhianatan Jo Jae Yoon dan twist adalah sorotan drama ini. Saya dengar kalian berdua sangat dekat di kehidupan nyata?
J: Aku sangat kaget ketika tahu Golta adalah pemimpin Eagle House. Seperti dikhianati sungguhan, tanganku gemetar dan jantungku berdetak sangat cepat. Aku ingat langsung menelpon Jae Yoonie hyung. Walaupun kita bertemu pertama kali lewat syuting ini, kita menjadi sangat dekat. Aku punya perbedaan usia 14 tahun dengannya, dan walaupun aku memanggilnya hyung, kami berinteraksi seperti teman. Untungnya, adegan dimana Golta dibunuh adalah adegan terakhir yang difilmkan. Itu adalah adegan dimana kami begadang semalaman dan syuting hingga jam 12 keesokan harinya. Aku mengingat syuting itu dengan setiap bulir emosi. Syuting (adegan) itu sangat menarik dan juga sedih.

T: Apakah ada saat-saat ketika kamu merasa lelah saat syuting? Atau ada memori mengalami penderitaan tapi merasa puas?
J: Banyak, tapi di depan Joo Jin Mo, aku tidak PD untuk berkata aku menderita (Nyatanya, Ji Chang Wook memberikan senyuman penyesalan ketika pertanyaan ini diajukan). Ada adegan kami berlari sepanjang tebing dan kami harus syuting dengan tali selama 3 hari. Itu sangat melelahkan. Karena kami syuting di Laut Barat, sangat sulit untuk menyesuaikan waktu jatuh ke dalam air. Setelah itu, syuting indoor adegan-adegan istana hal nyaman bagiku.

T: Sebelum kau memulai “Empress Ki”, kau pasti punya tujuan. Seberapa puas dirimu?
J: “Ayo membuat (karakter) Ta Hwan dengan benar” adalah tujuan yang kupunya awalnya. Tapi jika kau menanyaiku “seberapa jauh kau menujunya?”, jawabanku akan menjadi tidak jelas. Ada banyak penyesalan. Aku kemudian menyesal dengan pikiran seperti “Aku seharusnya melakukan itu dengan lebih berani”. Tapi kemudian, aku pikir aku telah belajar banyak. Aku juga menikmati pekerjaanku.


T: Seperti apa Ha Ji Won sebagai seorang pasangan?
J: Awalnya canggung. Kami berdua sangat pemalu jadi aku berpikir apa yang harus kami bicarakan. Aku berkata, “Noona, kamu seniorku dari sekolah yang sama,” tapi dia hanya menjawab dengan “ah, benarkah?” Kami tidak familiar dengan satu sama lain karena itu adalah pertemuan pertama kita, dan aku juga cukup khawatir bagaimana aku bisa dekat dengannya. Tapi untungnya adegan-adegan awal kami adalah adegan dimana kami memprovokasi dan menggoda satu sama lain, jadi kami cepat akrab. Walaupun kami tidak bermaksud menjadi lebih dekat secara pribadi, kami akhirnya tetap dekat selama akting. Kami benar-benar berbicara banyak tentang drama. Kami banyak menggali karakter masing-masing ketika sedang berdiskusi.

T: Saya dengar kau sangat terlambat bergabung dengan produksi. Saya penasaran bagaimana kau menyesuaikan.
J: Walaupun itu mungkin bagi para aktor untuk menjadi lebih dekat ketika minum-minum, kami tidak punya kesempatan untuk melakukannya. Karena aku sangat telat bergabung, syuting drama berlangsung dengan Ta Hwan sebagai satu-satunya peran yang masih kosong. Aku tidak punya pilihan lain selain menjadi dekat dengan yang lain di set.

T: Banyak aktor lain yang dipertimbangkan untuk peran ini. Karena kamu terlambat bergabung dengan drama ini, tekanan yang kamu dapatkan pastilah besar juga?
J: Dibanding merasa khawatir, aku cemas tentang “akankah sutradara atau penulis mempercayaiku dan akankah semua berjalan baik?” Sutradara, penulis naskah, dan aktor perlu saling percaya agar tercipta sinergi, jadi aku memberikan usaha terbaikku dalam aktingku. Ketika drama ditayangkan, penulis naskah menghubungiku dan berkata, “Aku khawatir tentangmu, tetapi terimakasih telah memberikan penampilan yang baik.” Mulai saat itu, aku bisa merasakan kepercayaan mereka terhadapku, dan aku juga bisa lebih banyak tampil.


Ji Chang Wook dan peninggalan besar “Empress Ki”

T: Di dalam drama, Ta Hwan hanya melihat Seung Nyang dan menunjukkan gambaran cinta yang murni. Bagaimana Ji Chang Wook sebagai lelaki?
J: Kurasa semua pria sama saja. Jika ada wanita yang mereka suka, mereka tidak akan melihat wanita lain. Walaupun aku tidak tahu apakah hal yang sama tetap berlaku jika hati berubah. Cinta yang ada di drama-drama sebenarnya tidak mudah di kehidupan nyata. Aku bertanya-tanya bisakah aku seperti Ta Hwan yang mampu mencintai tanpa balas hingga hari kematiannya, dan kurasa itu tidak mudah. Karena ini adalah drama, ada elemen fantasi sampai titik tertentu. Walaupun begitu, ketika aku melihat Ta Hwan, ada saat-saat aku punya pikiran seperti “ah, aku benar-benar ingin jatuh cinta”.

T: Kamu belum pernah mengalami cinta romantis yang murni?
J: Kupikir itu tidak mudah. Kamu harus mengesampingkan pekerjaaanmu dan hanya melihat orang itu saja, jadi itu tidaklah mudah. Kurasa sulit bertemu orang seperti itu.

T: Saya penasaran apa yang kamu lakukan di waktu luangmu.
J: Aku akan bertemu teman-temanku untuk minum kopi atau bermain sepakbola. Terkadang aku akan minum-minum atau pergi liburan juga.

T: Apa hal terbesar yang pernah kamu lakukan yang melenceng dari rutinitas normalmu?
J: Selain melanggar hukum, aku pikir aku sudah melakukan semuanya (tertawa). Sampai saat dimana aku akan meninggalkan rumah tanpa tujuan di pikiranku. Tapi aku menyesal setelah melakukannya. Terkadang, aku akan melakukan hal-hal diluar kebiasaan seperti berlari ke suatu tempat untuk bersembunyi.

T: Apa ada genre atau karakter yang ingin kamu mainkan?
J: Aku tidak punya karakter khusus di pikiranku, tapi aku ingin mencoba bermacam-macam karakter. Dengan mengambil banyak peran, aku berharap menemukan macam karakter apa yang sulit bagiku dan karakter apa yang nyaman bagiku. Jika aku ingin melakukan sesuatu yang unik, aku ingin melakukan sesuatu yang baru, seperti bagaimana aku memainkan karakter Ta Hwan dengan berbeda. Setiap karakter adalah pekerjaan yang harus dilakukan. Aku ingin menunjukkan sesuatu yang baru yang tidak biasa tapi realistis.


T: Apakah ada pasangan yang kamu harapkan bermain bersama di melodrama di masa depan?
J: Itu sangat banyak (tertawa). Akan bagus jika pasangan itu adalah seseorang yang mudah kuajak berkomunikasi. Kupikir itu penting. Apakah itu bisnis atau apapun, aku pikir kesamaan itu penting. Sekalipun dengan Ji Won noona, aku harap bisa banyak berbicara dengannya seperti yang biasa kami lakukan. Aku pikir akan lebih baik jika senior, junior, dan kolega punya banyak percakapan.

T: Pada titik ini, saya penasaran tentang rencanamu dalam wajib militer.
J: Aku akan pergi ketika saatnya pergi. Aku ingin pergi ke tempat yang biasa saja. Aku berpikir untuk bergabung dengan Angkatan Darat. Aku pikir akan menarik jika aku pergi ke unit biasa. Aku mengikuti sekolah khusus laki-laki di SMP dan SMA, yang kurasa sangat menarik, jadi kupikir aku akan bisa bersenang-senang dengan para lelaki disana.

T: Tentunya kamu punya rasa takut tentang kekosongan di periode itu (wamil)?
J: Walaupun aku takut, tak ada yang bisa kulakukan tentang itu. Itu adalah tempat dimana semua orang harus pergi. Malah, kupikir aku akan bisa berkonsentrasi dan mengerjakan pekerjaanku dengan mudah saat aku kembali. Aku mungkin akan merasa hidupku lebih bebas setelah itu. Aku akan pergi jika pemberitahuan wamilku datang tahun depan atau tahun depannya lagi. Tapi setelah aku kembali dari militer, mungkin ada peran yang tidak bisa kumainkan lagi. Aku berharap dapat melakukannya sebelum aku pergi.

T: Apa rencanamu kedepannya?
J: Aku punya rencana syuting film “Two Constables”. Aku belum berkesempatan bertemu dengan senior Sol Kyung Gu, tapi dia adalah senior yang aku hormati dan kudengar dia adalah orang yang baik, jadi kurasa syuting akan menyenangkan. Aku menantikan itu.

Catatan: wawancara ini dilakukan pada Mei 2014 saat “Empress Ki” baru saja usai dan Ji Chang Wook akan bermain di film “Two Constables”. Sayangnya produksi film masih belum berjalan hingga saat ini dan kemungkinan akan dilanjutkan tahun depan setelah drama “Healer” dan drama musikal “The Days” usai.

Terjemahan Korea-Inggris: Gabby
Terjemahan Inggris-Indonesia: kanz
Sumber: JCW Kitchen
Wawancara ini pertama kali dipublikasikan oleh eNews 24 pada 16 Mei 2014.

[WAWANCARA] The Star (Mei 2014): Ji Chang Wook “Romansa Seperti Fantasi, Apakah Itu Mungkin di Kehidupan Nyata?”


Lelaki yang hanya memandang satu wanita bahkan hingga akhir hayatnya. Di era modern dengan konsumsi serba cepat, orang seperti itu sulit ditemui saat ini. Karena jarang, lelaki seperti itu adalah yang diimpikan para wanita. Lelaki yang hanya melihat aku seorang, lelaki yang hanya mencintaiku. Di drama “Empress Ki”, Ta Hwan mencintai Seung Nyang, terobsesi padanya, dan bahkan di saat terakhirnya, dia ingin mendengar Seung Nyang berkata “Aku mencintaimu.” Dia adalah lelaki yang percaya pada cinta suci.

[WAWANCARA] Arena Homme Agustus 2014: Drama Ji Chang Wook


Bagi Ji Chang Wook, “Empress Ki” adalah drama yang serupa dengan marathon panjang dimana dia harus mengontrol langkahnya dengan nafas panjang. Kehidupan aktor ini, yang meningkat karena ketulusan dan kerja keras daripada bakat alami, adalah sebuah drama tersendiri. 

Ji Chang Wook, yang debut pada usia 20 tahun dan sekarang di usia dua puluhan sebagai aktor, hidupnya berfokus pada setiap pemandangan yang ia lewati dibanding kecepatan atau rekor. Setiap kali sebuah drama selesai, dia merasa puas dan berterimakasih pada orang-orang yang mengingatnya dari nama tokoh yang ia perankan. Setelah “Empress Ki” berakhir, dia menjadi dikenal orang sebagai “Ji Chang Wook” dan juga menjadi topik diskusi, tetapi dia tak terlalu menunjukkan kegembiraan dan hanya tertawa pelan. Dia bukan aktor yang menjadi terkenal hanya karena satu drama, dan dia juga bukan aktor yang hanya bermain di satu drama. Punya percaya diri tinggi tapi tidak sombong, menikmati saat ini tapi tidak yakin akan masa depan – ini adalah sikap mental dari Ji Chang Wook. Hingga sekarang, banyak drama yang ditulis dan ditambahkan dalam kehidupan Ji Chang Wook. Melihat senyum Ji Chang Wook, kami sekarang tahu bahwa seseorang yang mengerti kesedihan akan mampu tertawa dengan lebih baik.

Kamu tampak lebih sibuk setelah drama berakhir. Kamu menggelar jumpa fans di Jepang belum lama ini dan kamu juga punya banyak CF.

Aku sibuk dan juga bersyukur pada saat yang sama.

Apa drama yang paling disukai penggemarmu di Jepang?
Ada jumlah fans yang sama besar yang telah menonton “Smile, Donghae”, “Warrior Baek Dong Soo”, “Five Fingers”, “Bachelor’s Vegetable Store”, dll dan mereka menyukainya, “Empress Ki” juga disukai.


Kamu mendapat nilai yang sangat baik saat sekolah, tapi tiba-tiba mengambil pelajaran film dan teater di tahun ketiga SMA. Apakah kamu masih ingat audisi yang kamu lakukan untuk masuk kampus?

Haha. Aku mengambil tes di 3 kampus berbeda tapi hanya satu yang menerimaku. Di hari audisi, sebuah kertas naskah diberikan kepadaku di tempat. Aku melihatnya dan menginterpretasikan dan berakting sesuai gayaku. Aku juga harus menunjukkan bakat khususku di tes yang berbeda.

Selain akting, ada cara lain untuk melepaskan emosimu. Mengapa kamu memilih menjadi aktor? Mengapa akting?
Aku berpikir bahwa aktor terlihat menikmati kehidupan mereka. Itu terlihat mudah.

Itu terlihat mudah?


Mereka juga kelihatannya memperoleh banyak uang... (tertawa). Aku tidak tahu apapun dan tidak punya gambaran tentang realita. Di mataku, aktor hanya terlihat glamor.

Di wawancara yang lain, kamu mendeskripsikan masa kuliahmu sebagai “masa kelam dalam hidupku”... (tertawa)

Kupikir aku akan bisa minum-minum, tidur larut malam dan bermain setiap hari jika aku masuk universitas, tapi kehidupan universitas bahkan lebih intensif. Aku bahkan berpikir akan baik-baik saja jika aku tidak lagi belajar, tapi PR untuk pertunjukan di sejarah teater...

Apakah kau bekerja keras?


Tidak (tertawa). Ini berbeda dari yang kupikirkan pada awalnya. Karena aku harus belajar dengan teman-teman yang sudah belajar tentang akting secara sistematis sejak usia dini, aku tidak bisa dibandingkan dengan mereka. Pandangan mereka tentang belajar akting juga terlihat lebih mendalam daripada aku. Itulah kenapa aku tidak bisa beradaptasi awalnya. Walaupun begitu, tidak mungkin aku keluar, karena ini adalah pilihanku yang kupilih dengan keras kepala dan aku bahkan bertengkar dengan ibuku soal itu. Itu melukai harga diriku dan aku juga tidak tahu apapun saat itu, jadi aku masih berpikir bahwa ini akan menarik. Ketika aku mengikuti para seniorku, aku mulai syuting film-film pendek. Itu sangat menarik.

Sepertinya kamu langsung ingin ke tempat syuting.

Iya. Aku berkeliling ke tempat-tempat syuting selama hampir setahun, dan untungnya, aku mendapat peran untuk film independen dan segera setelah syuting, aku bahkan lolos audisi di Daehangno (tempat teater di Seoul seperti Broadway, red) dan aku harus berakting di panggung. Tetapi ketika aku bekerja di proyek-proyek ini, aku menerima hinaan paling buruk yang pernah aku terima.


Karena kamu tidak mempersiapkan dengan baik?

Benar. Mereka berkata aku tidak bisa akting. Kata-kata yang diucapkan sutradara saat itu masih tertanam di pikiranku. “Kami orang-orang yang menerima uang dan menampilkan pertunjukan, ini bukan sekolah untukmu belajar akting.” Memikirkannya sekarang, dia memang benar, kata-kata itu.

Kau berpikir bahwa akting itu mudah, tetapi ketika kau memulainya, itu tidak terlihat semudah itu?

Itu tidak seperti apa yang kuinginkan. Aku seperti tidak bisa mengekspresikan sesuai yang ada di pikiranku. Aku beruntung debut lebih awal. Aku tidak tahu apapun dan yang kupunya hanyalah keberanian.

Kamu memulai akting seperti kertas kosong. Bagaimana kamu mengatasinya di lokasi syuting?

Saat itu, aku belum punya filosofi atau apapun tentang akting. Aku berada pada kondisi dimana aku bahkan tidak tahu apa itu akting dan aku akan gugup ketika berdiri di depan kamera. Seluruh tubuhku akan bergetar. Aku menghafal dan berlatih naskah hingga jika ada seseorang yang tiba-tiba menepukku, semua dialogku akan keluar dari mulutku secara otomatis. Aku bahkan membicarakan dialogku dalam tidurku... Tapi setelah sangat terobsesi pada naskah, itu masih tidak terlihat seperti akting, aku hanya mengeluarkan apa yang kuhafal. Aku seringkali dimarahi oleh sutradara di lokasi syuting. Walaupun aku pergi lebih awal ke tempat syuting tanpa persiapan, aku bertemu dengan banyak senior bagus ketika bekerja pada proyek. Aku belajar dari mengamati dari pinggir para senior berakting, dan perlahan, aku belajar apa itu akting.

Bukankah juga ada aktor yang sepertinya punya bakat akting secara alami? Apakah kamu merasa inferior dalam hal ini?

Itulah mengapa dalam prosesnya, aku berpikir secara serius apakah keluar atau tidak. Selama “Smile Donghae”, aktingku tidak berjalan sesuai yang kuharapkan dan itu terasa berlebihan buatku. Kupikir aku benar-benar tidak punya bakat atau skill di bidang ini dan bertanya-tanya mengapa aku tidak bisa berakting sebaik yang lain. Itu melelahkan.

Kamu punya pikiran seperti itu ketika bermain pada peran utama pertama dalam hidupmu?

Rating penonton bagus dan drama juga berjalan baik, tetapi secara pribadi, itu sangat melelahkan. Aku bisa menyelesaikannya dengan keyakinan aku hanya perlu bekerja keras, tapi walaupun begitu, aku terus-terusan ragu akan diriku sendiri. Saat itu, aku sangat tidak menyukai apapun tentang diriku. Aku bahkan bertanya-tanya jika aku bisa lanjut sebagai aktor. Saat itu, aku berpikir telah melakukan yang terbaik untuk drama atau dalam menganalisa peran, tapi aku segera sadar bahwa itu sangat dangkal. Aku tidak tahu bahwa ada yang lebih mendalam daripada itu.

Kamu sempat berpikir bahwa itu adalah yang terbaik darimu, tapi kenyataannya, itu sebenarnya bukan yang terbaik darimu?

Sepertinya begitu.


Jika  sekarang kamu berpikir tentang dirimu 10 tahun mendatang, kamu mungkin akan berpikir sama. (Tertawa) Ketika terperangkap dalam jaring yang maju mundur seperti rollercoaster antara membandingkan dirimu dan merasa puas, apakah ada proyek yang mengurangi rasa ketidakamananmu dan menguatkan keyakinan pada dirimu sendiri?

Aku lebih dewasa sebagai aktor ketika syuting “Bachelor’s Vegetable Store”. Drama-dramaku sebelumnya punya rating yang begitu tinggi, jadi itu terasa seperti beban bagiku. Tetapi rating untuk “Bachelor’s Vegetable Store” sekitar 1% (karena ada di TV kabel, red). Aku takut awalnya. Kupikir tidak ada orang yang ingin menawariku kerja lagi. Nyatanya, jika rating buruk, para aktor juga akan merasa kurang semangat. Walaupun kamu asal-asalan syuting drama, tidak ada yang akan melihatnya, dan ini menjadi masalah saat kau mulai punya pikiran seperti itu. Pada suatu ketika, aku menjadi seperti itu. Begitu drama berjalan tiap episode, aku mengurangi ekspektasiku terhadap rating, dan aku berpikir tentang tanggung jawab dan kesadaran yang harus dipikul aktor untuk drama.

Jadi ternyata begitu. Kamu tampak menikmati akting di “Empress Ki”.

Jadwal syuting tidak memberiku pilihan selain tidur sebentar, tetapi waktu sangat berharga dan aku menganalisa naskah dan bersiap. Aku bahagia sebanyak yang aku persiapkan untuk peranku. Berakting masih sulit dan aku tidak bisa berakting sebaik yang aku pikirkan. Tapi aku sekarang bisa berpikir. Jika pikiranku akan menjadi kosong seperti kertas putih ketika aku berdiri di depan kamera dulu, kini aku bisa berpikir dan menganalisa, dan aku akan bekerja keras untuk mengekspresikannya.

Setelah merasakan akting, kamu harusnya punya lebih banyak kebebasan sekarang pada beberapa hal. Pada akhirnya, semua drama yang kamu kerjakan adalah bagian dari proses latihan.

Itu akan sama bahkan di masa depan. Dibanding menjadi serakah terhadap drama atau peran, aku ingin bekerja keras pada peran yang bisa kuambil tanggung jawab dan kutampilkan dengan baik.

Terjemahan Korea-Inggris: Gabby
Terjemahan Inggris-Indonesia: kanz
Sumber: JCW Kitchen
Sumber gambar: Top Star News, Arena Homme Magazine August 2014 issue

[ARTICLE] 'Rotten Wood vs Big Hero' (Singapore iWeekly Magazine 25th Sep 2014)



Ji Chang Wook’s Ta Hwan’s character analysis by a Singaporean reporter.
 
the article
Rotten Wood vs Big Hero

Finished marathoning all 51 episode, not because of the Empress.

Not because of Chinese history, Yuan history is not the important point, not concern about how great Goryeo people are. It is going back to the basics of Korean drama, who love whom is the most important.

[NEWS] Finale of Empress Ki: Emotional Confession, Inducing Tears of Over a Million of Viewers




News from ETTV, Sep 12, 2014

Finale of Empress Ki: Emotional confession, inducing tears of over a million of viewers

Yesterday night Empress Ki last ep was shown in Taiwan. Although the ending is a tragedy, but it attracted a million viewers to watch. The highest ratings was 6:05 not only beating another of this year's popular show "You from the Stars", but also broke the 5 years record of a foreign drama. The TV station as per fan request will follow up with a rerun in October. Ha Ji Won's fever continue to burn, another of her drama Huang Jin Yi will also be broadcast. However she will not be an Empress this time but a geisha.

The emperor was poisoned, lying on the thigh of Empress Ki in his last moments and making an emotional confession. However the ending is sad. Many people who watched this scene cried. Ha Ji Won's Ki Seung Nyang, from a Goryeo women climbing to the empress position in Yuan, finally eliminated all enemies and achieve final victory. The interesting ending attracted over a million viewers. The rating was 5.51, highest was 6.05.

[WAWANCARA] NEWSEN- Ji Chang Wook Berbicara Tentang Distorsi Sejarah di Empress Ki


Ji Chang Wook mengungkapkan pemikirannya secara terbuka mengenai kontroversi tentang distorsi sejarah di “Empress Ki”.

Drama Senin-Selasa MBC “Empress Ki” yang selesai bulan lalu, mempertahankan posisi no.1 selama penayangannya dengan rating yang tinggi, dan juga menjadi topik diskusi panas. Sebelum penayangan “Empress Ki”, kontroversi tentang distorsi sejarah memunculkan kekhawatiran dari banyak orang ditepis dengan menekankan drama sebagai faction sageuk. Drama itu kemudian memenangkan hati banyak orang dengan cerita yang menarik.

Dalam wawancara baru-baru ini, Ji Chang Wook mengungkapkan rasa tanggung jawab yang ia rasakan sebagai aktor ditengah kontroversi.

Ji Chang Wook berkata, “Ada banyak kontroversi awalnya. Ada masalah dengan sejarah, dan juga banyak pertanyaan tentang kuncir rambut ala Mongolia (pigtail). Benar bahwa aku sangat khawatir. Atmosfernya juga seperti itu selama konferensi pers. Aku masih ingat hari itu. Aku sangat gugup. Ada tensi yang besar.”

“Awalnya, aku punya kekhawatiran seperti ‘bagaimana aku seharusnya menjelaskan kontroversi tentang distorsi sejarah?’ dan ‘tanggung jawab seperti apa yang aku punya?’ Jika penonton atau publik bertanya kepadaku bagaimana aku akan mengemban tanggung jawab sebagai public figure atau aktor, sejujurnya aku tidak punya jawabannya. ‘Aku mungkin hanya berkata maaf’ adalah jawabanku kepada mereka. Drama kami hanyalah fiksi dan kisah cinta. Aku berkata bahwa kami akan memberikan yang terbaik untuk membuat drama yang menarik untuk kalian sehingga beri kami perhatian.

“Untungnya, penonton tampaknya sangat menikmati drama ini. Aku berterimakasih pada orang-orang yang menikmatinya lebih dari yang aku harapkan. Faktanya aku awalnya khawatir apakah orang-orang akan menonton drama ini dengan adanya kontroversi tentang distorsi sejarah, dan apakah kontroversi masih akan berlanjut.”

“Karena aku harus meneruskan syuting, aku berpikir Ta Hwan adalah satu-satunya hal yang harus kufokuskan. Tidak ada hal lain yang bisa kukerjakan selain mengemban tanggung jawab untuk karakterku dan menampilkannya hingga akhir. Itu melelahkan dan ada saat-saat ketika naskahnya terlambat tiba. Juga ada saat-saat ketika semua orang di tempat syuting merasa kelelahan, tapi aku berpikir bahwa aku harus memegang tanggung jawab terhadap karakterku dan menyelesaikan ini.”

Ketika ditanya apakah itu sulit baginya untuk memutuskan memilih peran ini karena kontroversi tersebut, ia mengatakan, “Sebenarnya, walaupun aku tahu ada kontroversi, aku merasa bahwa Ta Hwan adalah karakter yang harus aku ambil. Itulah mengapa aku langsung setuju bermain di drama ini tanpa basa-basi.


“Empress Ki” jelas punya sesuatu yang menarik selera penonton. Drama itu secara menarik dikemas dengan cerita yang berkembang cepat, karakter-karakter dengan berbagai kepribadian, adu kepandaian dan masih banyak lagi, sehingga membuat drama itu menjadi peraih rating tertinggi setiap hari Senin-Selasa. Untuk drama yang sangat menarik itu, kontroversi awal mengenai distorsi sejarah hanyalah situasi yang disesalkan sekarang.

Ji Chang Wook mengungkapkan, “Walaupun sempat terlintas di pikiranku bahwa drama ini akan lebih baik jika hanya fiksi, karakter Empress Ki sendiri adalah satu karakter dengan banyak cerita untuk diungkap. Selain itu, ada banyak hal yang mungkin terjadi pada cerita, yang menjadi alasan mengapa aku memilih drama ini. Itulah sebabnya dari segi sejarah, mau tidak mau itu akan menjadi poin kontroversi... dan karena itu, aku tidak berada dalam posisi untuk berkata, ‘ayo kita buat cerita fiksi’, jadi aku hanya fokus pada Ta Hwan dan melanjutkan syuting. Aku berterimakasih pada banyak orang yang menikmati drama ini, ini keberuntungan.”

Menerima banyak pujian berkat aktingnya di drama, Ji Chang Wook berkata dengan rendah hati, “Aku merasa sangat malu dan tersipu-sipu. Ada banyak senior brilian di drama ini, yang membuatku jadi bertambah malu. Tentu saja, aku juga sangat senang. Bagi seorang aktor, tidak ada pujian yang lebih baik selain dipuji karena akting yang sangat baik, jadi ini membuatku ingin bekerja lebih keras lagi. Aku telah belajar banyak dari para senior.”

Terjemahan Korea-Inggris: Gabby
Terjemahan Inggris-Indonesia: kanz

Sumber: NewsEn, JCW Kitchen

Dipublikasikan pertama kali pada 16 Mei 2014.

Catatan:
Drama “Empress Ki” menerima banyak kritikan bahkan sebelum drama dimulai karena dianggap menyinggap dari sejarah atau disebut dengan distorsi sejarah. Distorsi sejarah secara singkat berarti penggantian fakta sejarah dengan sesuatu yang tidak benar atau tidak dapat diterima. Salah satu poin utamanya adalah karena para lelaki dari Dinasti Yuan yang berasal dari Mongolia memiliki gaya rambut unik yang disebut kuncir ekor babi (pigtail). Namun, faktanya, Ta Hwan tidak memiliki gaya rambut seperti itu. Gaya rambut demikian bisa dilihat pada karakter Dangkise dan Sekretaris Jang. Selain itu, awalnya karakter yang akan diperankan oleh Joo Jin Mo adalah Chunghye, raja Goryeo yang dikenal suka memperkosa wanita dan melakukan tindak biadab lainnya. Namun karena reaksi keras dari publik Korea Selatan, penulis mengganti karakternya menjadi raja fiksional bernama Wang Yoo. Sebenarnya tidak ada cinta segitiga di sejarah aslinya dan tentu saja tidak ada raja Wang Yoo. Jadi, pada akhirnya drama itu menggabungkan elemen fiksi dengan elemen sejarah.

Ji Chang Wook in Taiwanese Mingzhou Magazine Sep 2014 and Answers 40 Questions



Ji Chang Wook featured in Taiwanese Mingzhou Magazine no.202 Sep 2014 issue. During his Taiwan trip, Ji Chang Wook has to answers 40 quick questions over his daily life and career. Some of his answers are really hilarious.
Translation of Mingzhou magazine no.202 Sep 4th 2014 issue
Speedy answers of 40 questions:
1) Recent phrase that you always say?
I am hungry, I want to eat something (recently I am on a diet)

[WAWANCARA] Ji Chang Wook di BNT International Agustus 2014




Beberapa waktu yang lalu Ji Chang Wook menjalani sesi pemotretan di Hong Kong yang ternyata untuk BNT International. Senin kemarin (31/08), BNT merilis foto-foto hasil pemotretan di Hong Kong. Dengan latar belakang sudut-sudut Hong Kong, Ji Chang Wook menampilkan pesona maskulin dan flamboyan yang memikat. Ji Chang Wook juga berbagi pandangannya tentang banyak hal di wawancara berikut yang disadur dari Ji Chang Wook Kitchen.

Countdown to Taiwan Fanmeeting

In just over a few hours, today Ji Chang Wook first Taiwan fanmeeting will be held in TICC. So far Ji Chang Wook has great time in Taiwan and enjoy immense popularity because "Empress Ki" that holds top ratings there. Let's take a look on Ji Chang Wook's activities these past few days!

Kaisar Yuan Ji Chang Wook Berkunjung Ke Taiwan (Hari ke 1-2)



Sejak kedatangannya di Taiwan pada Kamis, 28 Agustus lalu, Ji Chang Wook mendapat sorotan dari berbagai media di Taiwan. Ji Chang Wook diperlakukan seperti Kaisar dan menjadi topik utama di banyak berita. Berikut adalah beberapa terjemahan dari berita dan rilis pers selama Ji Chang Wook di Taiwan sampai dengan hari ke-2.

Ji Chang Wook 4 Hari di Taiwan dan Siap untuk Jumpa Fans




Aktor Korea Selatan Ji Chang Wook, yang bermain sebagai kaisar Yuan yang tergila-gila karena cinta di drama Korea “Empress Ki”, telah dikonfirmasi akan hadir di Taiwan pada 28 Agustus dan akan menggelar jumpa fans pertamanya di Taiwan International Convention Centre (TICC) pada 30 Agustus mendatang mulai pukul 19.30 dan memberi kesempatan penggemarnya untuk berinteraksi dengan Kaisar Yuan dari jarak dekat.

[WAWANCARA] Ji Chang Wook, 28 Tahun dan Aktingnya, Musikal dan Hubungan Percintaan


Sebagai bagian untuk menerjemahkan hasil wawanacara Ji Chang Wook di berbagai media ke dalam Bahasa Indonesia, JCW Indonesia akan berusaha menerjemahkan wawancara Ji Chang Wook, baik yang sudah ada maupun yang akan datang. Wawancara yang diterjemahkan kali ini adalah wawancara Ji Chang Wook dengan WikiKPOP pada Mei lalu seusai drama “Empress Ki”. Simak terjemahan wawanacaranya sebagai berikut.

[WAWANCARA] Ji Chang Wook di Ming Weekly Taiwan--Ji Chang Wook dan Harapannya tentang Pacar (Update)




Drama Korea "Empress Ki" telah meraih pencapaian tertinggi di Taiwan dalam hal rating penonton, dan Ji Chang Wook, yang bermain sebagai kaisar Yuan di dalam drama, juga mengalami peningkatan pada nilai pasarannya. Beberapa hari yang lalu, Ji Chang Wook menarik perhatian ketika ia datang ke Taiwan untuk syuting variety show terkenal asal Korea, "Running Man" dan dia akan kembali mengunjungi Taiwan pada tanggal 30 Agustus untuk jumpa fans. Di sebuah wawancara dengan majalah ini sebelum kunjungannya ke Taiwan, Ji Chang Wook berbicara tentang pacar idealnya, “Aku ingin menemukan pacar yang akan berjalan beriringan denganku di jalan sebagai aktor.”

Empress Ki Meraih Rating Tertinggi dan Ji Chang Wook Akan ke Taiwan


Rating drama Empress Ki di Taiwan terus menanjak. Drama yang dibintangi oleh Ha Ji Won, Ji Chang Wook dan Joo Jin Mo ini semakin popular di Taiwan. Pada tanggal 23 Juli siaran drama Empress Ki meraih rating tertinggi sebesar 4,79% saat menayangkan adegan Seung Nyang dicambuk oleh Tanashiri dan kemudian Ta Hwan mengunjungi kamarnya karena merasa bersalah tidak mampu menolong Seung Nyang. Artinya, sejuta lebih pemirsa di Taiwan menyaksikan drama yang  penuh dengan intrik politik dan romantika antara Seung Nyang dengan kedua pria yang mencintainya. 

Adegan dengan Rating Tertinggi

[VOTE] Ayo Vote Ji Chang Wook di Seoul International Drama Awards 2014


Udah baca artikel soompi ini? Pada tahun ini penyelenggara Seoul International Drama Awards 2014 memberi kesempatan bagi fans internasional untuk ikut menentukan siapa peraih penghargaan di beberapa kategori. Untuk kategori Outstanding Korean Drama Prize, ada 3 penghargaan yang diperebutkan yaitu untuk aktor, aktris dan drama. Tahun ini Ji Chang Wook masuk nominasi Best Actor, sedangkan Empress Ki masuk nominasi Best Serial Drama. Lawan main Ji Chang Wook, Ha Ji Won juga dinominasikan sebagai Best Actress. Karena menggunakan sistem voting, ayo vote sebanyak-banyaknya untuk mereka!!

Caranya:
1. Klik link ini: SDA 2014
Kemudian log in ke soompi lewat Facebook. Jadi pastikan akun Facebook-mu aktif. Di layar akan muncul jendela baru, jika baru pertama kali masuk soompi, maka pengguna akan diarahkan untuk meng-klik okay pada apps soompi. Jangan lupa like FB page soompi juga.

2. Kalau sudah log in ke soompi, akan ada tanda untuk VOTE NOW di halaman voting.

3. Vote untuk Best Drama, Best Actor, dan Best Actress. Klik foto mereka dan pilih Submit your vote
Persentase Voting JCW saat ini (16.07.2014)


Nah, Ji Chang Wook butuh voting dan dukungan dari kalian semua nih. Jangan lupa vote ya!! Peraturannya kita hanya bisa vote satu kali sehari, jadi jangan sampai lupa. Voting dibuka sampai tanggal 3 Agustus 2014 pukul 23.59 KST. Kata soompi sih, nanti pemenang dinilai 50% dari hasil voting dan 50% dari penilaian dewan juri. Makanya, yuk voting untuk abang ganteng Ji Chang Wook supaya dia bisa menang dan datang ke acara Seoul International Drama Awards 2014.
Vote ya!!

Acara SDA 2014 nantinya akan digelar tanggal 4 September 2014 dan ditayangkan oleh SBS.



Empress Ki Is On Demand In South Korea



Empress Ki's Main Cast

Ji Chang Wook’s latest drama, Empress Ki is still so popular in South Korea months after it ended. Internet-based cable service Olleh TV has announced the top ten dramas and reality shows for 2013-2014 in celebration of the one-year anniversary of the launch of the unlimited over-the-air channel program package.

The top drama for the past one year from July 2013 to June 2014 was Empress Ki. The historical drama (sageuk) aired on MBC from October 2013 to April 2014 for 51 episodes, featuring a Goryeo-born woman (starred by Ha Ji-won) who ascends to power by marrying Emperor Huizong (played by Ji Chang Wook) to become an empress of the Yuan Dynasty.

Following Empress Ki were I Hear Your Voice, Princess Aurora, and You From Another Star. Even though I Hear Your Voice was an 18-episode drama, it was ranked No. 2 in the video-on-demand ranking. Other dramas on the top-ten list included The Heirs, Gu Am Heo Joon, Master’s Sun, I Summon You Gold, Ugly Alert, and Good Doctor.

Olleh TV staff explained that dramas like Empress Ki and You From Another Star were popular among women in their 20s and 30s who are not reluctant to pay for fun programs (where on earth Empress Ki is such a fun program? Unless killing people is funny).

Source: Koreabizwire


Another ranking to understand Empress Ki popularity is through Google ranks. The most searched keywords on Google Korea (google.co.kr) in the first half of 2014.

Overall Ranking

1) Frozen (film)
2) League of Legends (game)
3) Minecraft (game)
4) Kim Yuna (athlete)
5) Sewol Ferry
6) Pororo (cartoon)
7) Empress Ki (drama)
8) Aion (game)
9) Football Day (game)
10) Let It Go (Frozen OST)


The most searched TV production on Google Korea (google.co.kr) in the first half of 2014

TV Production Ranking

1) Empress Ki (drama - MBC)

2) You Who Came From the Stars (drama - SBS)
3) Jeong Do Jeon (drama - KBS)
4) Witch Hunt (variety show - JTBC)
5) Infinite Challenge (variety show - MBC)
6) Wang's Family (drama - KBS)
7) Secret Love Affair (drama - JTBC)
8) Running Man (variety show - SBS)
9) Superman is Back (variety show - KBS)
10) Inspiring Generation (drama - KBS)

source: 
http://isplus.joins.com/article/575/15181575.html?cloc=

COMMENTS
While we can agree we enjoy watching Empress Ki by some degree, I wouldn’t call the drama is fun. The best part of the drama is Ta Hwan, played by Ji Chang Wook who shows his acting range from timid guy to crazy emperor, from lovesick man to an understanding husband. The drama itself still baffled me at some plots and illogical twists and turns at the second half of the drama. I think what makes Empress Ki so popular is the controversy at historical distortions, great acting from everyone, and generally sageuk genre is popular in South Korea. Moreover Empress Ki is 51 episodes drama and it runs longer than miniseries (16-20 episodes) so it’s understandable the drama receives many attentions and one of the most searched TV programs. The drama’s popularity also benefits the casts. Almost all actors involved in Empress Ki jump straight to other projects. Congratulations to Empress Ki, the staffs, and the actors involved for the drama's success!

Top