ads

Slider[Style1]

Interview

Video

Fanmeeting

Drama

[EVENT] 170408 Ji Chang Wook Kunjungi Malaysia untuk “Fabricated City” dan tvN Movies

Ji Chang Wook mengunjungi negeri jiran Malaysia dalam rangka “Fabricated City” Gala Premiere dan peluncuran channel tvN Movies. Selama 3 hari, mulai 7 April hingga 9 April pagi ini Ji Chang Wook berada di Malaysia. Jum’at lalu ia terbang dari Bandara Incheon menuju Kuala Lumpur International Airport. Uniknya, ia juga terlihat membawa naskah drama "Suspicious Partner" yang mungkin bisa ia baca di bandara, pesawat, dan kamar hotel.
Ini merupakan kunjungan pertamanya ke negara ini dan kesekian kalinya ke Asia Tenggara. Sebelumnya Ji Chang Wook sudah pernah mengunjungi Singapura 2 kali, Thailand 3 kali dalam rangka liburan dan fanmeeting, dan Indonesia (Bali) untuk pemotretan majalah. Mengingat ini kunjungan kali pertama Ji Chang Wook, fans Malaysia sangat antusias menyambutnya, baik di bandara, tempat konferensi pers hingga waktu gala premiere “Fabricated City”.

Sebelum konferensi pers digelar, Ji Chang Wook diwawancarai MC dari Golden Screen Cinemas (GSC), jaringan bioskop yang akan menayangkan “Fabricated City”, dan beberapa media lokal di Hotel Westin Kuala Lumpur. Ia tampil semi-formal dengan kemeja putih dan celana hitam.
Ji Chang Wook mendiskusikan hal-hal mengenai dirinya, perannya di film “Fabricated City”, dan kesan pertama di Malaysia. Ji Chang Wook juga mendapat sekotak popcorn untuk camilan, sebagai simbol jaringan bioskop yang merayakan ulang tahunnya ke-30 di Malaysia. Seperti biasa, jika soal makanan Ji Chang Wook langsung melahapnya tanpa sungkan di depan kamera. Hahaha.
Setelah wawancara singkat, Ji Chang Wook menuju tempat konferensi pers dimana ia disambut rekan awak media dan beberapa fans yang beruntung. Ji Chang Wook mendapat berbagai pertanyaan dari audiens (kami akan menulis artikel tersendiri mengenai ini) seputar dirinya dan “Fabricated City”.

Ia merasa sangat bahagia dengan kehidupan dan pekerjaannya sekarang. Ia juga terkejut dengan respons fans Malaysia yang luar biasa ketika baru tiba dari bandara. Dengan jujur ia berkata belum sempat jalan-jalan di Malaysia karena ia hanya tinggal di kamar hotelnya. Sebagai penutup, Ji Chang Wook mengungkapkan, “Aku ingin berterimakasih pada semua fansku, karena tanpa mereka aku tidak akan bisa berada disini”. Setelah konferensi pers berakhir, fans yang memenangkan undian dari tvN Movies dan HyppTV diundang ke atas panggung untuk berfoto bersama Ji Chang Wook (ngiri).
Setelah konferensi pers, Ji Chang Wook dapat beristirahat sejenak sebelum gala premiere dimulai. Gala premiere dimulai pukul 19.30 waktu setempat dan Ji Chang Wook muncul di karpet merah, berpose untuk awak media dan fans yang mengerumuni GSC Pavilion, Kuala Lumpur. Ji Chang Wook tampil dalam setelan garis-garis warna abu-abu dan kaos putih.
Ji Chang Wook juga kembali menyapa media dan fans di dalam studio bioskop dengan dipandu MC. Senyuman mautnya sepertinya kembali membius para fans yang hadir. Di lokasi gala premiere Ji Chang Wook juga mendapat beragam pertanyaan yang kurang lebih sama pada konferensi pers. Tak lupa ia juga berfoto bersama fans yang hadir (double ngiri!).
Dari Malaysia Ji Chang Wook langsung menuju Hong Kong untuk fanmeeting tanggal 9 April (hari ini) di KITEC Hall pukul 20.00 waktu setempat! Selepas dari Hong Kong ia akan langsung menuju Korea Selatan untuk syuting drama terbarunya “Suspicious Partner”.

Semoga sehat selalu ya Oppa dan semangat untuk drama barunya!

Kalian bisa cek foto-foto dari beberapa acara Ji Chang Wook di Malaysia disini:

Sumber: GSCinemas Facebook, HallyuSG, HelloKpop, HeraldPop, JCW Kitchen, KloseUpMY, myKpopHuntress

[NEWS] Ji Chang Wook Masuk Nominasi Baeksang Arts Awards Ke-53

Baru saja memulai debutnya sebagai pemain film, Ji Chang Wook telah mendapat nominasi di ajang penghargaan prestisius Baeksang Arts Awards. Tahun ini Baeksang Arts Awards akan diselenggarakan untuk yang ke-53 kalinya dan akan digelar 3 Mei 2017 mendatang.
Baeksang Arts Awards yang sering disebut Golden Globe-nya Korea adalah ajang penghargaan yang digelar tahunan oleh IS Plus Corporation, penerbit Ilgan Sports, sejak 1965. Ajang penghargaan ini memberikan penghargaan bagi dunia hiburan Korea Selatan di bidang film, TV, teater dan drama musikal.

Tahun ini Ji Chang Wook mendapat nominasi Aktor Pendatang Baru Terbaik (New Actor Award) kategori film berkat “Fabricated City”. Ji Chang Wook akan bersaing dengan Do Kyung Soo (D.O EXO) dari film “My Annoying Brother”, Ryu Jun Yeol (“The King”), Woo Do Hwan (“Master”), dan Han Jae Young (“New Trial”).
Selain kategori Aktor Pendatang Baru Terbaik (film), Ji Chang Wook juga masuk nominasi Popularity Award kategori film/actor. Ada 20 aktor yang dinominasikan, diantaranya Do Kyung Soo, Jinyoung GOT7, Ryu Jun Yeol, Jo In Sung, Hyun Bin, Kang Haneul, dan Kim Woo Bin. Untuk sementara Do Kyung Soo, Jinyoung dan Ryu Jun Yeol masih memimpin voting Popularity Award, disusul Ji Chang Wook di urutan ke-4.
Kalian bisa cek voting sementara disini:
http://isplus.live.joins.com/100sang/Vote/v_sub1.aspx

Bagi yang ingin mengikuti voting, berikut tutorialnya:
1. Download aplikasi Baeksang Arts Awards di iOS Store dan Google Play Store.
2. Klik settings, lalu login dengan akun google/Facebook/naver
3. Setelah login berhasil, klik bagian charge untuk mengisi poin.
4. Untuk dapat melalukan voting, kalian harus memiliki poin. Poin bisa didapat secara gratis (Free Charge) jika kalian mendownload apps lain atau mengisi survey. Kalian juga bisa membeli poin, 1 USD bisa membeli 1000 point (1000 point sama dengan 5 kali voting). Point ini kemudian bisa kalian gunakan untuk voting dan kalian juga bisa mengisi ulang point.
5. Pilih kategori voting dan pilih Ji Chang Wook di kategory movie/man lalu confirm.
6. Setelah itu verifikasi di “Mobile phone authentication” dengan memasukkan nomer hape kalian. Tulis +62 sebagai pengganti 0 di depan nomer hape jika menggunakan nomor Indonesia. (Misal: 0812xxx ganti dengan +62812xxx)
Voting berlangsung sejak 7 April 2017 hingga 28 April 2017!

Puncak acara akan digelar di Coex Hall D, Gangnam-gu, Seoul. Acara dimulai jam 5 sore KST (15.00 KST) dengan karpet merah bagi para hadirin dan akan disiarkan melalui JTBC. Bagi fans di luar Korea, acara ini dapat ditonton melalui streaming di saluran JTBC, JTBC, dan lainnya.

Sumber: Website Baeksang, Facebook Baeksang Arts Awards, JCW Kitchen, @jichangwook.translator

[WAWANCARA] Magazine M, Volume 199 edisi Februari 2017

Menghadapi dunia palsu, tanpa henti seperti bermain game

Semuanya palsu. Dalam sekejap, Kwon Yoo (Ji Chang Wook) yang tiap hari ke warnet berubah menjadi pembunuh kejam. Walaupun dia berteriak keras “Aku tidak bersalah”, yang dia dapatkan hanyalah jari telunjuk yang mengarah padanya sebagai seorang pembunuh. Sekalipun dia adalah seorang pria muda pengangguran yang biasa-biasa saja, apakah dia harus menjalani semua itu? “Fabricated City” adalah sebuah film yang dimulai dengan ketidakadilan yang akan membuat darah mendidih terhadap orang-orang biasa yang kemudian bergerak untuk membalikkan dunia. Dia bahkan bukan Superman atau Batman, tetapi Kwon Yoo dan teman-temannya punya kekuatan dan kemampuan yang diasah dari begadang semalaman di warnet. Kami bertemu dengan aktor Ji Chang Wook yang berani menantang sebuah dunia yang menunjukkan wajah aslinya semakin lama kamu menyelam di dalamnya.

“Itu harus menarik. Aku tidak akan bisa melakukannya jika tidak menarik.” Ji Chang Wook terus-menerus mengatakan kata “menarik” sepanjang wawancara. Bahwa dia tidak akan bisa bertahan (akting) jika tidak menyenangkan. Bahwa itu sepertinya adalah kekuatan yang mendorong aktor ini berlari tanpa henti selama hampir 10 tahun. Ji Chang Wook debut di tahun 2008 dan telah syuting sebanyak 13 drama, bahkan di sela-selanya tampil di drama musikal tanpa henti. Jika dipikir-pikir, Ji Chang Wook adalah teman di layar kaca. Dia adalah pemuda Donghae (“Smile Donghae”, KBS1 2010-2011) yang menjadi ikon harapan dan mimpi, lalu dia menjadi kaisar gila Ta Hwan (“Empress Ki”, MBC 2013-2014), dan berubah menjadi bodyguard berotot, Je Ha (“The K2”, tvN 2016) dan menggoyahkan hati banyak wanita. Melihat sukses yang telah diraihnya di TV dan popularitasnya yang luar biasa di Cina, peran utama Ji Chang Wook di film ini tampaknya terlambat. Apa yang menuntunnya ke “Fabricated City” setelah 10 tahun?
“Aktor Ji Chang Wook” telah dikenal, tetapi “aktor film Ji Chang Wook” belum familiar.
Itu benar. Tetapi justru aku membuat debutku di film indie. Proyek debutku adalah “Sleeping Beauty” (2008, disutradarai oleh Lee Hana) dimana aku syuting ketika masih kuliah. Setelahnya aku tidak beruntung dan tidak punya kesempatan untuk berakting di film. Tetapi kalau dilihat, aku membutuhkan determinasi tinggi sebelum bermain di “Fabricated City”. Aku takut tapi itu adalah sebuah tantangan.

Mengapa kamu takut?

Itu adalah proyek dengan anggaran produksi 10 milyar won. Aku merasakan tanggung jawab yang berat. Aku juga punya pikiran ketakutan bahwa film berbeda dari drama. Tetapi aku merasa lebih nyaman begitu aku pergi ke tempat syuting. Tidak ada perbedaan berakting di film atau drama. Semua staf dan aktor melakukan yang terbaik dan aku mendapat kepercayaan diri melalui proses kolaborasi. Kurasa aku hanya merasa takut duluan.

Tetapi keputusanmu untuk bermain di film ini, mungkin untuk melebarkan sayap “aktor Ji Chang Wook”

Aku tidak yakin, aku tidak pernah berpikir tentang apapun secara hitung-hitungan. Walaupun aku memilih setiap project secara seksama, hal-hal yang paling penting adalah “Apakah aku tertarik?” dan “Apakah aku bisa melakukannya?” Aku kurang yakin ketika aku pertama kali melihat skenario “Fabricated City”. Aku punya keraguan seperti “Apakah aku punya kepemimpinan seperti Kwon Yoo?” dan “Ada sentuhan-sentuhan komik di setiap sisi di dalam film, akankah aku mampu meyakinkan penonton dengan baik?” Determinasiku semakin kuat setelah bertemu dengan sutradara Park Kwan Hyun. Sutradara Park punya aura yang sangat luar biasa. Dia meyakinkanku dengan cara yang lembut, tetapi aku punya keyakinan dia akan membuat film yang menyegarkan.
Kwon Yoo adalah pahlawan perang di dalam game, namun di dunia nyata dia adalah pria pengangguran yang makan dan tidur di warnet mengenakan baju santai. Mengingat kamu bekerja keras setelah debut di usia 20an, kamu mungkin tidak terlalu akrab dengan dunia ini.
Justru tidak seperti itu. Tempat-tempat yang sering kudatangi ketika aku masih muda adalah warnet, tempat penyewaan komik dan tempat karaoke (tertawa). Mie ramen yang dimasak ahjussi yang punya tempat penyewaan komik tidak enak sama sekali. Aku mengalami kehidupan sebagai pengangguran di awal usia 20anku dan aku bermain games dengan cukup baik. Walaupun aku tidak pernah pergi ke warnet akhir-akhir ini, aku tetap bermain banyak games di hapeku. Aku bahkan melakukan Real Money Trading (memakai uang untuk membeli item di game online). Orang-orang di sekitarku melihatku dengan aneh. Kamu bukan anak kecil lagi, mengapa kamu menghabiskan uang seperti itu (tertawa). Mungkin itulah mengapa kehidupan Kwon Yoo di dunia virtual yang berbeda dengan dunia nyata muncul secara alami kepadaku.

Dia adalah kebalikan dari bodyguard macho Je Ha di “The K2”.

Itu benar. Je Ha adalah karakter yang kuat yang datang dari latar belakang militer. Kebalikannya, Kwon Yoo sangatlah biasa-biasa saja. Dia adalah seseorang yang sering kita lihat di sekitar kita, dan seorang karakter yang suka bermain game dan hidup di dunia virtual. Betapa frustrasi dan menakutkan baginya ketika karakter seperti itu ditangkap dalam sebuah peristiwa yang dibuat-buat. Ketika syuting, aku terus berpikir “Bagaimana rasanya jika aku adalah Kwon Yoo?” Perasaan ketika disakiti dan ketakutannya mungkin adalah penggerak bagi Kwon Yoo.
Mengapa kamu sangat tertarik pada karakter yang biasa saja seperti itu?
Gambaran seorang tokoh utama yang punya kekurangan dan sangat biasa-biasa saja menggabungkan kekuatan dengan teman-temannya yang lain yang juga biasa untuk melawan yang berkuasa adalah sesuatu yang menarik. Aku ingin menyemangati orang-orang ini yang bekerja keras mendekati kebenaran. Aku harap penonton dapat menikmati filmnya dan bertanya-tanya di pikirannya begitu satu persatu keluar dari bioskop. “Bagaimana aku hidup sekarang ini?”, “Apakah kota dimana aku tinggal sekarang baik-baik saja?”

Sutradara Park Kwang Hyun memuji action Ji Chang Wook dan berkata kamu “terlahir dengan bakat itu”. Kamu sempat menyebut bahwa kamu menghabiskan sekitar 1 bulan di sekolah action, dan kamu terus mendapat perhatian atas actionnya dari “Healer” hingga “The K2”.
Itu adalah pujian yang membuatku bangga dan bahagia, tetapi aku berharap tidak akan mendengarnya lagi (tertawa). Aku tidak pernah memilih secara sengaja untuk membintangi proyek action. Jika aku memilih sebuah proyek karena aku menganggap karakter atau ceritanya menarik, proyek itu selalu menjadi genre action. Aku juga bertanya-tanya apakah itu seleraku. Walaupun proyeknya sangat memuaskan, proses persiapannya sangat sulit. Terutama ada banyak sekali adegan dimana aku dipukuli di film ini. Aku akan merasa tidak enak ketika memukul orang lain jadi aku berharap aku malah dipukul, tetapi setelah dipukuli, tahu-tahu aku merasa marah dan perasaan disakiti meliputiku. Itu adalah pengalaman yang menarik tetapi aku berharap tidak melakukannya lagi (tertawa).
Mari menengok ke belakang ke proyek debutmu “Sleeping Beauty”. Dari narkoba hingga pembunuhan, itu adalah film yang sangat mengesankan di semua level.
Selama tahun pertamaku di universitas, aku mengikuti senior-seniorku di jurusan film ke lokasi film indie dimana mereka syuting. Ketika melakukan itu, sutradara Lee Hana melihat videoku melalui viewfinder dan menyukai apa yang dia lihat, jadi dia memilihku. Semuanya sangat baru bagiku. Itu adalah pertama kalinya aku pergi ke lokasi syuting dengan begitu banyak staf jadi itu sangat luar biasa dan menarik. Aku benar-benar tidak bisa akting, dan aku bahkan tidak tahu bahwa aku buruk (tertawa). Aku melihat film itu dengan ibuku di Bioskop Sentral Myeongdong Seoul yang sudah tidak ada lagi. Melihat wajahku muncul di layar lebar itu luar biasa, tetapi ibuku terkejut ketika ia melihat adegan-adegan kejam. Yang jelas, “Sleeping Beauty” adalah sebuah karya yang membentukku sebagai seorang aktor.

Kamu bahkan merambah drama Cina di tahun 2016, kamu pasti telah mencapai segalanya yang bisa dicapai melalui drama selama 10 tahun terakhir. Kamu akan masuk wajib militer tahun ini, jadi itu seperti akhir dari babak pertama kehidupan Ji Chang Wook sebagai seorang aktor.
Usia 20anku sangat intens ketika aku melihat ke belakang. Walaupun ada berbagai kesulitan di setiap drama, pengalaman-pengalaman yang berbeda membantuku untuk semakin kuat. Sebenarnya aku dulunya merasa gugup saat di depan kamera. Walaupun aku berhasil mengatasinya. Terakhir kali, aku merasa cemburu ketika melihat para seniorku yang berakting sebagai pemeran utama dan berpikir “Ah, seseorang pasti merasa kamu memiliki dunia ketika seseorang sampai disana”. Tetapi begitu aku mencapai posisi itu, aku bertanya-tanya “Apakah ini benar-benar puncaknya?” dan “Apakah puncak itu memang benar-benar ada?” Posisi puncak mungkin berbeda bagi setiap orang, tetapi aku berpikir puncak adalah ketika kamu merasa puas. Aku merasa puas ketika aku melihat 10 tahun ke belakang, tetapi aku masih punya jalan panjang. Aku merasa aneh sehari sebelum aku pergi ke Cina untuk syuting. Aku telah membintangi banyak drama di Korea tetapi rasanya aku kembali menjadi rookie. Dunia ini luas dan tidak ada batasnya.
Kamu mungkin telah berumur 30, tetapi image pemuda yang kami lihat di “Sleeping Beauty” tetap bertahan.
Walaupun aku bertambah tua, aku tidak ingin bertambah dewasa. Aku pikir aku akan merasa bahagia jika aku melihat dunia secara polos seperti anak kecil. Bukankah semua orang hidup terlalu sengit? Dapatkah aku menunjukkan akting yang baik sebagai seorang aktor jika aku hidup dengan sengit? Akting bukanlah kompetisi dan tidak bisa diukur. Setiap individu punya gayanya sendiri. Aku hanya ingin menjadi diriku sendiri.



Sumber: Magazine M, JCW Kitchen

[INFO] Ji Chang Wook Ke Peluncuran tvN Movies Malaysia + Kuis Fan Moment


Ji Chang Wook akan ke negeri jiran Malaysia dalam waktu dekat! Dikabarkan Ji Chang Wook akan terbang ke Malaysia untuk mempromosikan filmnya “Fabricated City” dan menghadiri peluncuran channel tv kabel tvN Movies pada 8 April mendatang.

Channel tv kabel tvN Movies (anak perusahaan CJ Entertainment) adalah channel khusus film Korea pertama di dunia. Stasiun TV ini akan menyiarkan konten berupa film-film blockbuster Korea dengan subtitle bahasa Inggris di beberapa negara Asia Tenggara. Januari lalu, tvN Movies resmi diluncurkan di Singapura dan dihadiri oleh lawan main Ji Chang Wook di “Fabricated City”, Shim Eun Kyung.

Acara peluncuran tvN Movies ini akan digelar di Golden Screen Cinemas, Kuala Lumpur. Sayangnya untuk acara peluncurannya hanya akan dihadiri oleh awak media. Kabar baiknya, bagi fans di Malaysia kalian bisa mengikuti undian berhadiah Fan Moment untuk bertemu langsung dengan Ji Chang Wook dan tiket “Fabricated City” gala premiere tanggal 8 April 2017!

Ada 2 cara untuk mengikutinya, yakni mengikuti kuis undian dari tvN Movies dan kuis undian dari stasiun TV kabel Malaysia HyppTV Channel 222 & HyppTV Everywhere mobile app.

Untuk mengikuti kuis undian dari tvN, syarat-syaratnya sebagai berikut:
1. Like tvN Movies Facebook page dan Instagram @tvN.Movies
2. Screencap bukti like kamu sesuai langkah 1 dan kirimkan melalui message tvN Movies Facebook
3. Di kolom komentar, tuliskan mengapa kamu ingin bertemu dengan Ji Chang Wook
4. Share postingan di FB mereka ke profil FB kalian (harus disetting public) dan tag 3 orang teman

Deadline 5 April pkl 23.59 (GMT+8). tvN Movies akan memilih 3 pemenang dengan jawaban paling kreatif. Para pemenang akan berkesempatan untuk mengajak 1 orang teman untuk bertemu Ji Chang Wook dan berfoto dengannya dan menghadiri Gala Premiere “Fabricated City” tanggal 8 April.

Sedangkan untuk mengikuti kuis undian HyppTV, syarat-syaratnya sangat mudah, cukup menjawab 3 pertanyaan mudah dengan menekan tombol “i” di remote tv HyppTV kalian. HyppTV akan memilih 20 orang pemenang untuk mendapat tiket Gala Premiere “Fabricated City”. Keduapuluh pemenang juga berhak mengikuti undian untuk memenangkan 1 Fan Moment tiket (untuk 2 orang) untuk bertemu dengan Ji Chang Wook. Undian ini berlangsung pada 1-5 April 2017. Syarat & Ketentuan disini.

Catatan: Kuis undian tersebut hanya untuk yang tinggal di Malaysia. Kalian hanya punya beberapa hari lagi untuk mengikutinya. Selamat mengikuti dan semoga beruntung!

Sumber: tvN Movies, HyppTV, JCW Kitchen

[WAWANCARA] Majalah 1st Look Edisi Februari – The Gray City

Bahkan di kota abu-abu pandangan matanya dipenuhi naratif beragam yang bercahaya dengan kekuatan penuh. Karisma kuat dari aktor Ji Chang Wook, yang kembali dengan filmnya “Fabricated City”, tertangkap dalam lensa kamera.

Ji Chang Wook bersandar pada atap pagar sebuah pabrik kosong ketika angin menerpa dengan dinginnya hingga bibirnya membeku dan tak bisa berbicara dengan jelas. Begitu bersiap dengan satu posisi, hembusan angin berdebu mengganggu penglihatannya hingga ia memalingkan wajahnya dari kamera. Pemotretan berlanjut sampai beberapa jam sembari Ji Chang Wook menggunakan hot pack yang hanya sedikit menghangatkan wajahnya yang membeku; pemotretan aktor Ji Chang Wook memang benar-benar sulit. Hanya sehari sebelumnya, cuaca di provinsi selatan cukup sejuk untuk membuat bunga-bunga musim semi bermekaran sebelum waktunya, tetapi gelombang hawa dingin yang datang tiba-tiba terasa dua kali lebih buruk hari ini. Dan di tengah-tengah kondisi sulit ini, dia berdiri disana bersinar dengan wajah yang lebih tegar dibanding orang lain, dan berpose dengan ekspresi-ekspresi yang lebih menarik dibanding lainnya.
 
Malah alasan pemotretan yang sulit ini karena tokoh utamanya tak lain adalah Ji Chang Wook. Kalau dipikir-pikir, kita tidak ingat ia menjalani hidup dengan nyaman dan mudah. Walaupun dia punya dandanan rapi seperti anak orang kaya, dia harus menderita dan perlahan-lahan berjuang dari bawah, dia harus tetap waspada setiap saat dan melakukan yang terbaik untuk melindungi posisinya, dan dia harus berjuang dan menderita untuk melindungi dirinya sendiri dan orang yang dia cintai.

Tidak hanya di layar kaca, realitanya dia menjalani kehidupannya yang keras dan melakukan yang terbaik sebagai seorang aktor untuk memberikan penampilan yang sempurna dari karakter-karakternya. Kapanpun ia punya waktu, ia akan berolahraga untuk membentuk tubuhnya, mengeluarkan keringat di sekolah action, berlatih lagu-lagu yang harus ia nyanyikan di atas panggung, pergi ke luar negeri untuk fanmeeting, dan bahkan bersenang-senang dengan para fansnya pada pesta Chimaek (ayam-bir) di Sungai Han ketika ia punya sedikit waktu luang.
Ia telah mencurahkan setiap waktunya untuk menyempurnakan “aktor Ji Chang Wook”. Dan berkat semua itu, kami mampu bertemu sedekat mungkin dengan ia yang selalu sibuk. Pada Februari, kita akan melihatnya berkelahi dengan semua kekuatannya dan berlari tanpa henti di layar kaca seperti biasanya. Dia tampil di film “Fabricated City”, dimana di hadapan realita yang kejam di Korea dan di dunia dimana orang biasa bisa dituduh sebagai pembunuh dalam waktu 3 menit 16 detik, seorang pemuda yang tak bersalah namun dituduh membunuh berusaha mengungkap kebenaran dari peristiwa itu dengan teman-temannya dari dunia game virtual dan melancarkan serangan balasan yang menegangkan. Ji Chang Wook, yang berperan sebagai Kwon Yoo, seorang pemimpin hebat di dunia game namun pengangguran yang tak punya apa-apa di dunia nyata, akan menampilkan sebuah cerita dengan ide baru dan beraksi laga sembari melancarkan serangan yang menegangkan melawan yang berkuasa dan dunia yang penuh aturan. Melihatnya berlari dengan segala daya upaya dan kedua matanya yang bersinar dengan emosi dan cerita yang beragam, semua orang akan jatuh cinta padanya lagi seperti yang sudah-sudah.
Tidak banyak waktu tersisa sebelum hari pertama penayangan film “Fabricated City” dimana kamu menjadi pemeran utama, bukan? Kamu pasti sangat gugup.

Aku benar-benar was-was dan gugup. Aku tak sabar tapi juga khawatir, aku punya perasaan yang campur aduk. Lebih penting lagi, aku benar-benar penasaran bagaimana filmnya akan ditayangkan. Walaupun topiknya sendiri tidaklah terlalu spesial, ini sangat imajinatif dan punya elemen-elemen mirip komik yang membuatnya berbeda dari film-film lain. Aku benar-benar menantikan bagaimana adegan-adegan dalam kepalaku akan ditampilkan secara nyata. Sebenarnya, aku merasa tegang karena tidak ada yang secara pasti muncul ketika aku pertama kali melihat naskahnya. Terlebih, aku tidak punya kepercayaan diri untuk memainkan peran utama. Aku tidak dapat memutuskan karena aku tidak yakin jika aku mampu melakukannya dengan baik di bawah tekanan, tetapi aku akhirnya yakin setelah bertemu dengan Sutradara Park Kwang Hyun dan berbicara dengannya. Dia adalah seseorang yang selalu memiliki gaya yang unik, jadi aku berpikir aku akan punya waktu yang menyenangkan ketika bekerja dengannya.

Film baru dari sutradara ini keluar hampir sepuluh tahun setelah “Welcome to Dongmakgol”, jadi motivasinya pasti berlipat-lipat. Apakah suasana saat syuting berbeda dari biasanya?
Sejujurnya, aku selalu sangat sibuk ketika syuting. Selain harus mengatasi berbagai genre dan adegan-adegan action yang sulit, aku juga harus menyelami emosi karakterku di saat bersamaan dan itu tidak mudah. Ada banyak bagian yang membutuhkan efek CGI pada pascaproduksi jadi ada banyak kejadian dimana aku harus menggunakan imajinasiku dan berakting. Aku bahkan harus memikul beban “harus melakukan dengan baik” sebagai pemeran utama pada awalnya. Tetapi begitu syuting berjalan, melihat sutradara, staf, dan sesama aktor membuatku merasa lebih baik dan lebih nyaman. Melihat mereka, aku merasakan kenyamanan dan kepercayaan bahwa “aku melakukannya dengan baik, dan aku akan melakukan pekerjaan dengan baik”. Tentunya, filmnya sendiri cukup bagus jadi aku pun mengantisipasi bahwa penonton akan meresponnya dengan baik, tetapi fakta bahwa aku mampu melewati proses yang berharga itu selama syuting membuatku merasa puas dan bersyukur.
Film ini merepresentasikan sebuah gaya baru yang berbeda dari tipikal film kriminal Korea. Mengingat filmnya sangat kaya adegan action dan poin-poin penting yang layak ditunggu, pasti berat buatmu dari perspektif seorang aktor.
Sejauh ini, ini adalah proyek dimana aku paling banyak melakukan action dan menghabiskan paling banyak waktu untuk mempersiapkan adegan action. Bahkan ketika puncak musim panas, aku hampir menghabiskan semua hariku di sekolah action. Walaupun aku telah melakukan banyak adegan action di drama, aku berlatih secara terus menerus karena aku harus melakukan segala macam action termasuk berkelahi dengan pistol, berkelahi dengan tangan kosong, kejar-kejaran mobil, dan gerakan action dengan kawat di film ini. Bahkan ketika aku merasa tubuhku telah cukup familiar dengan gerakan-gerakannya, rasanya berbeda ketika aku memulai syuting jadi ada banyak aspek yang sulit.

Pada suatu titik tertentu, “action” menjadi kata kunci yang mewakili untuk menggambarkanmu. Apa alasannya kamu mendorong dirimu (melakukan action) walaupun kamu setiap kali berkata action itu sulit.
Ada banyak aktor pria yang punya fantasi romantis tentang action, tetapi sejujurnya aku selalu berpikir aku tidak memiliki kemampuan yang cocok untuk action. Tetapi yang luar biasa, tidak, yang mengejutkan, akhirnya seperti ini. Melihat ke belakang, aku tidak pernah memilih suatu proyek demi “action”. Aku memilih proyek karena aku tertarik dengan cerita dan pesona karakternya, tetapi sebagian besar dari proyek tersebut akhirnya menjadi proyek dengan penekanan lebih pada action. Yah, aku juga bepikir bagus juga aku bisa mengalami semua ini sepuasnya ketika aku masih muda dan mampu melakukan semua ini. Sekarang aku akan berhenti dengan film ini dan aku berharap untuk istirahat sementara ini. Sejujurnya, tubuhku sangat lelah. Aku merasa seperti mati saja ketika aku memulai “The K2” setelah menyelesaikan syuting film ini (tertawa). Tentu saja, aku melupakan kelelahannya dengan sangat cepat berkat perasaan euforia dan kepuasan.
 
Memakan waktu lama untuk mempersiapkan suatu proyek, tetapi kamu mengambil proyek secara berkelanjutan tanpa istirahat. Apakah kamu punya keinginan yang terus-menerus untuk akting?
Kupikir beberapa tahun belakangan sangatlah sibuk bagiku. Setelah mengejar jadwal dan merasa lelah, aku memang berharap aku dapat beristirahat, namun kupikir aku seseorang yang tidak tahu caranya beristirahat. Begitu aku beristirahat, aku akan merasa aku harus melakukan sesuatu dan aku berharap kembali bekerja lagi. Dan ketika seorang aktor berkata dia akan memilih suatu proyek, itu bukan berarti dia “mampu memilih” proyek itu. Peluang memimpikan sesuatu di pikiran dan hatimu dan menemui proyek yang cocok 100% sangat kecil. Proyek yang kamu dapatkan tergantung kondisi, situasi, dan banyak faktor lain pada saat itu, dan itu sepertinya lebih mirip dengan takdir. Itulah mengapa sepertinya aku selalu mencari takdir yang baru.

Tetapi kamu butuh istirahat dalam hidupmu untuk menemukan kekuatan untuk melanjutkannya lagi. Malah mungkin lebih dibutuhkan untuk seseorang seperti Ji Chang Wook yang terus berlari ke depan dengan penuh semangat.
Itulah mengapa sedikit demi sedikit, aku berpikir bagaimana caranya beristirahat dan aku sedang mencoba mempraktekkannya. Kadang-kadang pada hari dimana aku tidak punya jadwal, aku mencoba menghabiskan hari untuk diriku sendiri dan untuk orang-orang yang aku suka dan cintai. Apa yang sudah kulakukan di umur 20an adalah berlari penuh semangat menuju sukses dan demi mimpiku. Tetapi tepat saat ini tahun lalu, aku bertanya-tanya ‘Seberapa banyak ulang tahun, tahun baru, dan akhir tahun yang aku miliki untuk dinikmati sepenuhnya?’ begitu aku memasuki umur 30an dan melihat ke belakang umur 20an. Tidak banyak yang tersisa begitulah pikirku. Aku hidup dengan kerja keras, tapi aku juga tidak mampu menemukan kenikmatan hidupku sendiri. Sekarang aku bertekad untuk menghabiskan dan menikmati setiap waktu luang yang aku miliki tak peduli seberapa pendek itu.
Tetapi kamu pasti punya waktu luang untuk dirimu sendiri bulan lalu setelah menyelesaikan dramamu. Apakah kamu sudah cukup mengisi kembali dirimu?
Saat menyelesaikan dramaku, kebetulan saat itu akhir tahun, jadi ada banyak kumpul-kumpul seperti pesta akhir tahun. Aku secara ketat mengontrol dietku sebelum itu, tetapi aku membiarkan diriku selama sekitar 3 minggu dan minum-minum sampai puas dengan orang-orang yang aku sukai, dan aku menghabiskan waktuku dengan sangat menyenangkan. Sudah lama aku beristirahat dengan baik tanpa beban seperti itu. Dan aku pergi ke Thailand untuk liburan dengan ibuku di awal tahun. Aku tidak bisa liburan lama jadi aku mengambil perjalanan singkat ke destinasi terdekat, tetapi ibuku selalu sangat rajin jalan-jalan, jadi jadwalnya berakhir dengan sangat padat. Aku sedikit kelelahan? Haha, hanya bercanda. Melihat bagaimana ibuku sangat menikmatinya membuatku merasa puas dan lebih bahagia. Karena sudah sangat lama sekali kami berdua pergi ke suatu tempat. Aku mungkin akan mengingatnya dalam jangka waktu yang lama.
Kamu punya jadwal jumpa fans di Jepang bulan ini bahkan ketika kamu sibuk dengan promosi film? Kamu benar-benar menjadi seorang bintang yang popularitasnya melebihi Korea hingga ke negara-negara Asia lainnya. Apakah kamu merasakan statusmu telah berubah?
Aku tidak berkata seperti ini karena ini jawaban umum, tetapi aku benar-benar tetap sama baik sekarang atau sebelumnya. Aku tidak berpikir ada sesuatu dalam diriku yang telah berubah, jadi aku bisa melanjutku hidupku tanpa terlalu memikirkan perubahan-perubahan diriku. Bahkan ketika aku bepergian untuk jumpa fans atau tur Asia, aku hanya berpikir ini luar biasa, aku menikmatinya, dan aku bersyukur. Tetapi sekarang waktu telah berlalu, perasaan baru yang kurasakan saat memiliki fans di luar negeri perlahan menghilang. Walaupun berbeda bangsa dan budaya, orang-orang tetap akan antusias jika proyeknya bagus dan ceritanya menarik, dan dukungan mereka terhadap para aktor juga tetap sama. Yang jelas aku besyukur ada begitu banyak orang yang berbeda yang mencariku dan memikirkanku. Aku hanya perlu lanjut bekerja dengan baik, dan semua hal secara alami akan mengikutinya bukan?
Kami semakin menemukan sisi baru dari dirimu semakin kita berbincang-bincang. Kami berharap kmu akan bisa menunjukkan sisi-sisi berbeda dari dirimu lebih sering lagi.
Pertama-tama, di film “Fabricated City”, kamu akan bisa melihat tidak hanya akting action tingkat tinggi dariku, namun juga berbagai macam akting emosional dan sisi-sisi berbeda dariku. Momen-momen yang ringan dan menyentuh juga akan ada, jadi nantikan momen-momen itu. Aku juga akan menunjukkan sisi-sisi baru dariku melalui proyek-proyek yang bagus di masa depan. Sebenarnya, aku orang yang sederhanya dan juga bebas. Aku pikir kekuatanku adalah aku tidak banyak terusik dengan apa yang orang-orang katakan atau bagaimana mereka menilaiku, dan aku cukup sabar. Tetapi aku mencoba untuk tidak malu atau menyesal ketika aku melihat diriku sendiri secara kritis. Walaupun aku belum bisa memanggil diriku aktor yang luar biasa, aku harus bisa menjadi lebih baik karena kerja keras. Seperti yang sudah kukatakan, aku akan terus menampilkan sisi-sisi baru dan mempesona dariku. Sembari menikmatinya, aku harus menunggu lagi proyek selanjutnya dimana aku dapat mencurahkan seluruh diriku.

Behind the scene: 
 
 
 
 


Sumber: Majalah 1st Look
Terjemahan Korea-Inggris: Ji Chang Wook’s Kitchen
Terjemahan Inggris-Indonesia: kanz (JCW Indonesia)

Jangan lupa bantu kami isi survey dan petisi untuk "JCW 1st FanMeeting di Indonesia". Pihak promotor ingin survey bukan hanya petisi. Yuk, kita isi survey dan petisinya lagi karena dalam survey ada kriteria harga tiket dan kriteria lainnya yg diperlukan utk fanmeeting! Terimakasih!

[Petisi] Link: http://www.ipetitions.com/petition/fanmeeting-ji-chang-wook-di-indonesia
[Survey] Link: https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSciY_6kW0-bOVHcxKhmZ43r7vhv0hwrr5A9FW1hwQPEzmZeNA/viewform?c=0&w=1

[REVIEW] Berantem Ganteng ala Ji Chang Wook di “Fabricated City”

Ji Chang Wook Indonesia bersama beberapa Ji Girls yang lain memenuhi undangan Premiere “Fabricated City” pada Senin lalu di CGV Grand Indonesia, Jakarta. Premiere kali ini diselenggarakan oleh Jive Entertainment yang berganti nama menjadi CBI Pictures, para sponsor, awak media seperti kapanlagi.com, fanbase drama Korea @thedramakorea, Korean Wave Indonesia, Korean Updates, dan para pemenang kuis yang diadakan sebelum premiere. Sekitar 150 orang yang beruntung menjadi saksi pertama penayangan film ini di Indonesia.
Ji Chang Wook Indonesia Fanclub di Premiere "Fabricated City"
Sekalipun Ji Chang Wook sudah mengungkapkan kebosanannya bermain action, nampaknya para penggemarnya malah selalu menantikan aksi-aksi tingkat tinggi dari Ji Chang Wook. Ini juga terlihat di film terbarunya yang berjudul “Fabricated City”. Film bergenre action crime comedy ini telah meraih 2,5 juta penonton sejak pertama kali ditayangkan pada 9 Februari lalu. Ada kegembiraan dan keasyikan tersendiri saat melihat Ji Chang Wook “berantem ganteng” dan sanggup menghasilkan adegan action kelas wahid!
Di film “Fabricated City”, Ji Chang Wook berperan sebagai Kwon Yoo, seorang pengangguran yang sehari-harinya hanya main game online di warnet. Adegan dibuka dengan suasana di dalam game online MMORPG, dimana Kwon Yoo punya alias Captain Kwon, pemimpin tim Resurrection, yang juga beranggotakan Mr.Hairy, Beauty of Space, Demolition, Yong Guru, COV3R, dan CONC3AL. Captain Kwon adalah pemimpin yang disegani dan ia selalu siap menolong anggotanya yang butuh bantuan sekalipun ia harus mati di game karena menolong temannya.

Suatu ketika ia dijebak dalam sebuah plot konspirasi dan dituduh membunuh dan memperkosa anak di bawah umur. Semua bukti-bukti mengarah padanya dan hanya dalam waktu singkat ia diberi hukuman seumur hidup dan dijebloskan ke penjara. Di sinilah pertarungan sesungguhnya bagi Kwon Yoo karena ia harus bertahan hidup dan sebisa mungkin kabur dari penjara untuk membersihkan nama baiknya.
Tanpa dikomando, ternyata teman-temannya sesama gamer, seperti Mr. Hairy yang ternyata alias dari Yeo Wool (Shim Eun Kyung) yang menjadi hacker jenius, Demolition (Ahn Jae Hong), Yong Guru (Kim Min Gyo), dan Beauty of Space (Kim Ki Cheon) siap membantu Kwon Yoo mengungkap fakta-fakta mengejutkan. Lebih mengejutkan lagi ternyata Honey Lee dan Kim Seul Gi juga bermain di film ini sekalipun peran mereka sangat kecil.

Di film pun akhirnya muncul pertarungan dari sekumpulan orang-orang “aneh” versus tokoh-tokoh jahat yang punya agenda tersendiri. Dari segi cerita, alurnya mudah diikuti dan dicerna oleh penonton dan sebenarnya ceritanya pun cukup sederhana. Durasi film pun tidak terasa lama karena kita selalu disuguhi adegan-adegan menarik dan akting Ji Chang Wook pun tidak mengecewakan sama sekali. Pokoknya 2 jempol untuk film ini!!
Di awal dan akhir film Ji Chang Wook menarasikan puisi “Tree” dari Cheon Sang Byeong
Everyone said that tree was rotten. But I told them that the tree was no rotten tree. That night I dreamed a dream.
In that dream I saw the tree flourishing, putting out branches as if it meant to touch the blue sky.
I called the people back again and told them that the tree was no rotten tree.
That tree is not rotten.

Semua orang berkata pohon itu membusuk. Tetapi aku katakan pada mereka pohon itu tidak busuk. Malam itu aku bermimpi.
Di dalam mimpi aku melihat pohonnya tumbuh, cabang-cabangnya menjulur seakan-akan menyentuh langit biru.
Kupanggil lagi orang-orang itu dan kukatakan pada mereka pohon itu tidak busuk.
Pohon itu tidak busuk.
Alasan kenapa kamu harus nonton “Fabricated City”:
1. Ji Chang Wook, Ji Chang Wook, Ji Chang Wook
Memang nggak salah sutradara Park Kwang Hyun memilih Ji Chang Wook sebagai pemeran utama di film terbarunya setelah absen belasan tahun. Ji Chang Wook mampu menunjukkan kualitas akting yang prima, baik ketika berakting adegan komedi, adegan sedih atau ketika ia harus dipukuli berkali-kali dan membalas lawan-lawannya. Ia mampu berakting secara emosional dengan sangat baik hingga membuat kita terhanyut dalam akting dan pesonanya.
2. Sinematografi dan Special Effects memukau
Mengingat film ini menggunakan elemen-elemen fiksi ilmiah dan menempatkan game online sebagai salah satu fiturnya, maka special effects/CGI banyak digunakan di film ini. Penonton seakan-akan diundang masuk ke dalam dunia game yang sesungguhnya kemudian disuguhi teknologi tingkat tinggi yang mungkin belum ada di dunia. Elemen-elemen unik seperti ini ditambah sinematografi brilian membuat film ini lain dari yang lain. Yang jelas ini bukan sekedar film action atau film sci-fi, tetapi film yang mampu menggunakan 2 elemen tersebut dengan baik.
3. Adegan yang mengharukan maupun yang mengundang tawa
“Fabricated City” juga punya sisi komedi dan emosional di dalamnya. Terkadang tak disangka-sangka humor yang ada membuat kita tertawa terbahak-bahak. Namun ada juga adegan yang menguras emosi dan bahkan air mata kita di tengah film. Semua elemen yang ada di film ini mampu dikemas dengan baik sehingga penonton pun tidak merasa bosan dengan jalan ceritanya.
Tunggu apa lagi? Ayo rame-rame nonton “Fabricated City” yang ditayangkan di jaringan bioskop CGV, Cinemaxx dan Platinum Cineplex! Kalian juga bisa ikut nobar yang akan kami selenggarakan pada tanggal 5 Maret di Jakarta, Bandung, Surabaya dan Yogyakarta (menyusul). Pendaftaran dan transfer terakhir pada hari ini (2 Maret)! Jadi buruan daftar ya!
Isi form ini dan ikuti petunjuknya:
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfj1h7lrhrzmZ9TjWDCLM5CqiYQ7K8iyEmVLgpfrRsIPFmzyA/viewform?c=0&w=1

Sampai bertemu di tempat nobar!

Sumber: dok pribadi JCW Indonesia, Jive Movie/CBI Pictures, CGV Indonesia, CJ Entertainment

Top