ads

Slider[Style1]

Interview

Video

Fanmeeting

Drama

[WAWANCARA] Media: "Suspicious Partner" dan Persiapan Wamil Ji Chang Wook

 
Pada 18 Juli 2017 lalu Ji Chang Wook bertemu dengan para reporter di Restoran Sky Farm di Lantai 50 Menara FKI di Yeouido, Seoul. Ia mengekspresikan perasaan dan opininya tentang dramanya yang baru saja berakhir “Suspicious Partner” dan wajib militer yang akan diikuti. Karena banyaknya wawancara yang mirip dan repetitif, di bawah ini adalah kompilasi dari beberapa wawancara media yang dirilis pada hari itu.

Bagaimana pendapatmu tentang syuting “Suspicious Partner”?

“Suspicious Partner” berakhir minggu lalu. Aku bersyukur kami menyelesaikannya tanpa masalah. Drama ini sangat berarti bagiku. Ini adalah romcom (romantic comedy) pertamaku dan drama terakhirku sebelum wamil. Aku menikmati project ini jadi aku sangat bahagia, tetapi aku juga punya perasaan yang campur aduk karena merasa sedih dan menyesal juga.

Kamu berkata “Suspicious Partner” sangat berarti. Tolong jelaskan.
Ini drama romcom pertamaku. Sebelum membintangi drama ini, aku punya banyak tekanan apakah aku akan mampu melakukan dengan baik di project ini. Ini juga sebuah project tanpa adegan action setelah beberapa lama. Meskipun demikian aku masih sangat menikmati syutingnya. Kamu bisa melihat Ji Chang Wook sebagai seorang pria melalui gaya berbicara, tindakan, dan cara Ji Wook mengekspresikan sesuatu. Tetapi tentu saja kepribadian karakter itu berbeda dariku.
Kepribadianmu di dunia nyata sepertinya tipe yang tidak suka gombal.
Itu melelahkan. Tetapi karena ini adalah romcom, walaupun dramanya ‘cheesy’ (gombal), aku berusaha yang terbaik untuk tetap membuatnya ringan dan tidak terlalu membebani. Aku harus melakukannya supaya penonton tetap dapat memahami perasaannya seutuhnya. Sebagai contoh, untuk dialog seperti “Don’t fall for me (Jangan jatuh cinta padaku)”, Ji Wook sebenarnya tahu bahwa dia menyukai Bong Hee tapi Ji Wook tidak mengatakan langsung ia menyukai Bong Hee. Bahkan dialog seperti “I will love you all my life (Aku akan mencintaimu sepanjang hidupku)” mungkin ‘cheesy’, tapi aku ingin melakukan yang terbaik supaya terlihat ringan. Aku lebih menyukai gaya seperti “You are dirty but pretty (Kamu jorok tetapi cantik)”. Aku lebih menyukai sesuatu yang blak-blakan daripada (hanya) mengatakan kamu sangat cantik. Kurasa gayaku yang normal memang seperti itu.
Bagaimana chemistry-mu dengan Nam Ji Hyun?
Kami bertemu sebagai pemeran tokoh dewasa dan tokoh anak-anak dalam drama “Warrior Baek Dong Soo”. Aku tidak punya adegan bersama Nam Ji Hyun pada saat itu. Ini pertama kalinya kami bekerja bersama di satu drama. Walaupun ada perbedaan umur, aku rasa aku bersikap seperti anak-anak dan sering bercanda. Aku ingin menjadi nyaman dengannya dan berkomunikasi dengannya. Kami dapat syuting dengan nyaman karena Nam Ji Hyun merespons dengan baik semua itu. Kami dapat menumbuhkan hubungan dimana kami dapat tertawa dan bercanda bersama tak peduli umur kami. Di lokasi syuting, kami bekerja bersama dan kami harus berkomunikasi karena ada kisah cinta di drama ini, jadi aku pikir kami nyaman dengan satu sama lain. Aku punya banyak obrolan dengan Nam Ji Hyun.

Ada banyak juga adegan-adegan ciuman, skinship, dan lain-lain.
Kami dapat syuting adegan ciuman dan skinship dengan nyaman karena kami bisa menciptakan atmosfer yang membuat kami nyaman. Aku menerima banyak bantuan di lokasi syuting. Aku akan mengambil inisiatif untuk bertanya ke sutradara apa yang sebaiknya aku lakukan untuk mengekspresikan sesuatu dengan baik. Aku juga akan bertanya ke lawan mainku, “Bagaimana kalau berakting seperti ini?”

Ketika ditanya untuk memilih adegan ciuman paling mengesankan di “Suspicious Partner”, Ji Chang Wook memilih adegan dimana Noh Ji Wook menolak ciuman. “Eun Bong Hee mencoba memberikan Noh Ji Wook sebuah ciuman, tetapi dia menolaknya secara refleks dan Eun Bong Hee merasa sakit hati karena itu. Aku banyak berpikir tentang adegan itu. Bahkan ketika membaca naskah, aku bertanya-tanya apakah tidak masalah bagi Noh Ji Wook untuk menolak Eun Bong Hee karena masa lalu yang berhubungan dengan ayahnya. Aku berakting sebagai Noh Ji Wook tetapi aku merasa itu agak berlebihan baginya untuk menolak (berciuman). Aku mencoba mengerti posisi Noh Ji Wook tetapi adegan itu membuatku berpikir dari posisi Eun Bong Hee”.
Ketika berakting di drama ini, kamu mendapat julukan seperti “Raja komedi romantis” dan “Raja ciuman”.
Mendapat julukan seperti itu membuatku lebih malu dan tersipu daripada yang kupikirkan. Entah adegan ciuman atau melodrama, aku memikirkannya sebagai akting. Itulah mengapa aku berusaha keras membuat adegan-adegannya terlihat bagus dan tidak canggung, dan aku berusaha sebaik mungkin pada adegan-adegan itu. Kameraman mengambil adegannya dengan baik, dan sutradara memperlakukan kami dengan nyaman di lokasi syuting. Aku pikir aku bisa mendapat julukan itu karena adegan-adegannya berhasil dengan baik. Aku merasa malu dan tersipu ketika mendengar julukan itu. Aku pikir aku harus berusaha lebih keras lagi lain kali.

Respons untuk drama romantic comedy-mu bagus. Apakah kamu tipe yang sering membaca komentar?
Aku berusaha tidak membacanya. Pada akhirnya kamu akan ingat dan sakit hati dengan komentar buruk dibanding komentar baik, bukan? Aku juga berusaha keras tidak mendengar pujian. Jika kebetulan aktingku sangat jelek, aku akan merasa terganggu untuk melihat komentar jadi aku tidak membacanya. Selama syuting aku tidak sadar, tetapi baru-baru ini aku menyadari banyak anak muda yang menonton drama ini. Syutingku baru-baru ini di Hongdae sangat panas dan melelahkan tetapi menyenangkan. Sekarang aku ingin pergi ke Hongdae untuk bersenang-senang.

Seorang reporter melihat ada komentar-komentar online tentang Nam Ji Hyun mengkoleksi lawan main yang mirip seperti “puppy (anjing kecil)”, dari Seo In Guk di drama sebelumnya “Shopping King Louie” ke Ji Chang Wook di “Suspicious Partner”. Mendengar tentang hal itu, Ji Chang Wook bertanya “Wajah puppy? Aku…? Bisa jadi karena selera atau fantasi tertentu dari penonton. Aku tidak tampak seperti itu jika kamu melihatku di dunia nyata, tetapi mereka mungkin melihatku demikian karena adegan-adegan romantis dan adegan-adegan ketika aku bertengkar dengan pemeran utama wanita di drama.”
Apakah ada kesulitan ketika syuting drama?
Menunjukkan cinta secara tak kentara di adegan-adegan romantis itu sulit. Jatuh cinta, putus, patah hati…tidak mudah menunjukkan perasaan yang tak kentara itu ke penonton. Ada perasaan-perasaan yang harus aku ekspresikan ketika ada adegan insiden besar di drama-drama sebelumnya, tetapi sekarang tidak ada dan aku harus menuangkan perasaan yang tak kasat mata ini, dimana itu tidak mudah.

Secara pribadi, aku tidak puas dengan aktingku. Aku punya penyesalan besar. Aku berpikir jika aku tahu lebih banyak tentang perasaan wanita, “Aku akan berakting seperti ini di bagian ini.”

Selama bekerja di “Suspicious Partner”, aku menyadari tidak mudah menampilkan psikologi antara pria dan wanita, dan juga sulit menampilkan perasaan-perasaan itu. Itulah mengapa aku ingin mencoba berakting di melodrama tradisional. Pria dan wanita berpikir dengan sangat berbeda. Aku rasa akan sangat menarik mengekspresikan perasaan yang tak kasat mata itu melalui akting.
Bisakah kamu memilih karakter terbaik dari drama-drama yang sudah kamu bintangi sejauh ini?
Kurasa sangat sulit bagiku untuk memilih. Apa yang membuatku bersemangat ketika akting adalah ketika aku memainkan peran Ta Hwan di “Empress Ki”. Itu adalah pekerjaan yang membuatku bersemangat karena ada banyak hal untuk ditunjukkan dan dimainkan. Untuk kasus “Suspicious Partner”, ini menarik karena ini karakter romcom pertamaku dan aku ingin mencoba genre komedi. Kurasa aku tidak akan bisa memilih hanya satu. Aku merasa sayang dengan Seo Jung Hoo di “Healer” karena dia tampil begitu gagah berkat penulis naskah yang menulis karakter yang gagah. Kim Jae Ha di “The K2” adalah peran yang ingin dimainkan setiap pria. Aku tidak bisa memilih.

Kamu akan segera masuk wajib militer.
Aku akan wamil pada 14 Agustus. Itu sangat telat, tetapi aku berencana untuk bersenang-senang dan melakukan yang terbaik sambil tetap sehat. Setelah aku keluar wamil, aku akan menyapa semua orang lagi lewat project-project yang menarik. Aku meminta kalian menungguku selama 1 tahun 9 bulan. Setelah aku menyelesaikan jadwalku, aku berencana menghabiskan waktu untuk diriku sendiri. Karena aku ingin mempersiapkan diriku sebelum wamil dan ingin masuk wamil dalam keadaan sehat, aku berpikir untuk menghabiskan waktu untuk diriku sendiri. Aku ingin beristirahat sebelum wamil dan aku pikir aku telah menguras fisikku secara berlebihan. Aku berencana jalan-jalan dimana aku bisa menghabiskan waktu bersama teman-teman dan keluarga yang kucintai.

Sebagai contoh, aku berpikir untuk membereskan keuanganku, dan karena aku menyewa rumahku jadi aku perlu memutuskan bagaimana menyelesaikannya. Aku memelihara seekor anjing juga jadi aku perlu memberikannya ke ibuku. Hal-hal yang harus dikerjakan jauh lebih banyak daripada yang sudah kupikirkan jadi aku khawatir.
Bagaimana orang-orang di sekitarmu bereaksi terkait wajib militermu yang akan datang?
Aku baru saja berulang tahun belum lama ini. Teman-temanku menggodaku tentang pergi wamil. Sebagai contoh, mereka akan menggodaku dengan mengatakan “Apa yang harus kami berikan sebagai hadiah untukmu?” Aku jadi terbiasa dengan pertanyaan itu. Orang-orang di sekitarku banyak berbicara tentang wamil, tetapi aku akan mengetahui semuanya ketika aku mengalaminya sendiri saat masuk wamil. Ada jarak 10-11 tahun antara aku dan orang-orang yang akan menghabiskan waktunya saat wamil bersamaku. Tetapi kurasa akan tetap menyenangkan. Kapan lagi aku akan nongkrong dengan teman-teman yang lebih muda (tertawa)?

Apakah akan ada aktris yang mengunjungimu?
Semua aktor yang telah bekerja bersamaku berkata mereka akan datang mengunjungiku. Tetapi aku bertanya-tanya seberapa banyak dari mereka yang akan datang. Sambil serius dan bercanda, aku berkata pada teman-teman priaku supaya jangan datang, tetapi aku masih akan menerimanya dengan bahagia jika seorang pria datang. Semua aktris yang pernah bekerja denganku berkata mereka akan mengunjungiku, mari kita lihat nanti (tertawa).
Diantara semua aktor yang telah bekerja denganmu, siapa yang akan kamu pilih sebagai pasangan terbaik?
Aku menikmati bersama dengan semua teman yang telah bekerja denganku. Aku tidak pernah meninggikan suaraku (marah) pada siapapun di lokasi syuting sebelumnya. Untuk kasus Ji Won noona di drama MBC “Empress Ki”, dia selalu tersenyum di lokasi syuting. Sekalipun di saat melelahkan dan kami begadang setiap hari, dia akan selalu tersenyum dan membuat atmosfer lebih cerah. Aku banyak belajar dari noona tentang sikap dan tanggung jawab seorang pemeran utama dan atmosfer di lokasi syuting. Begitu juga dengan Min Young noona, Yoona-ssi dan Ji Hyun-yang. Aku berterimakasih pada semuanya. Jadi aku tidak akan bisa memilih hanya satu orang. Kalau aku memilih satu orang, aku mungkin akan dimarahi.

*“Noona” adalah istilah Korea untuk memanggil perempuan yang lebih tua, “ssi” adalah panggilan sopan untuk laki-laki dan perempuan, “yang” digunakan untuk memanggil perempuan yang lebih muda (bisa berarti nona).

Terkait apakah ia khawatir dengan periode kosong ketika ia wamil, Ji Chang Wook berkata, “Aku tidak merasa tertekan seperti yang kupikir sebelumnya.”

“Aku tidak terlalu takut. Aku telah menyelesaikan banyak project selama ini dimana penonton seringkali melihat wajahku, tetapi secara pribadi, aku berpikir ini sebagai waktu untuk beristirahat dari project dan mengisi kembali energi, dan juga waktu bagiku untuk berpikir banyak sebagai seorang aktor. Selain itu, kehidupan militer adalah pengalaman baru yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. Aku penasaran image seperti apa yang akan aku miliki ketika aku keluar dari wajib militer.”

“Sejujurnya, aku tidak terlalu terbebani dengan wajib militer. Setiap orang pada akhirnya harus pergi kesana. Banyak diantara teman seangkatanku yang telah pergi, dan sekarang ketika waktunya tiba, aku malah merasa lega. Dan ketika aku kembali, ini mungkin akan lebih menarik. Hidup mungkin lebih santai dan aku mungkin menjadi sedikit lebih dewasa. Aku malah merasa bahagia.”

Ketika ditanya apakah Ji Chang Wook akan lebih sukses di militer karena dia telah melakukan banyak adegan action sebelumnya, dia berkata, “Aku bertanya-tanya apakah kehidupan di militer akan berbeda dari action. Apapun itu, kupikir aku akan melakukan aktivitas fisik dengan baik.”
Melihat ke belakang karir aktingnya, Ji Chang Wook menerangkan, “Aku pikir aktingku sangat kaku sejauh ini. Tetapi begitu aku mengakumulasikan lebih banyak pengalaman sekarang, ketika aku melihat secara keseluruhan, aku menjadi lebih halus dan lebih baik saat akting. Karena aku kaku ketika aku masih muda, aku pikir aku bisa lebih bersemangat dan berlari tanpa takut. Aku merindukan hari-hari itu.”

“Aku punya perasaan seperti dikejar-kejar di usia 20an. Aku merasa aku perlu untuk tetap bekerja secara cepat dan terus menerus, jadi ketika aku melihat ke belakang usia 20an-ku aku tidak banyak istirahat. Entah aku tidak menerima banyak tawaran project atau aku tidak punya pekerjaan apapun dan aku akan mencari sesuatu untuk dilakukan, jadi aku tidak punya banyak waktu luang dan aku tidak bisa menikmati banyak hal secara pribadi. Walaupun itu sedikit disesalkan, jika aku melihat pekerjaan yang telah kulakukan, aku telah menerima begitu banyak cinta jadi aku merasa santai pergi ke wajib militer. Aku akan lebih merasa santai di usia 30-an. Kupikir aku akan berpikir tentang diriku sendiri sebagai seorang manusia dibanding sebagai seorang aktor.”
 
 
 

Terjemahan Korea-Inggris: Gabby (JCW Kitchen)
Terjemahan Inggris-Indonesia: kanz

Foto: Glorious Entertainment
Sumber: Ji Chang Wook's Kitchen, Joynews24, Newsen, MyDaily, SBS Fun E

[WAWANCARA] Magazine M, Volume 199 edisi Februari 2017

Menghadapi dunia palsu, tanpa henti seperti bermain game

Semuanya palsu. Dalam sekejap, Kwon Yoo (Ji Chang Wook) yang tiap hari ke warnet berubah menjadi pembunuh kejam. Walaupun dia berteriak keras “Aku tidak bersalah”, yang dia dapatkan hanyalah jari telunjuk yang mengarah padanya sebagai seorang pembunuh. Sekalipun dia adalah seorang pria muda pengangguran yang biasa-biasa saja, apakah dia harus menjalani semua itu? “Fabricated City” adalah sebuah film yang dimulai dengan ketidakadilan yang akan membuat darah mendidih terhadap orang-orang biasa yang kemudian bergerak untuk membalikkan dunia. Dia bahkan bukan Superman atau Batman, tetapi Kwon Yoo dan teman-temannya punya kekuatan dan kemampuan yang diasah dari begadang semalaman di warnet. Kami bertemu dengan aktor Ji Chang Wook yang berani menantang sebuah dunia yang menunjukkan wajah aslinya semakin lama kamu menyelam di dalamnya.

“Itu harus menarik. Aku tidak akan bisa melakukannya jika tidak menarik.” Ji Chang Wook terus-menerus mengatakan kata “menarik” sepanjang wawancara. Bahwa dia tidak akan bisa bertahan (akting) jika tidak menyenangkan. Bahwa itu sepertinya adalah kekuatan yang mendorong aktor ini berlari tanpa henti selama hampir 10 tahun. Ji Chang Wook debut di tahun 2008 dan telah syuting sebanyak 13 drama, bahkan di sela-selanya tampil di drama musikal tanpa henti. Jika dipikir-pikir, Ji Chang Wook adalah teman di layar kaca. Dia adalah pemuda Donghae (“Smile Donghae”, KBS1 2010-2011) yang menjadi ikon harapan dan mimpi, lalu dia menjadi kaisar gila Ta Hwan (“Empress Ki”, MBC 2013-2014), dan berubah menjadi bodyguard berotot, Je Ha (“The K2”, tvN 2016) dan menggoyahkan hati banyak wanita. Melihat sukses yang telah diraihnya di TV dan popularitasnya yang luar biasa di Cina, peran utama Ji Chang Wook di film ini tampaknya terlambat. Apa yang menuntunnya ke “Fabricated City” setelah 10 tahun?
“Aktor Ji Chang Wook” telah dikenal, tetapi “aktor film Ji Chang Wook” belum familiar.
Itu benar. Tetapi justru aku membuat debutku di film indie. Proyek debutku adalah “Sleeping Beauty” (2008, disutradarai oleh Lee Hana) dimana aku syuting ketika masih kuliah. Setelahnya aku tidak beruntung dan tidak punya kesempatan untuk berakting di film. Tetapi kalau dilihat, aku membutuhkan determinasi tinggi sebelum bermain di “Fabricated City”. Aku takut tapi itu adalah sebuah tantangan.

Mengapa kamu takut?

Itu adalah proyek dengan anggaran produksi 10 milyar won. Aku merasakan tanggung jawab yang berat. Aku juga punya pikiran ketakutan bahwa film berbeda dari drama. Tetapi aku merasa lebih nyaman begitu aku pergi ke tempat syuting. Tidak ada perbedaan berakting di film atau drama. Semua staf dan aktor melakukan yang terbaik dan aku mendapat kepercayaan diri melalui proses kolaborasi. Kurasa aku hanya merasa takut duluan.

Tetapi keputusanmu untuk bermain di film ini, mungkin untuk melebarkan sayap “aktor Ji Chang Wook”

Aku tidak yakin, aku tidak pernah berpikir tentang apapun secara hitung-hitungan. Walaupun aku memilih setiap project secara seksama, hal-hal yang paling penting adalah “Apakah aku tertarik?” dan “Apakah aku bisa melakukannya?” Aku kurang yakin ketika aku pertama kali melihat skenario “Fabricated City”. Aku punya keraguan seperti “Apakah aku punya kepemimpinan seperti Kwon Yoo?” dan “Ada sentuhan-sentuhan komik di setiap sisi di dalam film, akankah aku mampu meyakinkan penonton dengan baik?” Determinasiku semakin kuat setelah bertemu dengan sutradara Park Kwan Hyun. Sutradara Park punya aura yang sangat luar biasa. Dia meyakinkanku dengan cara yang lembut, tetapi aku punya keyakinan dia akan membuat film yang menyegarkan.
Kwon Yoo adalah pahlawan perang di dalam game, namun di dunia nyata dia adalah pria pengangguran yang makan dan tidur di warnet mengenakan baju santai. Mengingat kamu bekerja keras setelah debut di usia 20an, kamu mungkin tidak terlalu akrab dengan dunia ini.
Justru tidak seperti itu. Tempat-tempat yang sering kudatangi ketika aku masih muda adalah warnet, tempat penyewaan komik dan tempat karaoke (tertawa). Mie ramen yang dimasak ahjussi yang punya tempat penyewaan komik tidak enak sama sekali. Aku mengalami kehidupan sebagai pengangguran di awal usia 20anku dan aku bermain games dengan cukup baik. Walaupun aku tidak pernah pergi ke warnet akhir-akhir ini, aku tetap bermain banyak games di hapeku. Aku bahkan melakukan Real Money Trading (memakai uang untuk membeli item di game online). Orang-orang di sekitarku melihatku dengan aneh. Kamu bukan anak kecil lagi, mengapa kamu menghabiskan uang seperti itu (tertawa). Mungkin itulah mengapa kehidupan Kwon Yoo di dunia virtual yang berbeda dengan dunia nyata muncul secara alami kepadaku.

Dia adalah kebalikan dari bodyguard macho Je Ha di “The K2”.

Itu benar. Je Ha adalah karakter yang kuat yang datang dari latar belakang militer. Kebalikannya, Kwon Yoo sangatlah biasa-biasa saja. Dia adalah seseorang yang sering kita lihat di sekitar kita, dan seorang karakter yang suka bermain game dan hidup di dunia virtual. Betapa frustrasi dan menakutkan baginya ketika karakter seperti itu ditangkap dalam sebuah peristiwa yang dibuat-buat. Ketika syuting, aku terus berpikir “Bagaimana rasanya jika aku adalah Kwon Yoo?” Perasaan ketika disakiti dan ketakutannya mungkin adalah penggerak bagi Kwon Yoo.
Mengapa kamu sangat tertarik pada karakter yang biasa saja seperti itu?
Gambaran seorang tokoh utama yang punya kekurangan dan sangat biasa-biasa saja menggabungkan kekuatan dengan teman-temannya yang lain yang juga biasa untuk melawan yang berkuasa adalah sesuatu yang menarik. Aku ingin menyemangati orang-orang ini yang bekerja keras mendekati kebenaran. Aku harap penonton dapat menikmati filmnya dan bertanya-tanya di pikirannya begitu satu persatu keluar dari bioskop. “Bagaimana aku hidup sekarang ini?”, “Apakah kota dimana aku tinggal sekarang baik-baik saja?”

Sutradara Park Kwang Hyun memuji action Ji Chang Wook dan berkata kamu “terlahir dengan bakat itu”. Kamu sempat menyebut bahwa kamu menghabiskan sekitar 1 bulan di sekolah action, dan kamu terus mendapat perhatian atas actionnya dari “Healer” hingga “The K2”.
Itu adalah pujian yang membuatku bangga dan bahagia, tetapi aku berharap tidak akan mendengarnya lagi (tertawa). Aku tidak pernah memilih secara sengaja untuk membintangi proyek action. Jika aku memilih sebuah proyek karena aku menganggap karakter atau ceritanya menarik, proyek itu selalu menjadi genre action. Aku juga bertanya-tanya apakah itu seleraku. Walaupun proyeknya sangat memuaskan, proses persiapannya sangat sulit. Terutama ada banyak sekali adegan dimana aku dipukuli di film ini. Aku akan merasa tidak enak ketika memukul orang lain jadi aku berharap aku malah dipukul, tetapi setelah dipukuli, tahu-tahu aku merasa marah dan perasaan disakiti meliputiku. Itu adalah pengalaman yang menarik tetapi aku berharap tidak melakukannya lagi (tertawa).
Mari menengok ke belakang ke proyek debutmu “Sleeping Beauty”. Dari narkoba hingga pembunuhan, itu adalah film yang sangat mengesankan di semua level.
Selama tahun pertamaku di universitas, aku mengikuti senior-seniorku di jurusan film ke lokasi film indie dimana mereka syuting. Ketika melakukan itu, sutradara Lee Hana melihat videoku melalui viewfinder dan menyukai apa yang dia lihat, jadi dia memilihku. Semuanya sangat baru bagiku. Itu adalah pertama kalinya aku pergi ke lokasi syuting dengan begitu banyak staf jadi itu sangat luar biasa dan menarik. Aku benar-benar tidak bisa akting, dan aku bahkan tidak tahu bahwa aku buruk (tertawa). Aku melihat film itu dengan ibuku di Bioskop Sentral Myeongdong Seoul yang sudah tidak ada lagi. Melihat wajahku muncul di layar lebar itu luar biasa, tetapi ibuku terkejut ketika ia melihat adegan-adegan kejam. Yang jelas, “Sleeping Beauty” adalah sebuah karya yang membentukku sebagai seorang aktor.

Kamu bahkan merambah drama Cina di tahun 2016, kamu pasti telah mencapai segalanya yang bisa dicapai melalui drama selama 10 tahun terakhir. Kamu akan masuk wajib militer tahun ini, jadi itu seperti akhir dari babak pertama kehidupan Ji Chang Wook sebagai seorang aktor.
Usia 20anku sangat intens ketika aku melihat ke belakang. Walaupun ada berbagai kesulitan di setiap drama, pengalaman-pengalaman yang berbeda membantuku untuk semakin kuat. Sebenarnya aku dulunya merasa gugup saat di depan kamera. Walaupun aku berhasil mengatasinya. Terakhir kali, aku merasa cemburu ketika melihat para seniorku yang berakting sebagai pemeran utama dan berpikir “Ah, seseorang pasti merasa kamu memiliki dunia ketika seseorang sampai disana”. Tetapi begitu aku mencapai posisi itu, aku bertanya-tanya “Apakah ini benar-benar puncaknya?” dan “Apakah puncak itu memang benar-benar ada?” Posisi puncak mungkin berbeda bagi setiap orang, tetapi aku berpikir puncak adalah ketika kamu merasa puas. Aku merasa puas ketika aku melihat 10 tahun ke belakang, tetapi aku masih punya jalan panjang. Aku merasa aneh sehari sebelum aku pergi ke Cina untuk syuting. Aku telah membintangi banyak drama di Korea tetapi rasanya aku kembali menjadi rookie. Dunia ini luas dan tidak ada batasnya.
Kamu mungkin telah berumur 30, tetapi image pemuda yang kami lihat di “Sleeping Beauty” tetap bertahan.
Walaupun aku bertambah tua, aku tidak ingin bertambah dewasa. Aku pikir aku akan merasa bahagia jika aku melihat dunia secara polos seperti anak kecil. Bukankah semua orang hidup terlalu sengit? Dapatkah aku menunjukkan akting yang baik sebagai seorang aktor jika aku hidup dengan sengit? Akting bukanlah kompetisi dan tidak bisa diukur. Setiap individu punya gayanya sendiri. Aku hanya ingin menjadi diriku sendiri.



Sumber: Magazine M, JCW Kitchen

[WAWANCARA] Majalah 1st Look Edisi Februari – The Gray City

Bahkan di kota abu-abu pandangan matanya dipenuhi naratif beragam yang bercahaya dengan kekuatan penuh. Karisma kuat dari aktor Ji Chang Wook, yang kembali dengan filmnya “Fabricated City”, tertangkap dalam lensa kamera.

Ji Chang Wook bersandar pada atap pagar sebuah pabrik kosong ketika angin menerpa dengan dinginnya hingga bibirnya membeku dan tak bisa berbicara dengan jelas. Begitu bersiap dengan satu posisi, hembusan angin berdebu mengganggu penglihatannya hingga ia memalingkan wajahnya dari kamera. Pemotretan berlanjut sampai beberapa jam sembari Ji Chang Wook menggunakan hot pack yang hanya sedikit menghangatkan wajahnya yang membeku; pemotretan aktor Ji Chang Wook memang benar-benar sulit. Hanya sehari sebelumnya, cuaca di provinsi selatan cukup sejuk untuk membuat bunga-bunga musim semi bermekaran sebelum waktunya, tetapi gelombang hawa dingin yang datang tiba-tiba terasa dua kali lebih buruk hari ini. Dan di tengah-tengah kondisi sulit ini, dia berdiri disana bersinar dengan wajah yang lebih tegar dibanding orang lain, dan berpose dengan ekspresi-ekspresi yang lebih menarik dibanding lainnya.
 
Malah alasan pemotretan yang sulit ini karena tokoh utamanya tak lain adalah Ji Chang Wook. Kalau dipikir-pikir, kita tidak ingat ia menjalani hidup dengan nyaman dan mudah. Walaupun dia punya dandanan rapi seperti anak orang kaya, dia harus menderita dan perlahan-lahan berjuang dari bawah, dia harus tetap waspada setiap saat dan melakukan yang terbaik untuk melindungi posisinya, dan dia harus berjuang dan menderita untuk melindungi dirinya sendiri dan orang yang dia cintai.

Tidak hanya di layar kaca, realitanya dia menjalani kehidupannya yang keras dan melakukan yang terbaik sebagai seorang aktor untuk memberikan penampilan yang sempurna dari karakter-karakternya. Kapanpun ia punya waktu, ia akan berolahraga untuk membentuk tubuhnya, mengeluarkan keringat di sekolah action, berlatih lagu-lagu yang harus ia nyanyikan di atas panggung, pergi ke luar negeri untuk fanmeeting, dan bahkan bersenang-senang dengan para fansnya pada pesta Chimaek (ayam-bir) di Sungai Han ketika ia punya sedikit waktu luang.
Ia telah mencurahkan setiap waktunya untuk menyempurnakan “aktor Ji Chang Wook”. Dan berkat semua itu, kami mampu bertemu sedekat mungkin dengan ia yang selalu sibuk. Pada Februari, kita akan melihatnya berkelahi dengan semua kekuatannya dan berlari tanpa henti di layar kaca seperti biasanya. Dia tampil di film “Fabricated City”, dimana di hadapan realita yang kejam di Korea dan di dunia dimana orang biasa bisa dituduh sebagai pembunuh dalam waktu 3 menit 16 detik, seorang pemuda yang tak bersalah namun dituduh membunuh berusaha mengungkap kebenaran dari peristiwa itu dengan teman-temannya dari dunia game virtual dan melancarkan serangan balasan yang menegangkan. Ji Chang Wook, yang berperan sebagai Kwon Yoo, seorang pemimpin hebat di dunia game namun pengangguran yang tak punya apa-apa di dunia nyata, akan menampilkan sebuah cerita dengan ide baru dan beraksi laga sembari melancarkan serangan yang menegangkan melawan yang berkuasa dan dunia yang penuh aturan. Melihatnya berlari dengan segala daya upaya dan kedua matanya yang bersinar dengan emosi dan cerita yang beragam, semua orang akan jatuh cinta padanya lagi seperti yang sudah-sudah.
Tidak banyak waktu tersisa sebelum hari pertama penayangan film “Fabricated City” dimana kamu menjadi pemeran utama, bukan? Kamu pasti sangat gugup.

Aku benar-benar was-was dan gugup. Aku tak sabar tapi juga khawatir, aku punya perasaan yang campur aduk. Lebih penting lagi, aku benar-benar penasaran bagaimana filmnya akan ditayangkan. Walaupun topiknya sendiri tidaklah terlalu spesial, ini sangat imajinatif dan punya elemen-elemen mirip komik yang membuatnya berbeda dari film-film lain. Aku benar-benar menantikan bagaimana adegan-adegan dalam kepalaku akan ditampilkan secara nyata. Sebenarnya, aku merasa tegang karena tidak ada yang secara pasti muncul ketika aku pertama kali melihat naskahnya. Terlebih, aku tidak punya kepercayaan diri untuk memainkan peran utama. Aku tidak dapat memutuskan karena aku tidak yakin jika aku mampu melakukannya dengan baik di bawah tekanan, tetapi aku akhirnya yakin setelah bertemu dengan Sutradara Park Kwang Hyun dan berbicara dengannya. Dia adalah seseorang yang selalu memiliki gaya yang unik, jadi aku berpikir aku akan punya waktu yang menyenangkan ketika bekerja dengannya.

Film baru dari sutradara ini keluar hampir sepuluh tahun setelah “Welcome to Dongmakgol”, jadi motivasinya pasti berlipat-lipat. Apakah suasana saat syuting berbeda dari biasanya?
Sejujurnya, aku selalu sangat sibuk ketika syuting. Selain harus mengatasi berbagai genre dan adegan-adegan action yang sulit, aku juga harus menyelami emosi karakterku di saat bersamaan dan itu tidak mudah. Ada banyak bagian yang membutuhkan efek CGI pada pascaproduksi jadi ada banyak kejadian dimana aku harus menggunakan imajinasiku dan berakting. Aku bahkan harus memikul beban “harus melakukan dengan baik” sebagai pemeran utama pada awalnya. Tetapi begitu syuting berjalan, melihat sutradara, staf, dan sesama aktor membuatku merasa lebih baik dan lebih nyaman. Melihat mereka, aku merasakan kenyamanan dan kepercayaan bahwa “aku melakukannya dengan baik, dan aku akan melakukan pekerjaan dengan baik”. Tentunya, filmnya sendiri cukup bagus jadi aku pun mengantisipasi bahwa penonton akan meresponnya dengan baik, tetapi fakta bahwa aku mampu melewati proses yang berharga itu selama syuting membuatku merasa puas dan bersyukur.
Film ini merepresentasikan sebuah gaya baru yang berbeda dari tipikal film kriminal Korea. Mengingat filmnya sangat kaya adegan action dan poin-poin penting yang layak ditunggu, pasti berat buatmu dari perspektif seorang aktor.
Sejauh ini, ini adalah proyek dimana aku paling banyak melakukan action dan menghabiskan paling banyak waktu untuk mempersiapkan adegan action. Bahkan ketika puncak musim panas, aku hampir menghabiskan semua hariku di sekolah action. Walaupun aku telah melakukan banyak adegan action di drama, aku berlatih secara terus menerus karena aku harus melakukan segala macam action termasuk berkelahi dengan pistol, berkelahi dengan tangan kosong, kejar-kejaran mobil, dan gerakan action dengan kawat di film ini. Bahkan ketika aku merasa tubuhku telah cukup familiar dengan gerakan-gerakannya, rasanya berbeda ketika aku memulai syuting jadi ada banyak aspek yang sulit.

Pada suatu titik tertentu, “action” menjadi kata kunci yang mewakili untuk menggambarkanmu. Apa alasannya kamu mendorong dirimu (melakukan action) walaupun kamu setiap kali berkata action itu sulit.
Ada banyak aktor pria yang punya fantasi romantis tentang action, tetapi sejujurnya aku selalu berpikir aku tidak memiliki kemampuan yang cocok untuk action. Tetapi yang luar biasa, tidak, yang mengejutkan, akhirnya seperti ini. Melihat ke belakang, aku tidak pernah memilih suatu proyek demi “action”. Aku memilih proyek karena aku tertarik dengan cerita dan pesona karakternya, tetapi sebagian besar dari proyek tersebut akhirnya menjadi proyek dengan penekanan lebih pada action. Yah, aku juga bepikir bagus juga aku bisa mengalami semua ini sepuasnya ketika aku masih muda dan mampu melakukan semua ini. Sekarang aku akan berhenti dengan film ini dan aku berharap untuk istirahat sementara ini. Sejujurnya, tubuhku sangat lelah. Aku merasa seperti mati saja ketika aku memulai “The K2” setelah menyelesaikan syuting film ini (tertawa). Tentu saja, aku melupakan kelelahannya dengan sangat cepat berkat perasaan euforia dan kepuasan.
 
Memakan waktu lama untuk mempersiapkan suatu proyek, tetapi kamu mengambil proyek secara berkelanjutan tanpa istirahat. Apakah kamu punya keinginan yang terus-menerus untuk akting?
Kupikir beberapa tahun belakangan sangatlah sibuk bagiku. Setelah mengejar jadwal dan merasa lelah, aku memang berharap aku dapat beristirahat, namun kupikir aku seseorang yang tidak tahu caranya beristirahat. Begitu aku beristirahat, aku akan merasa aku harus melakukan sesuatu dan aku berharap kembali bekerja lagi. Dan ketika seorang aktor berkata dia akan memilih suatu proyek, itu bukan berarti dia “mampu memilih” proyek itu. Peluang memimpikan sesuatu di pikiran dan hatimu dan menemui proyek yang cocok 100% sangat kecil. Proyek yang kamu dapatkan tergantung kondisi, situasi, dan banyak faktor lain pada saat itu, dan itu sepertinya lebih mirip dengan takdir. Itulah mengapa sepertinya aku selalu mencari takdir yang baru.

Tetapi kamu butuh istirahat dalam hidupmu untuk menemukan kekuatan untuk melanjutkannya lagi. Malah mungkin lebih dibutuhkan untuk seseorang seperti Ji Chang Wook yang terus berlari ke depan dengan penuh semangat.
Itulah mengapa sedikit demi sedikit, aku berpikir bagaimana caranya beristirahat dan aku sedang mencoba mempraktekkannya. Kadang-kadang pada hari dimana aku tidak punya jadwal, aku mencoba menghabiskan hari untuk diriku sendiri dan untuk orang-orang yang aku suka dan cintai. Apa yang sudah kulakukan di umur 20an adalah berlari penuh semangat menuju sukses dan demi mimpiku. Tetapi tepat saat ini tahun lalu, aku bertanya-tanya ‘Seberapa banyak ulang tahun, tahun baru, dan akhir tahun yang aku miliki untuk dinikmati sepenuhnya?’ begitu aku memasuki umur 30an dan melihat ke belakang umur 20an. Tidak banyak yang tersisa begitulah pikirku. Aku hidup dengan kerja keras, tapi aku juga tidak mampu menemukan kenikmatan hidupku sendiri. Sekarang aku bertekad untuk menghabiskan dan menikmati setiap waktu luang yang aku miliki tak peduli seberapa pendek itu.
Tetapi kamu pasti punya waktu luang untuk dirimu sendiri bulan lalu setelah menyelesaikan dramamu. Apakah kamu sudah cukup mengisi kembali dirimu?
Saat menyelesaikan dramaku, kebetulan saat itu akhir tahun, jadi ada banyak kumpul-kumpul seperti pesta akhir tahun. Aku secara ketat mengontrol dietku sebelum itu, tetapi aku membiarkan diriku selama sekitar 3 minggu dan minum-minum sampai puas dengan orang-orang yang aku sukai, dan aku menghabiskan waktuku dengan sangat menyenangkan. Sudah lama aku beristirahat dengan baik tanpa beban seperti itu. Dan aku pergi ke Thailand untuk liburan dengan ibuku di awal tahun. Aku tidak bisa liburan lama jadi aku mengambil perjalanan singkat ke destinasi terdekat, tetapi ibuku selalu sangat rajin jalan-jalan, jadi jadwalnya berakhir dengan sangat padat. Aku sedikit kelelahan? Haha, hanya bercanda. Melihat bagaimana ibuku sangat menikmatinya membuatku merasa puas dan lebih bahagia. Karena sudah sangat lama sekali kami berdua pergi ke suatu tempat. Aku mungkin akan mengingatnya dalam jangka waktu yang lama.
Kamu punya jadwal jumpa fans di Jepang bulan ini bahkan ketika kamu sibuk dengan promosi film? Kamu benar-benar menjadi seorang bintang yang popularitasnya melebihi Korea hingga ke negara-negara Asia lainnya. Apakah kamu merasakan statusmu telah berubah?
Aku tidak berkata seperti ini karena ini jawaban umum, tetapi aku benar-benar tetap sama baik sekarang atau sebelumnya. Aku tidak berpikir ada sesuatu dalam diriku yang telah berubah, jadi aku bisa melanjutku hidupku tanpa terlalu memikirkan perubahan-perubahan diriku. Bahkan ketika aku bepergian untuk jumpa fans atau tur Asia, aku hanya berpikir ini luar biasa, aku menikmatinya, dan aku bersyukur. Tetapi sekarang waktu telah berlalu, perasaan baru yang kurasakan saat memiliki fans di luar negeri perlahan menghilang. Walaupun berbeda bangsa dan budaya, orang-orang tetap akan antusias jika proyeknya bagus dan ceritanya menarik, dan dukungan mereka terhadap para aktor juga tetap sama. Yang jelas aku besyukur ada begitu banyak orang yang berbeda yang mencariku dan memikirkanku. Aku hanya perlu lanjut bekerja dengan baik, dan semua hal secara alami akan mengikutinya bukan?
Kami semakin menemukan sisi baru dari dirimu semakin kita berbincang-bincang. Kami berharap kmu akan bisa menunjukkan sisi-sisi berbeda dari dirimu lebih sering lagi.
Pertama-tama, di film “Fabricated City”, kamu akan bisa melihat tidak hanya akting action tingkat tinggi dariku, namun juga berbagai macam akting emosional dan sisi-sisi berbeda dariku. Momen-momen yang ringan dan menyentuh juga akan ada, jadi nantikan momen-momen itu. Aku juga akan menunjukkan sisi-sisi baru dariku melalui proyek-proyek yang bagus di masa depan. Sebenarnya, aku orang yang sederhanya dan juga bebas. Aku pikir kekuatanku adalah aku tidak banyak terusik dengan apa yang orang-orang katakan atau bagaimana mereka menilaiku, dan aku cukup sabar. Tetapi aku mencoba untuk tidak malu atau menyesal ketika aku melihat diriku sendiri secara kritis. Walaupun aku belum bisa memanggil diriku aktor yang luar biasa, aku harus bisa menjadi lebih baik karena kerja keras. Seperti yang sudah kukatakan, aku akan terus menampilkan sisi-sisi baru dan mempesona dariku. Sembari menikmatinya, aku harus menunggu lagi proyek selanjutnya dimana aku dapat mencurahkan seluruh diriku.

Behind the scene: 
 
 
 
 


Sumber: Majalah 1st Look
Terjemahan Korea-Inggris: Ji Chang Wook’s Kitchen
Terjemahan Inggris-Indonesia: kanz (JCW Indonesia)

Jangan lupa bantu kami isi survey dan petisi untuk "JCW 1st FanMeeting di Indonesia". Pihak promotor ingin survey bukan hanya petisi. Yuk, kita isi survey dan petisinya lagi karena dalam survey ada kriteria harga tiket dan kriteria lainnya yg diperlukan utk fanmeeting! Terimakasih!

[Petisi] Link: http://www.ipetitions.com/petition/fanmeeting-ji-chang-wook-di-indonesia
[Survey] Link: https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSciY_6kW0-bOVHcxKhmZ43r7vhv0hwrr5A9FW1hwQPEzmZeNA/viewform?c=0&w=1

[WAWANCARA] Marie Claire edisi Februari 2017 – Faktor Ji Chang Wook

Jam tangan Ji Chang Wook tidak pernah berhenti berputar. Dia tidak pernah berlari dari faktor-faktor di depannya dan terus berlari ke depan hingga sekarang, terus menerus mengosongkan dan mengisi dirinya tanpa henti.
Kehidupan kita penuh dengan faktor-faktor. Kita tidak bisa memprediksi apa yang mungkin terjadi esok hari dan bahkan hal-hal yang terjadi hari ini, kita tidak tahu ketika sebuah faktor tiba-tiba muncul. Ada dunia yang dipalsukan dimana faktor-faktor ini, yang sulit untuk diprediksi, dikontrol oleh (seseorang dengan) kekuasaan yang luar biasa. Seorang pengangguran biasa, yang terperangkap oleh faktor-faktor yang dipalsukan di dunia itu, mulai melawan. Film “Fabricated City”, yang akan dirilis bulan Februari, adalah tentang seorang pria biasa yang dalam situasi yang penuh kepalsuan dituduh sebagai pembunuh dan bagaimana ia akan mengungkap kebenaran di balik kasus tersebut. Ji Chang Wook berperan sebagai ‘Kwon Yoo’, seorang pemimpin yang meraih kemenangan demi kemenangan di dunia game, tetapi pada kenyataannya, hanyalah pria penggangguran yang kecanduan game, dan mengisi perutnya dengan semangkuk mie instan di warnet.
Bagi para aktor, semua proyek mereka sebelumnya dapat menjadi sebuah faktor. Lewat ‘Donghae’ sebagai pemuda tampan dan kemudian sebagai kaisar lemah di ‘Empress Ki’, dia menjadi sosok pahlawan kuat di ‘Healer’. Lalu melalui ‘The K2’, berakting sebagai tentara bayaran yang menjadi bodyguard, ia meraih puncak berakting action. Sembari mengisi filmografinya dengan berbagai tipe yang tak terduga, ia menjadi seorang bintang, mendapat sambutan hangat dari fans di Asia. Rasa canggung dari label ‘aktor’ telah terlewati; pengalaman merasa tersesat dan bertanya-tanya apakah jalan ini adalah jalan yang benar sekarang telah menjadi energi untuk hari ini. Kapanpun ia punya kesulitan, ia mendapat kekuatan terbesar dari ibu dan teman-temannya (anjing peliharaannya juga sumber dukungan yang besar). Dunia Ji Chang Wook terbuat dari rajinnya ia mengisi tempat-tempat kosong itu dengan kenyamanan dan dukungan mereka. Dan di dunia itu, Ji Chang Wook menantikan kehidupan yang baik.

“Aku bukan hanya aktor, tetapi juga seorang manusia. Di masa lalu aku sering mengkhawatirkan aktingku tetapi kekhawatiran terbesarku sekarang, sebagai manusia, adalah bagaimana aku bisa hidup bahagia. Aku masih tidak yakin dengan jawabannya. Aku masih tidak tahu. Aku hanya tahu ini. Kebahagiaan dan ketidakbahagiaanku ditentukan oleh pikiranku.”
Hari ini adalah konferensi pers “Fabricated City”. Sebagai peran utama pertamamu di sebuah film kamu pasti merasa gugup.
Aku sangat gugup sampai-sampai aku tidak bisa tidur nyenyak tadi malam. Diatas segalanya, aku penasaran bagaimana filmnya dirilis. Ada cukup banyak elemen yang mirip komik di dalam film dan ada adegan-adegan yang kurang jelas di skenario. Aku harus berakting sesuai imajinasiku dan aku ingin melihat bagaimana bagian-bagian itu diselesaikan. Masih ada beberapa waktu sebelum dirilis. CG-nya belum selesai jadi aku belum bisa melihat versi finalnya. Aku menjadi lebih penasaran karena kepribadian Sutradara Park Kwang Hyun sangat unik. Ia adalah alasanku memilih berakting di “Fabricated City”. Hanya dengan melihat skenario aku tidak yakin apakah aku sebaiknya memilih film ini sebagai peran utama pertamaku di film tetapi aku menjadi yakin setelah bertemu dengan sutradara dan berbicara dengannya. Aku merasa jika sutradaranya adalah Park Kwang Hyun, aku akan mampu melakukan film pertamaku dengan menarik dan menyenangkan.

Sebagai seorang aktor yang tampil di film ini, hasil semacam apa yang kamu anggap sukses?
Mampu menyelesaikan syuting film pertamaku dengan lancar, dan bertemu dengan semua aktor dan para staf selama syuting, aku menganggapnya sebagai kesuksesan. Tentu saja akan bagus kalau film ini menjadi box office tetapi itu hanya harapan. Akan sangat bagus jika penonton memilih (film kami) dan film ini menggugah hati mereka. Jika film ini meraih kesuksesan itu luar biasa, tetapi aku tidak ingin terlalu serakah.

Film ini pasti menjadi beban berat juga bagi Sutradara Park Kwang Hyun, sebagai film pertamanya setelah “Welcome to Dongmakgol”. Mungkin beban yang kalian berdua rasakan menciptakan energi positif.
Tidakkah beban sutradara lebih berat daripada bebanku? Sutradara adalah orang yang sangat mendetail. Ia mengeluarkan banyak usaha supaya mewujudkan apapun yang ada di pikirannya. Dia akan terus berjuang tanpa lelah sampai pengambilan gambar setiap adegan terselesaikan dengan memuaskan, jadi ketika dia bilang “oke”, itu juga menciptakan rasa percaya padanya. Ini adalah pertama kalinya aku syuting film jadi ada banyak hal yang tidak aku ketahui tetapi aku hanya mempercayai sutradara ini dan melihat ke aktor-aktor dan staf lainnya memberikanku kenyamanan jadi aku bisa rileks.
“Action” sekali lagi menjadi kata kunci. Dari “Healer” hingga “The K2”, pada titik tertentu kata “action” mengisi filmografi Ji Chang Wook sebagai kata kunci.
Aku sebenarnya terkejut juga dengan fakta itu. Aku tidak melakukannya dengan sengaja. Aku hanya membiarkannya mengalir dan memilih satu project sesuai dengan situasi dan ketika aku terpilih untuk sebuah project, filmografiku terbentuk seperti itu jadi sepertinya memang begitu. Apapun itu, aku ingin berhenti (melakukan action) sekarang. Ada banyak hal lain yang ingin kutunjukkan selain action. Akan ada hal-hal lain yang lebih menyenangkan bagiku. Kupikir sungguh beruntung aku berakting action sepuasnya ketika tubuhku sedikit lebih baik. Ada kesenangan yang memuaskan ketika melakukan action. Action itu menyenangkan dan terlihat bagus dan keren. Di satu sisi, action seperti sebuah romansa (yang ideal) bagiku. Aku ingat menonton “Fist of Fury” ketika aku masih kecil dan meniru gerakan-gerakannya.

Kebahagiaan menonton film action juga tentang kepuasan.
Aku berharap “Fabricated City’ memberikan penonton pengalaman merasakan kepuasan itu. Pemeran utama di film ini adalah orang-orang biasa. Seorang pria yang berhenti dari kegiatan atletiknya sebagai atlet taekwondo karena sebuah kesalahpahaman dan menjadi pengangguran. Bersama dengan orang-orang di sekitarnya, ia melawan kekuatan yang lebih tinggi dan melewati situasi-situasi sulit. Proses bagaimana ia mencari keadilan akan dijelaskan dengan baik. Aku harap kepuasan yang protagonis rasakan akan diterima oleh penonton, begitu juga dengan harapan bahwa dunia masih menjadi tempat tinggal yang layak dihuni.
Ngomong-ngomong, kamu tidak pernah memainkan protagonis yang benar-benar keren dan sempurna. Kamu selalu memainkan karakter yang punya kekurangan atau trauma tertentu.
Karakter-karakter seperti itu tidak menarik. Kupikir tidak ada orang yang sempurna. Tidak memiliki kekurangan sama sekali juga bisa menjadi kekurangan. Ketika aku memerankan sebuah karakter aku memikirkan tentang apa yang membuatnya tidak sempurna.

Apa kekuranganmu sebagai seorang manusia?
Yah, pada titik tertentu aku sepertinya menjadi seseorang yang kekurangan cinta. Apakah itu memberi atau menerima.

Beberapa tahun terakhir terlewati dengan kesibukan, tanpa istirahat. Kamu juga aktif di Cina.
Aku bekerja terus menerus. Kapanpun aku merasa lelah dan letih, aku akan me-recharge diriku sendiri (terus menerus). Apakah itu secara emosional atau fisik. Itu menjadi pertandingan antara seberapa banyak aku me-recharge diriku sendiri dan seberapa banyak aku menghabiskan energi (diriku). Kapanpun aku punya waktu istirahat ketika aku masih muda, aku berpikir aku punya banyak waktu. Tetapi sekarang ketika waktu terasa tidak cukup, aku ingin menggunakan waktu itu untuk diriku sendiri. Sebagai contoh, di masa lalu ketika temanku berkata “Ayo keluar, ayo melakukan ini”, bahkan ketika aku tidak ingin melakukannya, aku akan mengikuti karena aku tidak punya hal lain untuk dilakukan. Sekarang, aku mengambil lebih banyak inisiatif dan menyarankan melakukan sesuatu dulu. Untungnya teman-temanku mengikutinya dengan baik.

Bagaimana kamu mengisi kembali energi dirimu yang habis akhir-akhir ini?
“The K2” selesai syuting pada akhir tahun jadi ada banyak pesta minum-minum. Aku menikmati minum-minum sekitar 3 bulan dan kemudian aku pelan-pelan mulai meminum teh dibanding alkohol dan pergi makan-makan. Sekarang aku telah memakan semua yang aku inginkan dan aku sedang diet. Ada banyak promosi film yang dijadwalkan. Berat badanku cenderung naik ketika aku beristirahat. Aku tidak melakukannya dengan sengaja, hanya saja aku sangat suka makan hingga aku tidak mengontrol apa yang aku makan. Aku meminum teh daripada alkohol dan aku sekarang hanya makan dua atau tiga kali sehari.
Di sisi lain, aktor Ji Chang Wook telah mengalami perubahan besar. Bagaimana perubahan itu mempengaruhimu?
Sejujurnya, aku tidak memberikan banyak perhatian pada perubahan itu. Tidak ada perubahan sama sekali pada hidupku. Aku masih bertemu dengan teman-teman lamaku dan hidup tidak berubah secara dramatis sama sekali. Tetapi belum lama ini aku bertemu seorang teman yang sudah lama tak kujumpai dan dia berkata dia pikir aku akan selamanya jadi anak-anak tetapi aku sudah dewasa sekarang. Aku juga berpikiran begitu tetapi aku sedikit merasa sedih dengan kata-kata temanku. Sekalipun aku bertambah tua aku ingin hidup seperti anak-anak.

Di masa lalu, kamu memutuskan pergi ke Jeongdongjin begitu saja, masuk ke mobil dan tidur di rest area?
Itu benar. Saat itu pertengahan musim panas. Aku tidur di rest area dan pergi ke Busan.

Kamu tidak punya banyak waktu akhir-akhir ini jadi pasti sulit untuk pergi begitu saja seperti itu.
Sekalipun aku jarang sekali bisa melakukannya, aku pergi ke Jepang dengan teman-temanku beberapa hari yang lalu. Teman-temanku dan aku merasa sedikit tertekan jadi kami berpikir bagaimana mengubah perasaan kami dan kami pergi ke Jepang tanpa berpikir panjang dan kembali kemarin. Kami pergi ke onsen (sauna Jepang), makan makanan enak dan juga pergi berjalan-jalan. Kenyataan bahwa aku punya teman yang dapat melakukan hal itu denganku, yang dapat terbang denganku seperti itu, membuatku bersyukur. Setiap orang punya masa menyenangkan dan sulit. Sebagai seorang aktor, ada saat dimana aku bertanya-tanya apakah aku bisa melakukan ini dengan baik tetapi ada juga saat dimana aku bahagia hanya karena aku berakting. Kesepian yang kamu rasakan sebagai seorang individu, aku tidak ingin merasakannya lagi tapi kesepian itu semakin mendalam saat akhir tahun. Itulah mengapa aku pergi ke Thailand dengan ibuku. Itu mungkin perjalanan terakhirku dengan ibuku sebelum aku wamil. 
Apakah menjadi seorang aktor hal yang baik?
Tentu saja. Masih banyak momen-momen yang menyakitkan tetapi begitu aku melewati momen-momen itu, jika aku bisa sinkron dengan aktor-aktor lain dan berdiri diatas panggung, aku mengalami momen katarsis. Seperti sebuah orgasme. Jika aku membayangkan momen itu saja, aku dapat mengatasi rasa sakit dari bekerja keras sepanjang malam, berolahraga dan berlatih keras untuk project. Lokasi syuting juga jauh lebih nyaman sekarang dibanding di masa lalu. Ketika aku masih pendatang baru, supaya dapat berkonsentrasi untuk peranku, aku akan berhenti menemui orang lain 2 hari sebelum aku pergi ke lokasi syuting. Tokoh yang aku perankan di “My Too Perfect Sons”, Mipoong, bertolakbelakang dengan karakterku yang sebenarnya. Dia feminin dan suka merajut. Supaya dapat memerankan tokoh itu, aku akan berdiam diri di kamarku dan berpikir jika aku adalah Mipoong, aku akan melakukan ini atau itu. Sekarang kupikir tidak mungkin menjadi tokoh di project itu. Aku hanya harus berpura-pura dengan sangat baik supaya membuatnya seperti tokoh itu. Sekalipun aku tidak sedih, aku harus lebih mendetail dalam mempertimbangkan bagaimana terlihat lebih sedih. Setiap momen aku berakting harus tulus dan jujur.

Bagaimana perasaanmu melihat kembali ke usia 20-an?
Aku hidup dengan intens dan bekerja sangat keras. Ketika aku berusia 30 tahun aku bertanya-tanya kapan aku bisa beristirahat dengan sepenuhnya saat Natal; berapa kali aku tidak menghabiskan ulang tahunku di lokasi syuting; kapan aku akan bisa tinggal di rumah saat akhir tahun dan tidak melakukan apapun kecuali istirahat; aku memikirkan tentang hal itu tetapi ternyata (jawabannya) tidak banyak.

Kamu pernah bilang kamu ingin mengendarai Harley Davidson dan bepergian sebelum usia 20-an lewat.
Sebenarnya naik sepeda motor menjadi hobiku. Walaupun aku tidak melakukan perjalanan besar, aku mengendarai motorku di musim semi, awal musim panas dan musim gugur. Aku pergi ke luar kota Seoul dengan teman-temanku dan juga mengendarai motor ketika aku pergi ke Italia.

Bahkan saat kamu tidak ada jadwal dan bisa beristirahat dan tidak melakukan apapun, kamu tampaknya masih melakukan banyak hal.
Walaupun aku kelihatannya melakukan sesuatu aku sebenarnya tidak melakukan apapun. Walaupun aku mengendarai motor dan bertemu teman-temanku, ketika aku bertemu mereka aku tidak melakukan apapun dan kami hanya menghabiskan waktu di kafe.
Waktumu tampaknya terisi penuh.
Itu mungkin karena aku main drama musikal “The Days” bahkan ketika aku syuting untuk “The K2”. Waktu itu aku juga melakukan jumpa fans (dengan) chimaek (chicken&maekju=ayam goreng&bir) di Sungai Han. Aku ingin melakukan jumpa fans yang tidak diisi penampilan atau event dan hanya menghabiskan waktu dengan para fansku makan chimaek dengan santai sambil menonton drama di layar lebar. Untungnya aku bisa melakukannya kali ini. Sebenarnya sedikit berlebihan untuk memasukkan “The Days” ke dalam jadwalku tetapi itu adalah musikal yang aku sayangi. Lebih dari apapun, aku punya rasa sayang kepada orang-orang yang terlibat. Aku berterimakasih kepada tim “The K2” dan “The Days” atas pengertiannya pada jadwalku. Ini sebenarnya perasaan yang sulit untuk digambarkan. Aku merasa bersalah, tapi juga bahagia dan bersyukur.

Kamu akan pergi wamil tahun ini. Kamu mungkin merasa khawatir karena akan ada jeda waktu yang lama.
Bukankah lebih enak kalau aku pergi? Aku akan bisa merasakan sesuatu yang baru dengan teman-teman yang masih muda. Tentu saja akan ada berbagai macam orang jadi mungkin ada juga orang yang akan menggangguku tanpa alasan jelas. Walaupun ada perbedaan usia yang besar, malah, aku pikir aku akan bisa lebih baik menjalaninya dengan melihat mereka. Untuk saat ini, sebelum aku wamil, aku ingin melakukan satu project lagi dimana aku bisa menikmatinya dan bersenang-senang.

Simak video di balik layar pemotretan Ji Chang Wook di bawah ini:
 
Terjemahan Korea-Inggris: @teappani
Terjemahan Inggris-Indonesia: kanz (JCW Indonesia)
Sumber: Marie Claire

[WAWANCARA] Top Star News – “The K2” Ji Chang Wook “Jika aku punya bodyguard seperti Kim Je Ha…”

Tanya (T): Bagaimana kabarmu setelah “The K2” berakhir?
Aku belum sempat beristirahat. Aku terus menerus punya jadwal setelah drama berakhir jadi aku belum banyak beristirahat. Aku mungkin akan bisa beristirahat sejenak setelah menyelesaikan wawancara terakhir hari ini. Aku ingin bertemu dengan teman-temanku yang tidak pernah kutemui akhir-akhir ini, ngobrol dengan mereka dan minum-minum. Aku mengoleksi buku-buku komik akhir-akhir ini, jadi aku ingin membuat ruang kecil untuk buku-buku di rumah, dan aku sedikit demi sedikit mengoleksi buku komik akhir-akhir ini.

T: Apakah kamu menyukai endingnya?
Secara pribadi, aku lebih menyukai sad ending. Aku menyukai sad ending karena happy ending yang berakhir dengan “Dan mereka hidup bahagia selamanya” kelihatannya terlalu gamblang, tetapi adegan terakhir dengan adegan ciuman yang difilmkan di Spanyol ternyata lebih indah dari yang kuharapkan, jadi sepertinya tidak masalah.

T: Jika drama punya sad ending, bagaimana kamu ingin dramanya berakhir?
Aku bertanya-tanya apa yang akan terjadi pada Je Ha jika Anna meninggal, dan aku sempat berpikir bahwa Je Ha akan meninggal karena semuanya akan terselesaikan jika ia meninggal. Karena ada begitu banyak orang jahat, aku punya berbagai macam pikiran tentang bagaimana semua ini akan diselesaikan, tetapi aku tidak bisa memikirkan solusi yang sempurna. Jadi aku berpikir happy ending yang sekarang mungkin ending yang memuaskan juga.
T: Aspek mana dari karakter Kim Je Ha yang paling kamu khawatirkan ketika kamu mempelajari karakternya?
Kupikir aku paling mengkhawatirkan bagaimana seharusnya aku menampilkan hubungannya dengan karakter-karakter lain dengan cara yang menarik dan konkrit. Aku juga banyak berpikir tentang aspek-aspek seperti apa yang seharusnya dilakukan supaya membuat hal-hal semakin menarik untuk penonton pada level yang lebih emosional.

T: Ada komentar tentang deskripsi karakter Kim Je Ha yang kurang. Apakah kamu punya penyesalan terkait skenario atau setting?
Aku mendengar komentar-komentar seperti itu lebih banyak dari yang kukira, tetapi seorang aktor harus menunjukkan akting yang meyakinkan kepada para penonton dan menunjukkannya secara lebih emosional, dan menurutku itu sangat disayangkan. Jika aku melakukan hal ini lagi, kupikir aku akan mampu melakukannya dengan lebih baik dibanding ketika pertama kali melakukannya.

T: Apakah ada kesamaan antara tokoh Kim Je Ha dengan dirimu sendiri?

Ada aspek-aspek dimana Je Ha dan aku mirip yang hampir tidak kentara, tetapi ada juga aspek-aspek dimana kami berbeda. Sebagai contoh, Je Ha adalah tokoh yang bersikap dingin terhadap orang-orang yang tidak membuka hatinya untuk dia dan membangun dinding antara dirinya sendiri dan orang lain, dan aku juga seperti itu sampai batas tertentu. Tetapi aku pikir perbedaannya terletak pada derajat dan metode. Dia juga seorang tokoh yang sangat hangat kepada Anna dan tahu bagaimana bercanda dengannya, dan aku juga seperti itu.
T: Bagaimana hubunganmu dengan Song Yoon Ah?
Adegan-adeganku dengan tokoh Choi Yoo Jin memiliki tensi tinggi. Sebagai contoh, untuk adegan-adegan romantis dengan Im Yoona atmosfernya cerah, sedangkan adegan-adeganku dengan Song Yoon Ah sunbae sangat tegang, jadi begitu syuting dimulai, aku akan fokus tidak kehilangan tensi. Jadi seringkali aku merasa lelah. Aku merasa lelah setelah syuting satu adegan, tetapi aku tidak boleh kehilangan intensitas karena tensinya harus tetap dijaga.

T: Ada banyak penonton yang menantikan kisah cinta dengan Song Yoon Ah. Apakah kamu memiliki penyesalan terkait kisah cinta dengan Yoo Jin?
Karena posisi Je Ha jelas, aku tidak memiliki rasa penyesalan terkait kisah cinta yang tidak terjadi. Je Ha memiliki perasaan terhadap Yoo Jin sebagai partner bisnis, dan itu tidak lebih dari sekadar simpati atau rasa kasihan. Dari perspektif Yoo Jin, dia ingin memiliki Je Ha dan terobsesi dengannya, tetapi Je Ha selalu menunjukkan perasaannya dengan jelas, jadi jika penonton dapat merasakan atmosfer yang tak biasa ketika Yoo Jin dan Je Ha bersama, itu juga bisa menjadi poin yang menarik dari drama kami. Aku pikir penonton akan mampu merasakannya bahkan sejak aku pertama kali melihat naskah, dan aku pikir itulah yang membuat hubungan diantara tokoh-tokohnya lebih menarik.

T: Respon terhadap adegan payung cukup bagus. Banyak yang bilang ini adalah penerus dari adegan payung Kang Dong Won (di “Temptation of Wolves”).
Aku khawatir adegan payung akan tampak mirip. Walaupun tidak dapat dibandingkan, aku sering khawatir jika orang-orang membandingkannya dan menemukan kesamaan, tetapi untungnya semua berlalu dengan cepat (tertawa). Ketika aku melihat naskahnya, aku berpikir setiap orang akan setuju bahwa Je Ha ditulis dengan sangat keren. Aku pikir aku syuting dengan lebih tenang karena hal itu.

T: Seperti apa pertemuan pertama dengan aktris Yoona yang juga seorang idol?
Aku mencoba untuk tidak berpikir seperti itu, dan karena dia adalah seorang aktris yang tampil di drama yang sama denganku, sebagai pasangan, aku berpikir apa yang seharusnya kulakukan supaya kami dapat syuting drama ini dengan menyenangkan. Yoona-ssi mirip sekali dengan tokoh Anna dan cocok dengan peran itu, jadi kupikir aku berkonsentrasi pada aspek itu. Pertemuan pertama kami saat kami makan. Sutradara, Yoona-ssi dan aku makan bersama, tetapi kami tidak terlalu banyak bicara pada waktu itu. Karena aku juga pemalu, aku hanya ingat makan dengan lahap lalu berpisah (tertawa).

T: Bagaimana pandangan kamu tentangnya ketika dia hanya seorang anggota SNSD dan bukan lawan mainmu?
Aku pikir grup SNSD sendiri punya arti yang besar bagi teman-teman seumuranku. SNSD adalah fantasi romantis dari semua pria, sampai-sampai manajerku memberitahuku untuk tidak memperlakukan Yoona dengan sembarangan karena dia melewati hari-harinya di militer berkat Yoona, dan kupikir itu akan sama juga denganku (LOL). SNSD adalah idol yang menjadi teladan.
T: Apakah ada poin-poin yang dapat kamu pelajari dari aktris Yoona?
Dia sangat mendetail dan punya keinginan kuat dan ambisi untuk akting. Aku pikir itu sangat bagus untuk seorang aktris. Ketika kami bekerjasama, aku dapat merasakan sekali lagi hal-hal yang sudah aku lupakan. Dia secara alami punya emosi mendalam karena dia wanita, jadi ketika kita ngobrol, ada banyak kejadian dimana aku menyadari ‘Jadi kamu berpikir seperti itu’.

T: Apakah sulit akting bolak-balik antara action dan melodrama?
Aku memikirkan hal-hal tersebut sebagai situasi. Keduanya termasuk akting, tetapi action diekspresikan melalui tubuh dengan perasaan, sedangkan melodrama diekspresikan seperti kata-kata melalui gerakan-gerakan lain selain action, namun perasaan yang kamu pikirkan adalah sama. Kamu bukannya tanpa perasaan bahkan ketika berkelahi. Pengecualiannya adegan-adegan action membutuhkan banyak gerakan jadi itu lebih melelahkan secara fisik, tapi pusing kepalamu berkurang menurutku (tertawa).

T: Ada banyak adegan action, jadi adegan mana yang paling melelahkan?

Sebenarnya, aku paling khawatir dengan adegan berkelahi di kamar mandi di bagian pertama dari drama, dan itu mudah difilmkan, tetapi hasilnya lebih menarik daripada yang kubayangkan. Menurutku itu menyegarkan. Aku banyak memikirkan bagaimana adegan ini dapat dibuat menarik ketika aku pertama kali membaca naskah, tetapi sutradara mungkin berpikir adegan ini sebagai adegan yang lucu. Tetapi ketika kami meneruskan syuting, adegan itu tidak terlihat seburuk yang ia pikirkan, jadi sutradara mengeditnya hingga membuat adegan ini keren bukan lucu. Adegan itu akhirnya lebih menarik daripada yang sebelumnya kukhawatirkan.

T: Kamu lebih banyak melakukan genre action, apakah ini adalah keputusan yang sengaja?
Itu tidak disengaja, hanya saja seiring waktu, drama-drama punya action di dalamnya. Tetapi dengan mengatakan ini, kupikir salah satu alasan aku memilih drama ini adalah karena aku belum pernah membintangi drama action yang sesungguhnya. Walaupun aku tidak tahu apakah aku tertarik pada proyek-proyek action atau aku memilih proyek-proyek itu karena kebetulan, tetapi jika aku terus melakukan action secara kebetulan, maka mungkin aku juga punya kecenderungan pada action pada titik tertentu (tertentu). Bahkan ketika konferensi pers, aku berkata bahwa ini akan menjadi drama action terakhirku, dan aku berharap main drama yang tidak punya action untuk sementara waktu di masa depan. Karena aku menampilkan cukup banyak action di drama ini, aku mungkin akan kelelahan dan mereka yang menontonku juga tidak akan menganggapnya menarik jika aku melakukan hal yang sama lagi di proyekku selanjutnya, jadi aku ingin menghindari action untuk sementara waktu.
T: Apakah kamu juga menyukai film-film action?
Anehnya tidak. Walaupun aku sangat menyukai film-film action ketika masih muda, aku tidak banyak menonton film action setelah aku dewasa. Aku benar-benar ingin menonton “Doctor Strange” baru-baru ini, tetapi aku tidak menontonnya karena aku tidak punya waktu. Sudah sangat lama semenjak terakhir kali aku menonton film. Sekarang begitu drama berakhir, aku berencana pergi menonton film-film dan pertunjukan yang bagus (tertawa).

T: Kamu melakukan aktivitas-aktivitas yang berbeda seperti musikal, film dan drama, mana yang menurutmu paling cocok denganmu?
Semuanya menarik. Sejujurnya, yang paling nyaman mungkin adalah drama. Sebagian karena aku main di banyak drama selama ini. Semuanya punya pesonanya masing-masing. Panggung juga sangat atraktif, dan aku pikir ini adalah tempat dimana aktor dapat menerima penghormatan; film punya kedalaman dan kesenangan yang hanya dimiliki film; drama punya genre yang beragam dan keunggulan dapat menyelesaikan syuting dengan cepat, umpan balik yang cepat (dari penonton) dan kamu dapat melihat hasil kerjamu secara cepat. Genre dan topik drama akhir-akhir ini juga semakin beragam.

T: Pasti melelahkan melakukan “The K2” dan “The Days” dalam waktu yang sama, apakah ada sesuatu yang membuatmu gigih bertahan?
Dibanding alasan khusus yang membantuku gigih, aku hanya bekerja dengan banyak kesenangan. Aku punya banyak kesenangan ketika tampil, dan aku juga bahagia di atas panggung. Di antara itu, aku juga punya jumpa fans yang aku lakukan dengan senang dan bahagia. Walaupun melelahkan, aku pikir aku mampu gigih bertahan dengan melakukan hal-hal itu.
T: Apakah kamu pernah berpikir ikut ambil bagian dalam OST “The K2”?
Sebenarnya aku menerima tawaran OST kali ini juga, tapi aku menolaknya dengan halus. Kali ini, aku menolak dengan halus dengan harapan seseorang yang dapat menyanyi dan mengekspresikan perasaannya melalui lagu jauh lebih baik daripada aku dapat menyanyikan lagu tema, dan aku juga berharap mengekspresikan diriku sendiri melalui musik suatu hari nanti.

T: Apakah ada waktu dimana kamu berharap kamu juga punya seorang bodyguard seperti Kim Je Ha?
Itu akan sangat bagus. Dia hanya akan menjagaku tak peduli apapun yang aku lakukan, dan bukankah ada juga saat-saat dimana seseorang merasa tidak tenang sekalipun sebagai pria? Berjalan di malam hari juga berbahaya. Tentu saja lebih berbahaya bagi wanita karena mereka lebih lemah daripada pria, tetapi pria juga bisa terjebak dalam situasi yang kurang menguntungkan (tertawa). Kenyatannya, akting sebagai pekerjaan tersendiri juga membutuhkan kerjasama dengan para bodyguard. Terkadang ketika aku tampil di pertunjukan atau pergi ke bandara, kami akan meminta bantuan para bodyguard karena fans mungkin akan berkumpul dan menyebabkan insiden, dan mereka sangat menentramkan di saat-saat seperti itu. Aku berpikir banyak tentang itu ketika aku menganalisis tokoh ini.

T: Penampilanmu di “We Got Married” juga banyak dibicarakan orang.
Ketika syuting “The K2”, aku melihat artikel tentang Bomi-ssi yang salah mengira Tae Joonie sebagai aku. Jadi penulis “We Got Married” menghubungiku untuk menanyakan apakah aku bisa tampil sekali saja. Aku memikirkan tentang hal itu dan berpikir akan menyenangkan jika tampil sebagai tamu kejutan, jadi aku pergi. Itu pertama kalinya aku berada di variety show semacam itu jadi aku sangat gugup. Aku mengenal Tae Joonie dari hyung yang dekat denganku, dan menurutku dia sangat baik. Matanya bersinar terang dan aku berpikir kami akan mampu menjadi dekat sebagai hyung dan dongsaeng. Begitulah kami menjadi dekat.

Aku tidak punya keinginan untuk tampil di “We Got Married”. Kupikir aku akan sangat malu (tertawa). Penonton akan mendapat kepuasan seolah-olah diri mereka sendiri yang melakukannya ketika menonton orang lain menjadi dekat seperti kekasih yang sesungguhnya, dan mereka mungkin akan menikmati menontonnya, tapi jika aku tampil di WGM dan melakukan ini, aku akan menjadi sangat malu dan tersipu-sipu. Aku mungkin tidak akan mampu melakukannya dengan baik (tertawa).
T: Apakah kamu pernah berpikir tampil di variety show lain?
Aku tidak terlalu memikirkan variety show. Aku tampil di “Running Man” sebelumnya, dan itu tak semudah yang kupikirkan. Aku harus terus berlari dan melakukan misi. Setelah main variety sekali saat itu, aku bisa merasakan orang-orang yang melakukan variety show sangat keren dan hebat.

T: Apakah web drama “First Kiss For the Seventh Time” proyekmu selanjutnya? Apa rencanamu di masa depan?
Sebenarnya itu bukan web drama tapi iklan. Iklan itu difilmkan dalam format sebuah web drama. Kamu bisa memikirkan itu sebagai iklan yang difilmkan dengan gaya sebuah drama dengan para aktor tampil bergantian di setiap episode.

Aku masih punya pertunjukan “The Days” di provinsi-provinsi. Aku mungkin akan menghabiskan akhir tahun dengan bahagia bersama anggota tim ketika kami tur ke provinsi-provinsi. Jadwalku untuk “The K2” berakhir hari ini jadi mulai besok dan seterusnya aku akan melihat-lihat proyek yang ditawarkan padaku dan beristirahat. Filmku “Fabricated City” akan tayang awal tahun depan, jadi aku akan menantikannya (tertawa).

T: Apakah ada sesuatu yang harus kamu lakukan sebelum mencapai umur 30-an?

Aku berharap dapat sering berjalan-jalan sebelum aku bertambah tua. Aku ingin naik sepeda motor favoritku dan pergi traveling atau backpacking. Aku ingin pergi dalam sebuah perjalanan dimana aku bisa melihat dan merasakan banyak hal tanpa tujuan yang pasti.
T: Kamu ingin menjadi aktor yang seperti apa di masa depan?
Ini adalah pertanyaan yang sangat sulit dan juga sebuah pertanyaan yang terus-menerus kutanyakan dan kupikirkan sendiri. Aku selalu mengatakan dengan abstrak ‘aku ingin menjadi aktor yang baik’, tetapi aku mempertanyakan diriku sendiri apa artinya menjadi aktor yang baik. Ketika aku bertanya-tanya apakah seorang aktor yang selalu membawa kesuksesan secara komersial pada dramanya, seorang aktor yang popular, atau seorang aktor yang menghasilkan banyak uang adalah aktor yang baik, aku menyimpulkan mungkin jawabannya tidak. Aku masih berpikir tentang itu.

Setiap kali aku bekerja di suatu proyek, aku melakukan yang terbaik dan berusaha menikmatinya ketika aku berakting. Karena aku melakukan ini di setiap proyekku dan menyambut proyek baru lainnya, aku punya harapan aku akan melihat diriku sendiri sebagai seorang yang menjadi aktor yang baik ketika aku mengingat kembali diriku sendiri di lain kesempatan. Itulah mengapa aku mencoba menikmati bekerja di setiap proyek yang aku kerjakan.

Terjemahan Korea-Inggris: Gabby (JCW Kitchen)
Terjemahan Inggris-Indonesia: kanz
Sumber: Top Star News, JCW Kitchen

Top