ads

Slider[Style1]

Interview

Video

Fanmeeting

Drama

Posted by: Unknown Posted date: 7:55 PM / comment : 1

Walaupun menjalani wawancara dengan 50 media selama tiga hari, dia tidak terlihat terlalu lelah. Karena ada rasa pencapaian yang besar dari orang yang bahagia ini yang menerima banyak cinta.

Ji Chang Wook yang melompat ke tingkat selanjutnya melalui “Healer” baru-baru ini diwawancarai di Gangnam.

Setelah terpilih sebagai pemeran utama dan semakin terkenal di drama harian “Smile Donghae” (2011), dan membebaskan dirinya dari perasaan mengikat sebagai tokoh jahat di “Five Fingers” (2012), ini adalah wawancara ketiga kami bersamanya.

Dia berkembang pesat selama 4 tahun, dan dia akan menjadi seorang aktor yang membuat orang-orang menantikan perkembangannya di masa depan. Lebih penting lagi, setelah terlahir sebagai seorang “pria sejati” di “Healer”, dia sekarang memfokuskan perhatiannya di dunia hiburan.

“Aku menikmati bermain (drama). Aku bersenang-senang dan aku bahagia. Aku merasa betapa bahagianya seorang aktor ketika dia menerima kepercayaan penulis dan staf. Kesemuanya memungkinkanku untuk bermain sesuka hatiku di tempat syuting. Mereka benar-benar banyak membantuku.”
 -Setelah “Healer”, dia dibanjiri tawaran... “Aku akan mempertimbangkan dengan hati-hati.”

Tokoh utama di “Healer”, Seo Jung Hoo, sebenarnya adalah karakter dengan minimal 50 poin. Itulah betapa kerennya dia. Dia bergerak kesana kemari tak terkejar, mengerjakan segala jenis pekerjaan sebagai ‘penyelesai masalah di malam hari’ dan kemampuan beladirinya menakjubkan. Di atas itu semua, dia punya cinta yang murni untuk satu wanita.

Namun sejujurnya, ketika berita casting pertama kali diumumkan, Ji Chang Wook tidak begitu terlihat cocok untuk peran yang keren. Peran itu kelihatannya berlebihan baginya. Ada keraguan akankah dia mampu melakukannya dengan baik. Walaupun dia telah memperluas jangkauan aktingnya sebagai Ta Hwan di drama MBC “Empress Ki”, dia kelihatannya masih kekurangan pesona pria yang dibutuhkan untuk Seo Jung Hoo.

Namun Ji Chang Wook masih menyajikan. Tanpa mempedulikan rating penonton, banyak penonton wanita yang jatuh cinta begitu dalam pada Ji Chang Wook di “Healer”, dan yang lebih penting lagi dia telah menarik perhatian dari industri hiburan. Kemampuan actionnya lincah dan bagus, dan cintanya yang murni juga menyentuh hati penonton, dan akting emosionalnya juga bagus.

Ji Chang Wook berkata sambil tertawa, “Terimakasih pada ‘Healer’, aku telah menerima banyak naskah dan skenario. Sebelumnya tidak seperti ini...”

Artinya, dia kebanjiran tawaran. Di hari ketika dia diwawancarai, manajernya sedang rapat mengenai tawaran-tawaran untuk proyek selanjutnya. Disini dan disana, orang-orang mencari Ji Chang Wook.

Ji Chang Wook mengatakan, “Aku beristirahat sedikit dan aku juga akan mempertimbangkan dengan hati-hati. Disamping aku berterimakasih pada orang-orang yang memberiku tawaran, aku juga akan mempertimbangkan semua tawaran dengan hati-hati untuk memutuskan proyekku selanjutnya.”
 -“Walaupun Seo Jung Hoo sedang tersenyum, aku berpikir dia masih terlihat kesepian.”
Karena ayahnya yang bunuh diri dan ibunya yang menikah lagi, kehidupan Seo Jung Hoo dipenuhi dengan beban sejak awal dengan dia masuk dan keluar pusat detensi anak-anak.

Ji Chang Wook mengungkapkan, “Ketika aku awalnya mendapat karakter Seo Jung Hoo, aku merasa itu sangat sulit.”

“Jika kamu melihat hidupnya, hidupnya sangat gelap dan itu adalah peran yang tidak terelakkan memiliki sakit jiwa. Namun, walaupun begitu dia kelihatan baik-baik saja dari luar dan dia juga butuh kecerdasan, jadi aku banyak memikirkan bagaimana aku sebaiknya memerankannya. Walaupun dia sedang tersenyum, aku menyimpulkan bahwa dia seharusnya tampak kesepian. Namun jika aku gagal mengekspresikun itu, apa yang harusnya aku lakukan? Aku sangat khawatir tentang ini (tertawa).”

“Aku juga sangat menikmati berakting sebagai Ta Hwan di ‘Empress Ki’. Ta Hwan adalah peran yang punya banyak hal untuk aku tunjukkan dan dialognya sangat jelas, namun Seo Jung Hoo menyembunyikan dan mengekang dirinya, dia sinis dan menjalani kehidupan dengan apatis, jadi itu membuat akting lebih sulit. Jadi aku terus menerus membuatnya tidak terlihat terlalu hebat.”

Dia yang memerankan aksi laga dan memainkan pedang di “Warrior Baek Dong Soo” menunjukkan aksi dengan tubuhnya sendiri kali ini.

“Sejak muda, aku banyak berlari dan berguling-guling. Bukan karena aku menyukainya, aku melakukannya karena tak ada hal yang kulakukan (tertawa). Tapi itu menjadi sangat berguna untuk aktingku kali ini. Walaupun aku bekerja sangat keras agar terlihat lincah, ada banyak penyesalan. Aku ingin menunjukkan aksi yang lebih intens, lebih cepat dan lebih hebat, namun aku tak bisa melakukannya karena kurangnya waktu. Tapi karena editingnya dilakukan dengan sangat baik, sepertinya itu menjadi baik (tertawa).”

“Healer” ditulis oleh penulis Song Ji Na yang menulis “Sandglass” dan ini adalah cerita tentang generasi setelah “Sandglass”. Drama ini menggambarkan cerita generasi Sandglass, yang hidup di periode penuh pergolakan di tahun 1970-80 dan anak-anak mereka.

Sebenarnya, Ji Chang Wook belum menonton “Sandglass”. Ketika “Sandglass” ditayangkan di tahun 1995, Ji Chang Wook baru berusia 8 tahun.

“Karena aku masih anak-anak, aku tidak melihatnya. Walaupun aku tahu itu adalah drama terkenal, aku tidak menontonnya. Namun latar dari ‘Healer’ tidak terkait dengan itu. ‘Healer’ adalah cerita tentang konflik dan komunikasi diantara generasi yang lebih tua dan lebih muda, dan Penulis Song Ji Na menginginkan Seo Jung Hoo sebagai contoh dari pemuda generasi ini yang tumbuh tanpa kasih sayang orang dewasa. Kupikir drama ini mungkin menyentuh pemirsa.”
-“Sangat menarik memeras otakku untuk berpikir tentang akting”

Saat “Smile Donghae”, Ji Chang Wook dulunya bermasalah, berpikir dia tidak punya bakat dan bertanya-tanya apakah dia harus berhenti akting. Matanya yang besar dipenuhi kecemasan dan beban.

Empat tahun kemudian, hari ini, Ji Chang Wook benar-benar menikmati akting.

“Selama ‘Smile Donghae’, I bahkan tidak bisa membedakan apa ini dan apa itu, dan itu sangat sulit. Namun setelah itu, hal-hal yang ada mulai terbongkar sedikit demi sedikit dan aku mulai mengerti. Ketika bermain drama musikal, aku juga belajar bermain di atas panggung. Kupikir tidak ada metode yang gampang. Seseorang yang membaca naskah sekali berbeda dengan seseorang yang membacanya 2 kali, dan aku percaya tidak ada yang bisa menggantikan latihan. Kesimpulannya, semua itu tergantunng kerja keras. Berpikir keras tentang sebuah karakter adalah proses yang selalu menyakitkan, dan itu sangat menarik. Jika aku biasanya menyerah karena terlalu sulit karena aku bermain game terakhir kali, kini aku akan terus bertahan dan memperbaiki diri meskipun itu sulit. Di suatu titik, aku berubah dan aku sekarang ingin merasakan nikmatnya kemenangan.”

Dia berkata dengan sebuah senyuman, “Aku tidak tahu apakah (tatapan) mataku menjadi semakin dalam atau aktingku menjadi semakin baik. Tapi satu hal yang pasti, aku telah memperluas cakrawalaku dibanding terakhir dulu. Proses mempersiapkan akting sangatlah menyenangkan.”

Kami bertanya padanya tentang reaksi ibunya yang melihat putranya tumbuh sebagai seorang aktor.

“Aku hidup dengan ibu tunggalku. Teman-teman ibuku banyak memujiku, mengatakan bahwa aktingku telah meningkat pesat (tertawa). Ibuku mengatakan ini padaku dan aku tertawa panjang. Orang-orang berkata bahwa mata para ahjumma sangat akurat, jadi aktingku pastilah benar-benar meningkat, dan aku merasa dihargai. Haha.”
 
 

Sumber: Yonhap News, JCW Kitchen

About Unknown

Ji Chang wook's fan from Indonesia. Loves to talk about anything and everything, so if you want to chat with me, just contact me.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

1 comments:


Top