ads

Slider[Style1]

Interview

Video

Fanmeeting

Drama

[ARTICLE] Promosi Film “Fabricated City”, Ji Chang Wook Mengaku Penggila Game

Senin, 9 Januari 2017 kemarin menjadi hari dimulainya promosi film terbaru Ji Chang Wook “Fabricated City”. Di hari itu digelar konferensi pers “Fabricated City” yang diadakan di CGV Apgujeong Theatre Complex yang dihadiri Ji Chang Wook, Shim Eun Kyung, Ahn Jae Hong dan sutradara Park Kwang Hyun. Setelahnya trio pemain “Fabricated City” mengadakan siaran langsung Spot Live di V Live dan menjawab berbagai pertanyaan fans.

Sebelum mengikuti lebih lanjut kisah-kisah di balik pembuatan film, ada baiknya kita tahu bagaimana sinopsis dari film “Fabricated City” ini.

“Seorang pemimpin sempurna di dunia game. Menjadi pembunuh dalam waktu 3 menit 16 detik. Seorang yang lain telah mengontrol segalanya. Dunia yang mereka buat. Akan kami gulingkan! Sebuah dunia baru dari crime action.” 
Konferensi pers dipandu oleh MC Park Kyung Lim dan diadakan di ruangan yang penuh sesak dengan para reporter dan awak media. Berbicara di depan audiens yang memadati ruangan, Ji Chang Wook mengungkapkan bahwa “dia sangat familiar dengan bermain video game sambil makan mie instan. Ia melakukan itu setiap saat. Tak ada yang perlu dilakukan untuk mempersiapkan karakternya,” (tertawa).

Mengenai pengetahuannya soal video game, Ji Chang Wook mengatakan, “Aku bermain game FPS (first-person shooter)* di film. Aku sangat suka bermain game FPS ketika aku masih SMA. Aku ingat sering mengunjungi PC-bang (warnet) pada saat itu. Itu adalah sebuah gambaran karakterku.” Dia juga menjelaskan alasan memilih “Fabricated City” sebagai tantangan layar lebar pertamanya. “Aku khawatir bagaimana aku bisa memuaskan penonton karena ini adalah film pertamaku. Aku membaca naskahnya untuk pertama kali dan mengkhawatirkan hal itu. Jadi aku bertemu dengan PD Park Kwang Hyun dan menjadi tertarik setelah ia menjelaskan prosesnya.”
Sebuah video yang menampilkan preview yang lebih lama dan memperkenalkan beberapa pemain pendukung serta proses di balik pembuatan film di lokasi syuting dan proses produksi ditunjukkan pada audiens. Ketika ditanya apakah ia puas dengan pekerjaannya, Ji Chang Wook berkata, “Sejujurnya aku belum melihat filmnya, jadi aku tidak aku. Aku berlatih keras pada musim panas itu untuk aktingku dan seingatku aku melakukan yang terbaik.”
Para reporter kemudian bertanya di sesi tanya jawab, menanyainya dengan pertanyaan-pertanyaan umum. Salah satu penanya mempertanyakan lagi apakah ia akan mengambil peran action lainnya, “Hampir pasti tidak karena peran itu membutuhnya jadwal latihan yang sangat intens” (Ji Chang Wook mengikuti action school selama 2 bulan di musim panas 2015 untuk persiapan film ini), dan menurutnya “bukan pilihan yang buruk untuk menghindari genre action secara sengaja di masa mendatang.” Penanya lain menanyai komentar Ji Chang Wook tentang kemampuan actionnya, ia pun menjawab dengan malu-malu, “Aku mulai bekerja dengan action untuk memperoleh uang. Ketika aku masih muda, aku menikmati melakukan adegan-adegan action. Tetapi sekarang, action sangatlah sulit.” Lalu ada satu penanya yang begitu berani dan langsung bertanya blak-blakan “Changwook, apakah kau akan menikahiku?” Jawabannya… Tidak. (LOL ditolak mentah-mentah oleh Wookie)
Ahn Jae Hong memuji penampilan Ji Chang Wook dalam adegan-adegan action dan ia berkata, “Aku hampir jatuh cinta padanya setelah melihat adegan-adegan actionnya. Dia punya kaki dan tangan yang panjang, jadi dia terlihat sangat keren ketika melakukan setiap gerakan action.”

Sutradara Park Kwang Hyun juga menyanjung akting Ji Chang Wook. “Ji Chang Wook bukanlah seorang aktor yang hanya melakukan action. Aku memilihnya karena aku menginginkan wajah baru di filmku. Ternyata dia juga sangat bagus pada adegan action. Aku hanya mengenal Ji Chang Wook dari drama-drama dan tidak mengetahui hal itu sebelumnya. Aku harap dia tidak akan dikira sebagai aktor yang hanya melakukan action karena dia sebenarnya mampu melakukan banyak hal.”
Sutradara Park juga menyatakan dia percaya “Fabricated City” punya banyak kemiripan dengan Korea di abad 21 dengan adanya program AI (artificial intelligence) AlphaGo Google dan banyaknya hacker di dunia maya akhir-akhir ini. “Mungkin banyak penonton film usia muda yang akan memahami film ini.”

Kalian yang ingin menyaksikan konferensi pers secara lengkap dapat menontonnya di video ini:

Setelah konferensi pers yang berlangsung kurang lebih selama 1 jam, Ji Chang Wook, Shim Eun Kyung dan Ahn Jae Hong tampil menyapa pemirsa melalui siaran langsung Spot Live Naver V Live untuk berbincang-bincang mengenai film mereka dan menjawab pertanyaan dari fans. Pada siaran ini, tidak ada MC yang membimbing mereka jadi mereka sendirilah yang jadi host dan sekaligus yang diwawancarai.

Ketiganya bergantian menjelaskan karakter masing-masing dan sedikit sinopsis dari filmnya. Lucunya ketiganya mengaku tidak berpengalaman bahkan tidak pernah tampil di Spot Live. Shim Eun Kyung hanya satu kali melakukan Spot Live, itupun untuk mempromosikan film lain. Ji Chang Wook hanya pernah melakukan V Live saat promosi “The K2” dan saat itu ada host yang memandu acara. Sedangkan Ahn Jae Hong tidak pernah sama sekali. Jadilah ketiganya canggung alias awkward di depan kamera sampai-sampai kru V Live harus ikut mengarahkan mereka. Bisa jadi juga karena jarak antara syuting film dan promosi cukup lama (sekitar 1,5 tahun), mereka jadi kurang akrab satu sama lain karena sudah lupa dengan suasana syuting.
Ji Chang Wook memerankan karakter Kwon Yoo, seorang pengangguran tapi pemimpin di dunia game. Suatu hari gara-gara suatu panggilan telepon ia dituduh melakukan pembunuhan. Film “Fabricated City” akan bercerita bagaimana Kwon Yoo mengungkap kebenaran dengan bantuan teman-temannya sesama gamer, seorang hacker jenius Yeo Wool (Shim Eun Kyung) dan seorang kru special effect film yang dikenal sebagai Demolition (Ahn Jae Hong).

Ditanya mengenai kemampuan mereka bermain game, Ji Chang Wook dengan bangga mengungkap bahwa ia termasuk ranker (masuk top ranking) dan menduduki peringkat keempat pada mobile game yang ia mainkan. Sedangan Shim Eun Kyung bicara ia tertarik pada game tapi tidak bisa memainkannya. Sama seperti karakter Yeo Wool yang selalu kalah, ia juga tidak terlalu bagus bermain game sekalipun ia sangat tertarik memainkannya. Di sisi lain, Ahn Jae Hong mengaku ia juga tidak terlalu tertarik bermain game, bahkan saat teman-temannya dan semua orang tergila-gila bermain “Starcraft” ia tidak pernah ketagihan memainkannya.

Ji Chang Wook kemudian ditanya perbedaan antara adegan action di film dengan di drama “The K2”, “Keduanya punya banyak adegan action tapi perbedaannya adalah aku dipukuli berkali-kali di ‘Fabricated City’. Wajahku selalu babak belur dan aku selalu pakai make-up yang menunjukkan luka-luka,” katanya.

Bagi kalian yang belum sempat menyaksikan siaran langsung Spot Live di V Live, kalian bisa menyaksikannya di link berikut:
“Fabricated City” akan dirilis di bioskop-bioskop Korea Selatan pada bulan Februari. Nantikan!
 
 
 
 
 
Sumber: JCW Kitchen, Kpop Herald
Foto & video: CJ Entertainment, as tagged 

[INFO] Promosi Film dan Fan Project untuk “Fabricated City”

Film terbaru Ji Chang Wook “Fabricated City” akan segera tayang! Dalam rangka promosi film “Fabricated City” ada berbagai event dan bentuk-bentuk promosi yang dilakukan. Nah.. apa saja sih promosi buat debut perdana Ji Chang Wook sebagai pemeran utama film?

Pertama, konferensi pers “Fabricated City” yang dijadwalkan digelar pada Senin besok, 9 Januari 2017 pukul 11.00 KST di CGV Theatre Complex di Apgujeong. Sebenarnya untuk promosi film biasanya tidak cukup dengan 1 konferensi pers, tapi ada berbagai macam agenda seperti wawancara, pemotretan majalah (opsional), Media Greeting, VIP Premiere dan Stage Greeting. Jadi ada banyak waktu untuk berkenalan dengan para pemain film dan mengetahui jalan cerita film yang dipromosikan. Sayangnya konferensi pers yang akan digelar besok hanya terbatas untuk awak media dan publik tidak diperkenankan untuk ikut serta. Konferensi pers “Fabricated City” akan dihadiri oleh Sutradara Park Kwang Hyun dan aktor Ji Chang Wook, Shim Eun Kyung dan Ahn Jae Hong. Semoga saja kita juga akan mendapat banyak info terutama info soal tanggal pasti tayangnya film ini!

Kedua, fansclub resmi Ji Chang Wook di Korea, Dayrock berencana menggelar fan project untuk mempromosikan “Fabricated City”. Mereka sedang mempertimbangkan menyewa studio-studio bioskop di CGV Movie Complex Yeouido selama 1 bulan untuk mempertunjukkan “Fabricated City” kepada anggota Dayrock, pengunjung dan masyarakat umum. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, semua tiket yang terjual akan dicetak khusus untuk event ini dan diberi nama “Bioskop Ji Chang Wook” sebagai bentuk promosi untuk Ji Chang Wook. (Gambar di bawah ini hanya contoh desain tiket yang akan digunakan dan bisa saja berubah.)
Ketiga, Ji Chang Wook, Shim Eun Kyung dan Ahn Jae Hong akan mempromosikan “Fabricated City” di Spot Live Naver V Live pada pukul 13.10 KST! Spot Live adalah salah satu program fitur yang ada di channel V Movie di V Live. Para pemain satu film akan diberi kesempatan untuk memperkenalkan diri dan mempromosikan sendiri film mereka. Program ini hampir sama seperti Live Chat di V Live dimana selebritis dapat mempromosikan diri mereka sendiri, kegiatan atau drama/film mereka. Hanya saja Spot Live ini dikhususkan untuk film-film yang akan tayang dan membutuhkan promosi. Kalian bisa menonton Spot Live besok melalui desktop/laptop atau smartphone.

Untuk pengguna desktop/laptop:
1. Kunjungi channel V Movie di V Live: http://www.vlive.tv/channels/FA1A3 2. Klik link Spot Live “Fabricated City” yang akan muncul sekitar jam 13.10 KST (11.10 WIB). Kalian juga bisa menonton dan mendownload siaran Spot Live nanti setelah siaran langsungnya berakhir.

Untuk pengguna smartphone:
1. Download V Live app di smartphone kalian.
2. Cari channel "V Movie" dan follow channel tersebut.
3. Klik link Spot Live “Fabricated City” pada pukul 13.10 KST (11.10 WIB)

Jangan lupa tonton dan beri like+komentar di halaman siaran Spot Live tersebut. Komentar kalian akan dinilai sebagai tanda ketertarikan penonton pada film tersebut. Semakin banyak like+komentar otomatis “Fabricated City” akan semakin dikenal dan semakin banyak orang yang akan penasaran dengan filmnya.

Simak video teaser dari Ji Chang Wook berikut ini yang mengajak kalian semua menonton Spot Live “Fabricated City” di V Live!

Sumber: JCW Kitchen, Dayrock, V Live

[NEWS] Ji Chang Wook Beraksi Kembali di Film “Fabricated City”

Film Ji Chang Wook yang kita nanti-nantikan, “Fabricated City” akhirnya akan segera tayang! Film action thriller (dan comedy juga sepertinya) ini bercerita tentang tokoh utama yang dituduh membunuh dan caranya melepaskan diri dari jeratan hukum dan menemukan pelaku sebenarnya. Ini akan jadi debut Ji Chang Wook sebagai pemeran utama di film layar lebar karena sebelumnya Ji Chang Wook hanya tampil di film independen sebagai aktor pendukung atau sebagai cameo.

“Fabricated City” adalah film feature-length pertama bagi sutradara Park Kwang Hyun dalam 11 tahun sejak debutnya dalam film “Welcome to Dongmakgol” yang meraih berbagai penghargaan. Jika “Welcome to Dongmakgol” berlatarbelakang desa terpencil saat Perang Korea, maka “Fabricated City” berlatarbelakang kehidupan perkotaan yang terkesan futuristik dengan berbagai efek-efek grafis komputer yang memukau.
Dalam film ini, Ji Chang Wook berperan sebagai pengangguran yang juga merupakan gamer sejati bernama Kwon Yoo, yang dalam 3 menit dan 16 detik, dituduh melakukan pembunuhan yang tidak ia lakukan. Untuk membersihkan namanya, ia meminta bantuan teman-temannya dan sesama gamer untuk mencari tahu kebenaran yang akan mampu membuatnya bebas. Teman-temannya yang ahli IT diperankan oleh Shim Eun Kyung dan Ahn Jae Hong. Walaupun dia adalah komandan dan pimpinan yang jago dalam game yang ia mainkan, di dunia nyata Kwon Yoo hanyalah seorang pengangguran biasa. Karakter tangguhnya di dalam game mungkin memberinya kepuasan yang tak bisa ia dapatkan di dunia nyata.
Untuk mempersiapkan karakter Kwon Yoo, Ji Chang Wook tidak hanya menghabiskan waktu beberapa bulan untuk berlatih adegan action dengan tingkat kesulitan tinggi di sekolah action, ia juga melakukan sendiri banyak adegan berbahaya, seperti kejar-kejaran mobil berskala besar, action dengan kawat, hingga perkelahian dari jarak dekat yang unik dan lain dari yang lain.

Selain action, Ji Chang Wook juga akan menampilkan sisi emosionalnya, dari ketidakadilan yang ia alami ketika dituduh membunuh, hingga kesedihan saat kehilangan orang yang dicintainya, hingga kemarahan yang dirasakan ketika mengetahui siapa penjahat sesungguhnya.

Sutradara Park Kwang Hyun berkata, “Ji Chang Wook adalah seorang aktor dengan kualitas akting dan action yang luar biasa. Penampilannya menunjukkan spektrum yang luas dari maskulinitas yang kuat hingga pemuda yang lemah, dan dia adalah aktor dengan kemampuan yang luar biasa untuk beradaptasi dengan situasi.”
“Fabricated City” akan ditayangkan di bioskop-bioskop di Korea mulai Februari mendatang.

Kalian bisa melihat trailernya di bawah ini:


Catatan: Mengingat distributor film ini adalah CJ Entertainment, kita berharap CJ juga akan mendistribusikan film ini di Indonesia dan ditayangkan di bioskop-bioskop CGV Blitz di seluruh tanah air. CGV adalah salah satu anak perusahaan CJ Group, jadi wajar kalo film-film yang didistribusikan di CJ ditayangkan di CGV Blitz. Kita berharap film ini akan masuk Indonesia, kemungkinan sekitar bulan Maret. Jika memungkinkan JCW Indonesia akan mengadakan nonton bareng/nobar “Fabricated City”!

Sumber: JCW Kitchen, Dramabeans, naver, CJ Entertainment

[WAWANCARA] Top Star News – “The K2” Ji Chang Wook “Jika aku punya bodyguard seperti Kim Je Ha…”

Tanya (T): Bagaimana kabarmu setelah “The K2” berakhir?
Aku belum sempat beristirahat. Aku terus menerus punya jadwal setelah drama berakhir jadi aku belum banyak beristirahat. Aku mungkin akan bisa beristirahat sejenak setelah menyelesaikan wawancara terakhir hari ini. Aku ingin bertemu dengan teman-temanku yang tidak pernah kutemui akhir-akhir ini, ngobrol dengan mereka dan minum-minum. Aku mengoleksi buku-buku komik akhir-akhir ini, jadi aku ingin membuat ruang kecil untuk buku-buku di rumah, dan aku sedikit demi sedikit mengoleksi buku komik akhir-akhir ini.

T: Apakah kamu menyukai endingnya?
Secara pribadi, aku lebih menyukai sad ending. Aku menyukai sad ending karena happy ending yang berakhir dengan “Dan mereka hidup bahagia selamanya” kelihatannya terlalu gamblang, tetapi adegan terakhir dengan adegan ciuman yang difilmkan di Spanyol ternyata lebih indah dari yang kuharapkan, jadi sepertinya tidak masalah.

T: Jika drama punya sad ending, bagaimana kamu ingin dramanya berakhir?
Aku bertanya-tanya apa yang akan terjadi pada Je Ha jika Anna meninggal, dan aku sempat berpikir bahwa Je Ha akan meninggal karena semuanya akan terselesaikan jika ia meninggal. Karena ada begitu banyak orang jahat, aku punya berbagai macam pikiran tentang bagaimana semua ini akan diselesaikan, tetapi aku tidak bisa memikirkan solusi yang sempurna. Jadi aku berpikir happy ending yang sekarang mungkin ending yang memuaskan juga.
T: Aspek mana dari karakter Kim Je Ha yang paling kamu khawatirkan ketika kamu mempelajari karakternya?
Kupikir aku paling mengkhawatirkan bagaimana seharusnya aku menampilkan hubungannya dengan karakter-karakter lain dengan cara yang menarik dan konkrit. Aku juga banyak berpikir tentang aspek-aspek seperti apa yang seharusnya dilakukan supaya membuat hal-hal semakin menarik untuk penonton pada level yang lebih emosional.

T: Ada komentar tentang deskripsi karakter Kim Je Ha yang kurang. Apakah kamu punya penyesalan terkait skenario atau setting?
Aku mendengar komentar-komentar seperti itu lebih banyak dari yang kukira, tetapi seorang aktor harus menunjukkan akting yang meyakinkan kepada para penonton dan menunjukkannya secara lebih emosional, dan menurutku itu sangat disayangkan. Jika aku melakukan hal ini lagi, kupikir aku akan mampu melakukannya dengan lebih baik dibanding ketika pertama kali melakukannya.

T: Apakah ada kesamaan antara tokoh Kim Je Ha dengan dirimu sendiri?

Ada aspek-aspek dimana Je Ha dan aku mirip yang hampir tidak kentara, tetapi ada juga aspek-aspek dimana kami berbeda. Sebagai contoh, Je Ha adalah tokoh yang bersikap dingin terhadap orang-orang yang tidak membuka hatinya untuk dia dan membangun dinding antara dirinya sendiri dan orang lain, dan aku juga seperti itu sampai batas tertentu. Tetapi aku pikir perbedaannya terletak pada derajat dan metode. Dia juga seorang tokoh yang sangat hangat kepada Anna dan tahu bagaimana bercanda dengannya, dan aku juga seperti itu.
T: Bagaimana hubunganmu dengan Song Yoon Ah?
Adegan-adeganku dengan tokoh Choi Yoo Jin memiliki tensi tinggi. Sebagai contoh, untuk adegan-adegan romantis dengan Im Yoona atmosfernya cerah, sedangkan adegan-adeganku dengan Song Yoon Ah sunbae sangat tegang, jadi begitu syuting dimulai, aku akan fokus tidak kehilangan tensi. Jadi seringkali aku merasa lelah. Aku merasa lelah setelah syuting satu adegan, tetapi aku tidak boleh kehilangan intensitas karena tensinya harus tetap dijaga.

T: Ada banyak penonton yang menantikan kisah cinta dengan Song Yoon Ah. Apakah kamu memiliki penyesalan terkait kisah cinta dengan Yoo Jin?
Karena posisi Je Ha jelas, aku tidak memiliki rasa penyesalan terkait kisah cinta yang tidak terjadi. Je Ha memiliki perasaan terhadap Yoo Jin sebagai partner bisnis, dan itu tidak lebih dari sekadar simpati atau rasa kasihan. Dari perspektif Yoo Jin, dia ingin memiliki Je Ha dan terobsesi dengannya, tetapi Je Ha selalu menunjukkan perasaannya dengan jelas, jadi jika penonton dapat merasakan atmosfer yang tak biasa ketika Yoo Jin dan Je Ha bersama, itu juga bisa menjadi poin yang menarik dari drama kami. Aku pikir penonton akan mampu merasakannya bahkan sejak aku pertama kali melihat naskah, dan aku pikir itulah yang membuat hubungan diantara tokoh-tokohnya lebih menarik.

T: Respon terhadap adegan payung cukup bagus. Banyak yang bilang ini adalah penerus dari adegan payung Kang Dong Won (di “Temptation of Wolves”).
Aku khawatir adegan payung akan tampak mirip. Walaupun tidak dapat dibandingkan, aku sering khawatir jika orang-orang membandingkannya dan menemukan kesamaan, tetapi untungnya semua berlalu dengan cepat (tertawa). Ketika aku melihat naskahnya, aku berpikir setiap orang akan setuju bahwa Je Ha ditulis dengan sangat keren. Aku pikir aku syuting dengan lebih tenang karena hal itu.

T: Seperti apa pertemuan pertama dengan aktris Yoona yang juga seorang idol?
Aku mencoba untuk tidak berpikir seperti itu, dan karena dia adalah seorang aktris yang tampil di drama yang sama denganku, sebagai pasangan, aku berpikir apa yang seharusnya kulakukan supaya kami dapat syuting drama ini dengan menyenangkan. Yoona-ssi mirip sekali dengan tokoh Anna dan cocok dengan peran itu, jadi kupikir aku berkonsentrasi pada aspek itu. Pertemuan pertama kami saat kami makan. Sutradara, Yoona-ssi dan aku makan bersama, tetapi kami tidak terlalu banyak bicara pada waktu itu. Karena aku juga pemalu, aku hanya ingat makan dengan lahap lalu berpisah (tertawa).

T: Bagaimana pandangan kamu tentangnya ketika dia hanya seorang anggota SNSD dan bukan lawan mainmu?
Aku pikir grup SNSD sendiri punya arti yang besar bagi teman-teman seumuranku. SNSD adalah fantasi romantis dari semua pria, sampai-sampai manajerku memberitahuku untuk tidak memperlakukan Yoona dengan sembarangan karena dia melewati hari-harinya di militer berkat Yoona, dan kupikir itu akan sama juga denganku (LOL). SNSD adalah idol yang menjadi teladan.
T: Apakah ada poin-poin yang dapat kamu pelajari dari aktris Yoona?
Dia sangat mendetail dan punya keinginan kuat dan ambisi untuk akting. Aku pikir itu sangat bagus untuk seorang aktris. Ketika kami bekerjasama, aku dapat merasakan sekali lagi hal-hal yang sudah aku lupakan. Dia secara alami punya emosi mendalam karena dia wanita, jadi ketika kita ngobrol, ada banyak kejadian dimana aku menyadari ‘Jadi kamu berpikir seperti itu’.

T: Apakah sulit akting bolak-balik antara action dan melodrama?
Aku memikirkan hal-hal tersebut sebagai situasi. Keduanya termasuk akting, tetapi action diekspresikan melalui tubuh dengan perasaan, sedangkan melodrama diekspresikan seperti kata-kata melalui gerakan-gerakan lain selain action, namun perasaan yang kamu pikirkan adalah sama. Kamu bukannya tanpa perasaan bahkan ketika berkelahi. Pengecualiannya adegan-adegan action membutuhkan banyak gerakan jadi itu lebih melelahkan secara fisik, tapi pusing kepalamu berkurang menurutku (tertawa).

T: Ada banyak adegan action, jadi adegan mana yang paling melelahkan?

Sebenarnya, aku paling khawatir dengan adegan berkelahi di kamar mandi di bagian pertama dari drama, dan itu mudah difilmkan, tetapi hasilnya lebih menarik daripada yang kubayangkan. Menurutku itu menyegarkan. Aku banyak memikirkan bagaimana adegan ini dapat dibuat menarik ketika aku pertama kali membaca naskah, tetapi sutradara mungkin berpikir adegan ini sebagai adegan yang lucu. Tetapi ketika kami meneruskan syuting, adegan itu tidak terlihat seburuk yang ia pikirkan, jadi sutradara mengeditnya hingga membuat adegan ini keren bukan lucu. Adegan itu akhirnya lebih menarik daripada yang sebelumnya kukhawatirkan.

T: Kamu lebih banyak melakukan genre action, apakah ini adalah keputusan yang sengaja?
Itu tidak disengaja, hanya saja seiring waktu, drama-drama punya action di dalamnya. Tetapi dengan mengatakan ini, kupikir salah satu alasan aku memilih drama ini adalah karena aku belum pernah membintangi drama action yang sesungguhnya. Walaupun aku tidak tahu apakah aku tertarik pada proyek-proyek action atau aku memilih proyek-proyek itu karena kebetulan, tetapi jika aku terus melakukan action secara kebetulan, maka mungkin aku juga punya kecenderungan pada action pada titik tertentu (tertentu). Bahkan ketika konferensi pers, aku berkata bahwa ini akan menjadi drama action terakhirku, dan aku berharap main drama yang tidak punya action untuk sementara waktu di masa depan. Karena aku menampilkan cukup banyak action di drama ini, aku mungkin akan kelelahan dan mereka yang menontonku juga tidak akan menganggapnya menarik jika aku melakukan hal yang sama lagi di proyekku selanjutnya, jadi aku ingin menghindari action untuk sementara waktu.
T: Apakah kamu juga menyukai film-film action?
Anehnya tidak. Walaupun aku sangat menyukai film-film action ketika masih muda, aku tidak banyak menonton film action setelah aku dewasa. Aku benar-benar ingin menonton “Doctor Strange” baru-baru ini, tetapi aku tidak menontonnya karena aku tidak punya waktu. Sudah sangat lama semenjak terakhir kali aku menonton film. Sekarang begitu drama berakhir, aku berencana pergi menonton film-film dan pertunjukan yang bagus (tertawa).

T: Kamu melakukan aktivitas-aktivitas yang berbeda seperti musikal, film dan drama, mana yang menurutmu paling cocok denganmu?
Semuanya menarik. Sejujurnya, yang paling nyaman mungkin adalah drama. Sebagian karena aku main di banyak drama selama ini. Semuanya punya pesonanya masing-masing. Panggung juga sangat atraktif, dan aku pikir ini adalah tempat dimana aktor dapat menerima penghormatan; film punya kedalaman dan kesenangan yang hanya dimiliki film; drama punya genre yang beragam dan keunggulan dapat menyelesaikan syuting dengan cepat, umpan balik yang cepat (dari penonton) dan kamu dapat melihat hasil kerjamu secara cepat. Genre dan topik drama akhir-akhir ini juga semakin beragam.

T: Pasti melelahkan melakukan “The K2” dan “The Days” dalam waktu yang sama, apakah ada sesuatu yang membuatmu gigih bertahan?
Dibanding alasan khusus yang membantuku gigih, aku hanya bekerja dengan banyak kesenangan. Aku punya banyak kesenangan ketika tampil, dan aku juga bahagia di atas panggung. Di antara itu, aku juga punya jumpa fans yang aku lakukan dengan senang dan bahagia. Walaupun melelahkan, aku pikir aku mampu gigih bertahan dengan melakukan hal-hal itu.
T: Apakah kamu pernah berpikir ikut ambil bagian dalam OST “The K2”?
Sebenarnya aku menerima tawaran OST kali ini juga, tapi aku menolaknya dengan halus. Kali ini, aku menolak dengan halus dengan harapan seseorang yang dapat menyanyi dan mengekspresikan perasaannya melalui lagu jauh lebih baik daripada aku dapat menyanyikan lagu tema, dan aku juga berharap mengekspresikan diriku sendiri melalui musik suatu hari nanti.

T: Apakah ada waktu dimana kamu berharap kamu juga punya seorang bodyguard seperti Kim Je Ha?
Itu akan sangat bagus. Dia hanya akan menjagaku tak peduli apapun yang aku lakukan, dan bukankah ada juga saat-saat dimana seseorang merasa tidak tenang sekalipun sebagai pria? Berjalan di malam hari juga berbahaya. Tentu saja lebih berbahaya bagi wanita karena mereka lebih lemah daripada pria, tetapi pria juga bisa terjebak dalam situasi yang kurang menguntungkan (tertawa). Kenyatannya, akting sebagai pekerjaan tersendiri juga membutuhkan kerjasama dengan para bodyguard. Terkadang ketika aku tampil di pertunjukan atau pergi ke bandara, kami akan meminta bantuan para bodyguard karena fans mungkin akan berkumpul dan menyebabkan insiden, dan mereka sangat menentramkan di saat-saat seperti itu. Aku berpikir banyak tentang itu ketika aku menganalisis tokoh ini.

T: Penampilanmu di “We Got Married” juga banyak dibicarakan orang.
Ketika syuting “The K2”, aku melihat artikel tentang Bomi-ssi yang salah mengira Tae Joonie sebagai aku. Jadi penulis “We Got Married” menghubungiku untuk menanyakan apakah aku bisa tampil sekali saja. Aku memikirkan tentang hal itu dan berpikir akan menyenangkan jika tampil sebagai tamu kejutan, jadi aku pergi. Itu pertama kalinya aku berada di variety show semacam itu jadi aku sangat gugup. Aku mengenal Tae Joonie dari hyung yang dekat denganku, dan menurutku dia sangat baik. Matanya bersinar terang dan aku berpikir kami akan mampu menjadi dekat sebagai hyung dan dongsaeng. Begitulah kami menjadi dekat.

Aku tidak punya keinginan untuk tampil di “We Got Married”. Kupikir aku akan sangat malu (tertawa). Penonton akan mendapat kepuasan seolah-olah diri mereka sendiri yang melakukannya ketika menonton orang lain menjadi dekat seperti kekasih yang sesungguhnya, dan mereka mungkin akan menikmati menontonnya, tapi jika aku tampil di WGM dan melakukan ini, aku akan menjadi sangat malu dan tersipu-sipu. Aku mungkin tidak akan mampu melakukannya dengan baik (tertawa).
T: Apakah kamu pernah berpikir tampil di variety show lain?
Aku tidak terlalu memikirkan variety show. Aku tampil di “Running Man” sebelumnya, dan itu tak semudah yang kupikirkan. Aku harus terus berlari dan melakukan misi. Setelah main variety sekali saat itu, aku bisa merasakan orang-orang yang melakukan variety show sangat keren dan hebat.

T: Apakah web drama “First Kiss For the Seventh Time” proyekmu selanjutnya? Apa rencanamu di masa depan?
Sebenarnya itu bukan web drama tapi iklan. Iklan itu difilmkan dalam format sebuah web drama. Kamu bisa memikirkan itu sebagai iklan yang difilmkan dengan gaya sebuah drama dengan para aktor tampil bergantian di setiap episode.

Aku masih punya pertunjukan “The Days” di provinsi-provinsi. Aku mungkin akan menghabiskan akhir tahun dengan bahagia bersama anggota tim ketika kami tur ke provinsi-provinsi. Jadwalku untuk “The K2” berakhir hari ini jadi mulai besok dan seterusnya aku akan melihat-lihat proyek yang ditawarkan padaku dan beristirahat. Filmku “Fabricated City” akan tayang awal tahun depan, jadi aku akan menantikannya (tertawa).

T: Apakah ada sesuatu yang harus kamu lakukan sebelum mencapai umur 30-an?

Aku berharap dapat sering berjalan-jalan sebelum aku bertambah tua. Aku ingin naik sepeda motor favoritku dan pergi traveling atau backpacking. Aku ingin pergi dalam sebuah perjalanan dimana aku bisa melihat dan merasakan banyak hal tanpa tujuan yang pasti.
T: Kamu ingin menjadi aktor yang seperti apa di masa depan?
Ini adalah pertanyaan yang sangat sulit dan juga sebuah pertanyaan yang terus-menerus kutanyakan dan kupikirkan sendiri. Aku selalu mengatakan dengan abstrak ‘aku ingin menjadi aktor yang baik’, tetapi aku mempertanyakan diriku sendiri apa artinya menjadi aktor yang baik. Ketika aku bertanya-tanya apakah seorang aktor yang selalu membawa kesuksesan secara komersial pada dramanya, seorang aktor yang popular, atau seorang aktor yang menghasilkan banyak uang adalah aktor yang baik, aku menyimpulkan mungkin jawabannya tidak. Aku masih berpikir tentang itu.

Setiap kali aku bekerja di suatu proyek, aku melakukan yang terbaik dan berusaha menikmatinya ketika aku berakting. Karena aku melakukan ini di setiap proyekku dan menyambut proyek baru lainnya, aku punya harapan aku akan melihat diriku sendiri sebagai seorang yang menjadi aktor yang baik ketika aku mengingat kembali diriku sendiri di lain kesempatan. Itulah mengapa aku mencoba menikmati bekerja di setiap proyek yang aku kerjakan.

Terjemahan Korea-Inggris: Gabby (JCW Kitchen)
Terjemahan Inggris-Indonesia: kanz
Sumber: Top Star News, JCW Kitchen

[WAWANCARA] 161114 Wawancara "The K2" Ji Chang Wook dengan Sports Chosun

Ji Chang Wook sekarang adalah seorang bintang action.

Kami bertemu dengan Ji Chang Wook yang menunjukkan akting penuh passion di drama Jumat-Sabtu tvN “The K2”. Setelah menyelesaikan drama, Ji Chang Wook mengatakan, “Syuting terakhir kami berakhir sekitar pukul 4 dini hari. Aku baru bangun dari kenyataan setelah aku tidur dan bangun tidur. Sebenarnya, aku berpikir aku akan bangun dari kenyataan setelah syuting adegan terakhir, tetapi para staf kelelahan dan sutradara Kwak Jung Hwan bahkan tidak dapat memfilmkan adegan terakhir karena dia harus pergi dan mengedit footage, jadi aku tidak merasakannya karena kami berakhir begitu saja. Setelah bangun dari tidur, aku merasa bahagia karena aku tidak perlu melihat naskah lagi.”

“Walaupun ada banyak ekspektasi, ini juga merupakan proyek yang penuh dengan penyesalan. Itu adalah keserakahanku sebagai seorang aktor, aku memiliki banyak sekali hasrat untuk menunjukkan sisi yang lebih berbeda dan menarik dariku. Walaupun aku sangat berterimakasih atas pujian yang aku terima, secara pribadi aku sering bertanya-tanya apakah itu rasa kasihan. Karena tidak mungkin untuk selalu puas dengan semua aspek di setiap proyek, jadi walaupun aku menyelesaikan satu proyek dengan penyesalan, aku juga menantikan untuk menampilkan diriku lebih banyak di proyek selanjutnya.” “Ini adalah proyek yang sering aku khawatirkan. Aku sering berpikir bagaimana seharusnya aku menganalisa dan berakting supaya meyakinkan penonton. Aku dapat berakting seperti ini karena naskahnya atau melalui analisisku sendiri, namun aku tidak mampu meyakinkan penonton pada beberapa bagian. Aku merasa sedikit menyesal karena aspek itu. Aku ingin menunjukkan akting yang baru dengan cara yang lebih konkret dan menarik, jadi aku merasa sedikit menyesal.”
Tetapi hal yang paling mengejutkan bagi penonton adalah adegan action di kamar mandi. Adegan Kim Je Ha telanjang dan berkelahi melawan anggota JSS yang punya pikiran jahat kepadanya cukup mengejutkan. Ji Chang Wook memilih ini sebagai adegan yang paling berkesan baginya.

“Adegan action yang paling berkesan adalah adegan di kamar mandi. Adegan itu dilakukan pada kali pertama syuting drama itu. Karena aku harus menampilkan tubuhku, aku berkata pada sutradara akan sulit bagiku menjaga bentuk tubuhku karena aku harus menjaga dietku setiap hari dan berolahraga setiap hari, dan aku ingin melakukan adegan itu secepat mungkin, jadi adegan itu ditempatkan pada sesi syuting pertama. Ini juga adegan yang paling mengkhawatirkanku saat aku melihat naskah. Aku takut tampil telanjang untuk berkelahi, dan aku khawatir apakah adegannya akan terlihat baik-baik saja di layar kaca dan apakah (penonton) akan menganggapnya menjijikkan. Aku berpikir adegan ini bisa terlihat jorok jika dilakukan dengan salah. Untungnya, adegan ini muncul sebagai adegan yang tidak biasa. Aku pikir adegan ini memberikan kepuasan dalam diriku.”

Ji Chang Wook mendapat predikat “bintang action” melalui drama ini. Dia pun berkata, “Kupikir istilah bintang action tidak buruk. Action sendiri adalah mimpi setiap lelaki. Aku juga mencoba meniru (gerakan action) ketika menonton film action ketika aku masih kecil. Aku menikmati memiliki warna lain yang merupakan kekhasanku. Ketika aku masih muda, aku terbiasa mengkhawatirkan kekhasan apa yang akan aku miliki, tapi sekarang, kurasa tidak buruk sebagai seorang aktor memiliki kekhasan tersendiri dan bersinar karenanya. Tidak hanya action, tetapi ketika ada lebih banyak komentar positif, aku merasa sangat bahagia. Karena ada lebih banyak komentar positif tentang adegan-adegan actionku, aku merasa sangat berterimakasih kepada tim stuntman-ku. Sebenarnya, aku tidak bisa melakukan action tanpa tergantung pada body double. Walaupun tidak terlihat, dia sangat banyak menderita. Dalam setiap proyek yang aku kerjakan, aku merasa sangat bersyukur dan khawatir apakah dia akan terluka.”
Kerja keras yang luar biasa juga diperlukan untuk adegan-adegan action yang sulit. “Itu tidak mudah secara fisik. Aku sangat menikmati berolahraga bahkan pada hari-hari biasa. Aku suka bergerak, jadi itu salah satu alasan aku sering berolahraga biasanya. Aku ingin menampilkan karakter sebagai pria yang lebih kuat dibandingkan drama-drama sebelumnya, jadi aku sering melatih otot-ototku. Aku pikir penting untuk melakukan latihan dan mengkoordinasikan gerakan dengan tim stuntman sebelum melakukan adegan action. Aku familiar dengan hal ini karena aku sudah melakukan banyak (adegan) action sebelumnya. Jadi ini sedikit lebih nyaman.

Walaupun setiap orang mengakui aktingnya di adegan-adegan action, dia merasakan penyesalan.

“Sejujurnya, aku memilih drama ini berpikir ini bukanlah drama action. Struktur dan hubungan antara tokoh-tokohnya menarik dan aku punya pandangan yang romantis tentang bodyguard. Ini bisa menjadi drama yang atraktif hanya berdasarkan hubungan para tokohnya, dan aku hanya berpikir action sebagai salah satu hal yang dapat dinikmati penonton, tetapi ternyata ada banyak sekali action. Episode 1 bahkan berakhir dengan aku yang melakukan action. Aku memulai drama berpikir aku akan mampu menahan penderitaan secara fisik dan melakukan action untuk menghasilkan adegan yang bagus untuk drama, tapi suatu ketika aku justru merekam kalimat ‘bodyguard action The K2’. Ini adalah drama yang memiliki begitu banyak hal yang ditawarkan selain action, jadi aku merasa menyesal bahwa dramanya memilih berfokus pada action saja. Aku selalu aktif bergerak dan banyak berolahraga, jadi aku banyak melatih otot-ototku karena ada adegan-adegan yang membuka baju di drama ini. Aku melakukannya karena image tokohnya juga. Kupikir aku tidak memiliki keinginan lagi untuk bermain action untuk saat ini. Aku sudah melakukannya terlalu banyak. Diantara semua proyek yang sudah kujalani sejauh ini, kupikir action disini adalah yang paling berat,” dia berkata sambil tertawa.
“Lingkungan syuting di Cina dan Korea sangat berbeda. Aku bahkan bertanya-tanya apakah aku akan kesulitan menyesuaikan pada perubahan yang mendadak di lingkungan syuting, tapi aku tidak merasakan itu sama sekali. Walaupun lingkungannya berbeda, kupikir aku menyesuaikan dengan baik dan aku bekerja dengan senang. Aku mungkin memiliki penyesalan yang besar kali ini, tapi aku juga merasa sangat lega setelah drama berakhir. Setelah ‘Healer’ berakhir, ini adalah proyek yang aku pilih setelah berpikir panjang, jadi aku memiliki banyak cinta untuk drama ini. Ini juga sebuah proyek dimana aku bekerja dengan sangat akrab dengan para senior, kolega dan staf.”

Kim Je Ha adalah tokoh multidimensi yang terperangkap dalam hubungan yang kompleks, dan ini memberikan beban berat di pundak Ji Chang Wook. Karena emosi yang dramatis dan hubungan antara tokoh-tokohnya harus ditampilkan melalui dialog-dialog pendek karena kepribadian tokohnya. Namun Ji Chang Wook mampu menawan penonton melalui aktingnya yang berkualitas. Selain menarik perhatian penonton dengan action bodyguard-nya yang luar biasa, dia juga menawan hati penonton berkat adegan-adegan melodramatis dengan Go Anna.

Yoona adalah contoh idol-aktris dari SNSD. Kami penasaran tentang hubungan kerjanya dengan Yoona. 

“Karena dia adalah seorang idol dari SNSD dan seorang aktris yang awalnya idol, aku benar-benar mencoba untuk tidak memiliki prasangka ketika melihatnya ketika aku pertama kali bertemu dengannya sebagai pasangan. Aku hanya memikirkan dia sebagai pasangan dan lawan main. Sebenarnya karena aku belum pernah melihat aktingnya di proyek-proyek sebelumnya, aku akhirnya bisa melihat dia tanpa prasangka. Aku melihat dia sebagai Yoona yang memerankan Anna.”

“Aku sering berbincang-bincang dengan Yoona. Sebenarnya adegan ciuman terakhir difilmkan di awal ketika kami pergi ke luar negeri untuk syuting. Pada saat itu, aku baru tahu kami akan syuting adegan ini ketika aku tiba di bandara Barcelona, Spanyol. Belum ada naskah konkrit pada saat itu, dan kami hanya diberikan skenario bahwa pasangan Je Ha dan Anna akan ciuman di lokasi dengan pemandangan yang indah. Aku sangat terkejut. Itu juga adegan yang memberiku banyak tekanan. Adegan seperti itu tidak akan mungkin difilmkan jika kami merasa tidak nyaman terhadap satu sama lain, jadi kami tidak punya pilihan selain menjadi akrab ke satu sama lain secepat mungkin. Kami segera menanggalkan formalitas dan berbincang banyak mengenai nilai-nilai kita, hobi, filosofi hidup dan hal-hal lain tentang diri kita. Karena kami harus syuting adegan itu di awal, kami menjadi nyaman satu sama lain dan berakting tanpa beban. Aku berpikir dia pasangan yang sangat santai, dan kami juga cocok satu sama lain secara natural. Itu pasti chemistry. Dapat bergantung satu sama lain dan memperlakukan satu sama lain dengan nyaman.”
Walaupun ada banyak sekali adegan yang terkenal seperti adegan ramen, adegan es krim stroberi, walkie-talkie, namun adegan yang benar-benar menunjukkan kisah cinta mereka dan menggerakkan hati penonton adalah adegan ciuman di bawah selimut.

“Ini adalah adegan yang sangat aku khawatirkan setelah melihat naskah. Dalam naskah, tertulis aku harus menutupi kepala dengan selimut, memeluknya dan berjalan di bawah selimut dan berciuman. Kami berdiskusi tentang bagaimana dapat melakukan ini dengan cara yang menarik yang cocok dengan atmosfer di lokasi syuting. Ada banyak bagian lain di naskah yang membutuhkan ad-lib (dialog spontan). Sutradara juga mengatakan itu tidak masalah. Dia berkata dia berharap syuting adegan ini dalam 1 take tanpa editing lagi, kami mengesampingkan naskahnya dan syuting berdasarkan latihan sebelumnya. Kami banyak melakukan ad-lib dalam situasi yang mendesak yang dapat membuat sangat tegang. Kami syuting itu selama hampir 3 menit. Sebenarnya aku harus tetap mengangkat lenganku selama 3 menit itu dan lenganku sakit, jadi itu bukanlah adegan yang mudah, tapi kami penuh perhatian terhadap satu sama lain dan menikmati syuting. Sebenarnya itu juga pertama kalinya aku syuting adegan seperti itu,” ungkap Ji Chang sambil tertawa.

Penyesalan tentang aspek melodrama tidak terelakkan. Proses dimana Je Ha dan Anna mengkonfirmasi perasaan mereka satu sama lain dan menjadi lebih dekat dijelaskan dalam cara yang sangat tersirat yang membuat para penonton bingung.

“Aku pikir bagian melo dari drama ini patut disesali. Alur drama juga sedikit kurang bagus. Aku berpikir ada banyak hal yang seharusnya dilakukan untuk meyakinkan penonton bagaimana Anna dan Je Ha tertarik satu sama lain dan alur ceritanya. Penulis skenario, sutradara dan para aktor juga mempertimbangkan itu. Aku pikir itu cukup dimengerti karena peristiwanya terus berulang. Karena kami terus mempertimbangkan ketertarikan yang pasti terjadi antara Je Ha dan Anna dan titik dimana itu terjadi, jadi para aktor berpikir Je Ha akan menyukai Anna dan punya alasan tersendiri. Tetapi sebenarnya aku merasa menyesal karena bagian itu tidak ditampilkan dengan cara yang lebih baik (kepada penonton).”
Satu hal yang menonjol adalah hubungannya dengan Choi Yoo Jin. Dimulai dari apa yang disebut hubungan konfrontasional, keduanya akhirnya mempercayai dan mengandalkan satu sama lain. Perubahan-perubahan dalam hubungan itu, seperti Choi Yoo Jin yang melihat Je Ha dalam pandangan romantis, dijelaskan secara dramatis di dalam drama.

“Itu sebenarnya salah satu bagian yang paling aku nikmati untuk ditonton. Je Ha dan Yoo Jin, dan Anna. Hubungan antara tiga orang ini sangat menarik. Bagaimanapun, dari perspektif Je Ha, Choi Yoo Jin adalah seseorang yang harus dia lindungi karena dia adalah bosnya, sedangkan Anna adalah seseorang yang dia lindungi. Yoo Jin ingin memiliki Je Ha, tetapi Anna dan Je Ha terlibat dalam hubungan asmara. Hubungan ini sangat menarik. Berada diantara dua wanita, aku berpikir drama ini akan lebih menarik jika tarik-ulurnya dilakukan dengan lebih baik. Aspek ini juga kurang. Banyak pertimbangan yang diberikan terhadap hubungan dengan Yoo Jin. Je Ha tidak dapat mencintai Yoo Jin, tapi dia juga tidak bisa melihatnya sebagai musuh. Diantara simpati dan rasa kasihan, aku berpikir Yoo Jin sebagai karakter yang akan membuat penonton penasaran apakah (perasaan) itu cinta, rasa kasihan, atau cinta dan benci. Sesungguhnya dari perspektif Je Ha, itu bukan cinta. Dia adalah karakter yang awalnya dilihat sebagai musuh, lalu dia menjadi partner bisnis, dan kemudian dia merasakan simpati dan rasa kasihan kepadanya begitu ia mengenal wanita ini. Selain itu, Yoo Jin berlaku seperti itu karena dia menginginkan Je Ha.”

Mungkin karena Song Yoon Ah dan Ji Chang Wook dua-duanya memiliki reputasi yang baik sebagai aktor yang memiliki akting bagus, ada sinergi yang luar biasa bagus ketika keduanya bertemu. Beberapa bahkan mendukung kelanjutan kisah cinta Kim Je Ha dan Choi Yoo Jin, dan bahkan ada wacana keduanya perlu lebih sering bertemu untuk menaikkan rating penonton.

Ji Chang Wook berkata, “Song Yoon Ah adalah senior yang selalu berakting bagus. Aku sendiri berharap peran Choi Yoo Jin dimainkan salah seorang senior seperti Song Yoon Ah, aku pikir dia akan sangat cocok dengan peran itu, dan casting akhirnya berakhir dengan baik. Itu sangat menarik. Aku sangat menyukai berakting dengan para senior. Jika aku memanggil mereka senior, hubungan yang hierarkis akan muncul. Tetapi ketika kita bertemu satu sama lain sebagai aktor di depan kamera atau di atas panggung, kami memandang setara satu sama lain. Aku merasa sangat senang dan gembira ketika aku merasa para seniorku juga melihatku sebagai partner yang setara. Itulah mengapa menarik untuk bekerja dengan Song Yoon Ah sunbae. Karena dia selalu melakukan dengan baik. Sangat melelahkan berakting dengan Song Yoon Ah sunbae. Kamu dapat merasakan energimu terkuras. Melihat bagaimana dia punya level konsentrasi yang sangat tinggi, aku akhirnya berkonsentrasi terus menerus karena aku merasa aku seharusnya tidak ketinggalan apapun walau hanya sesaat, dan akan sangat sulit untuk mengikuti jika aku menghilangkan konsentrasiku walau hanya sesaat. Jadi karena aku syuting seperti itu di setiap adegan, satu demi satu, aku merasa jauh lebih capek dibandingkan adegan-adegan lain begitu syuting selesai. Itu tidak mudah, tapi itu masih tetap menarik.”

Jadi antara Yoona yang memerankan Go Anna yang punya loveline dengannya, dan Song Yoon Ah yang karismatik, mana tipe idealnya?

“Keduanya punya pesona tertentu. Apakah itu wanita yang karismatik atau wanita yang lembut yang membuatmu ingin menjaganya, keduanya mempesona. Yang terbaik adalah mereka yang memiliki kedua kualitas ini. Begitu pula denganku. Terkadang aku akan menunjukkan banyak aegyo kepada pacarku, dan terkadang aku akan berperilaku seperti seorang pria. Bukankah membosankan jika seseorang hanya menunjukkan aegyo dari awal sampai akhir? Jadi aku pikir akan sangat bagus jika memiliki keduanya. Aku sangat serakah bukan?”, dia mengatakan itu sambil tertawa.
Selain Song Yoon Ah, ada banyak aktor senior seperti Jo Sung Ha dan Kim Gab Soo di “The K2”. Jadi dia merasa semakin menyesal.

Ji Chang Wook mengatakan, “Tidak banyak orang yang memberiku saran dalam akting sekarang. Banyak senior yang berbicara padaku ketika aku masih muda. Tetapi melihat aku juga berusia 30 tahun pada satu waktu, mungkin itu alasannya para senior tidak melakukan hal itu lagi. Walaupun aku junior, berbicara tentang akting adalah isu sensitif sehingga mereka bisa jadi merasa tidak enak untuk melakukannya, sehingga aku merasa menyesal. Aku bertanya-tanya bagaimana jadinya jika kami dapat berbagi pendapat mengenai akting jika ada sedikit lebih banyak waktu. Sebenarnya aku adalah fans dari aktor senior Kim Gab Soo. Aku ingin bertanya banyak pertanyaan padanya, tetapi tidak banyak kesempatan untuk berinteraksi dengannya, jadi itu sungguh disayangkan.”

Ji Chang Wook juga telah menjadi seorang aktor di usia 30 sekarang (usia Korea). Ada ungkapan bahwa usia seorang pria dimulai di umur 30 jadi adakah hal-hal yang telah berubah dari usia 20-an?

Dia mengungkapkan, “Aku tidak tahu apakah hal-hal telah berubah dari segi akting, tetapi secara personal, emosi yang aku rasakan sekarang berbeda dari usia 20-an. Sejak masih muda, aku telah berpikir bagaimana rasanya berusia 30 tahun. Bagi pria, angka 30 dalam usia punya makna. Jadi aku punya lebih banyak pikiran (tentang ini). Sepertinya aku harus menjadi seorang pria, dan sesuatu sepertinya telah berubah. Secara pribadi, aku pikir ini adalah waktu bagiku untuk menjadi seorang pria. Karena aku punya pikiran semacam itu secara pribadi, aktingku juga sepertinya berubah banyak. Sejujurnya, aku ingin menampilkan sisi laki-lakiku di dalam drama ini. Tidak seperti dramaku sebelumnya, aku ingin menampilkan sisi laki-lakiku dari sisi visual dan nada dan kepribadian tokohku.
Drama ini berakhir dengan happy ending. Apakah dia puas dengan endingnya?

Dia berkata, “Dalam diskusikan dengan sutradara di lokasi syuting saat episode 15, kami sepakat Je Ha di ambang kematian. Sebenarnya sutradara dan aku berpikir Je Ha akan meninggal di episode 16. Naskahnya awalnya telah diubah di episode 1. Episode 1 sebenarnya dimulai dengan Je Ha sekarat di adegan pertama. Anna menelepon Je Ha untuk mengatakan padanya agar jangan meninggal, dan Je Ha akan mengatakan dia benar-benar ingin beristirahat sekarang, seharusnya drama dimulai dengan adegan ini. Itulah mengapa aku jadi berpikir Je Ha mungkin akan mati. Tetapi sesaat sebelum kami syuting episode 15, naskah untuk episode 16 muncul, dan ternyata dia akan hidup dan baik-baik saja. Jadi alurnya diubah menjadi lebih hidup. Sebenarnya aku selalu menyukai tragedi sejak masih muda. Walaupun happy ending punya kehangatan tersendiri, aku secara pribadi lebih menyukai tragedi.”

Drama berakhir dengan semacam open ending. Nama asli Kim Je Ha dan alasan mengapa dia jadi buronan tidak pernah diungkapkan.

Ji Chang Wook menjelaskan, “Aku bahkan bercanda bahwa nama asli Kim Je Ha adalah Ji Chang Wook atau Kim Sang Sa (Sersan Kim). Itu tidak diungkapkan di bagian pertama, dan tidak diungkapkan pula sampai akhir. Ini adalah aspek dari drama yang kurasa paling sulit untuk terbiasa pada awalnya. Penulis naskah Song Ji Na sangat mendetail di ‘Healer’. Sangat sulit bagi seorang aktor untuk menyesuaikan detailnya. Sebagai contoh, seseorang dapat memiliki banyak pikiran ketika minum secangkir kopi, tapi sangat sulit menyesuaikan ketika emosi dijabarkan secara detail. Penulis naskah Jang Hyuk Rin berbeda 180 derajat. Tidak ada apa-apa sama sekali. Karena tidak ada penjelasan mengenai peristiwa yang terjadi sebelum dan sesudah suatu adegan, sulit bagi aktor untuk memerankannya. Nama asli Je Ha juga juga tidak diberitahu, dan alasan mengapa dia buronan juga tidak dijelaskan. Kami hanya diberi skenario dimana Je Ha dituduh bersalah atas kematian Rania dan menjadi buronan, dan dia menjadi tentara dan dikeluarkan dengan tidak hormat. Kami memulai dengan memikirkan bagaimana peristiwa sebelumnya seharusnya disusun. Membuat dan mendefinisikan peristiwa-peristiwa yang terjadi sebelumnya sendirian dan kemudian mencocokkannya tidaklah mudah.”
Jadi apakah Ji Chang Wook lebih menyukai memiliki detail atau tidak sama sekali?

Dia berkata, “Ada pro dan kontra. Ada keuntungan dapat melakukan apapun yang ingin aku lakukan ketika bagian-bagian tertentu tidak dijelaskan dengan detaikl, namun ada juga keuntungan berakting dengan lebih mendetail berdasarkan detail yang diberikan. Secara pribadi, aku pikir sedikit lebih bagus jika punya naskah yang mendetail.

Ji Chang Wook akan beristirahat untuk sementara waktu sembari mencari proyeknya selanjutnya.


Dia mengungkapkan, “Karena aku punya banyak sekali penyesalan untuk proyek ini, aku terus berpikir tentang proyekku selanjutnya. Ada tawaran-tawaran proyek yang berdatangan dan ada banyak juga yang kucari. Aku mencari proyekku selanjutnya dengan kesulitan. Setelah “The K2” berakhir, aku berencana membaca proyekku selanjutnya sembari aku beristirahat sebentar. Kupikir aku sebaiknya mengambil romantic comedy. Itu sesuatu yang belum pernah aku pertimbangkan sebagai proyekku hingga saat ini. Aku berpikir tipe-tipe drama semacam ini seharusnya dilakukan seseorang yang bagus pada romantic comedy, sedangkan aku lebih cocok dengan genre yang serius (Catatan: Dia menggunakan istilah Korea yang merujuk pada genre seperti horor, thriller, kriminal, misteri, dll. Karena tidak ada istilah bahasa Inggris yang pas jadi penerjemah menggunakan istilah genre yang serius). Genre yang serius juga lebih sesuai dengan seleraku. Tetapi saat ini, kupikir romantic comedy juga akan menarik dan aku mungkin bisa melakukannya dengan baik. Untuk proyekku selanjutnya, aku ingin melakukan sesuatu yang menyenangkan daripada action. Surat panggilan wajib militerku mungkin akan tiba pada Februari atau Maret tahun depan, dan aku mungkin akan tahu ketika waktunya tiba. Aku berpikir untuk melakukan satu proyek lagi sebelum aku wajib militer.”

Sumber: Sports Chosun, JCW Kitchen
Terjemahan Korea-Inggris: Gabby
Terjemahan Inggris-Indonesia: kanz

Top